Aku Bukan Simpanan (Season Satu & Dua)

Aku Bukan Simpanan (Season Satu & Dua)
Bab 55. Lembur


__ADS_3

Alya memasuki ruang kerjanya dengan langkah yang pelan. Ia hampir saja terjatuh jika tidak cepat memegang meja disampingnya. Alya melihat siapa yang sengaja menyenggol dirinya.


"Ups.... saya lupa kalau kamu cuma perempuan cacat. Disenggol dikit aja hampir jatuh.. "ucap Sandra berlalu dengan wajah tanpa penyesalannya.


Alya tak mempedulikan apa yang dilakukan Sandra. Ia tak ingin terjadi keributan.


Alya segera mengerjakan semua berkas yang ada di mejanya.


Alya tidak ingin membuang waktunya percuma.


"Pagi Tian.... "ujar Sandra begitu Tian melewati meja kerjanya.


Tian tidak menjawab sapaan Sandra . Ia berlalu menuju ruang kerjanya. Sandra tampak sangat malu dengan perlakuan Tian.


Ia berusaha melakukan pekerjaannya. Tapi tak lama ia pun berdiri, menghampiri meja kerja Alya.


"Kerjakan ini semua... "Sandra memberi semua pekerjaannya kepada Alya


"Maaf bu Sandra... pekerjaan saya masih banyak... "Alya


"Selesaikan pekerjaan yang saya berikan dulu... baru kamu kerjakan punya mu... "Sandra


"Tapi pekerjaan saya juga harus segera dikerjakan... "Alya


"Kamu ingin membantahku... apa aku harus mengulang berapa kali lagi untuk mengingatkanmu siapa kamu dan siapa saya... "Sandra.


"Baiklah bu Sandra... saya kerjakan punya saya dulu.. nanti saya baru kerjakan punya ibu... "Alya.


"Buat kalian semuanya.... khususnya kamu Alya... aku disini bukan buat bekerja. Aku ditempatkan disini oleh mama Mega untuk mengawasi pekerjaan kalian. Jadi kuharap kalian tahu dan menghormatinya. Aku akan memecat siapa yang tidak menuruti perintahku. .... "ucap Sandra.


"Baik bu... kami mengerti... "ucap seluruh karyawan di devisi ini.


Alya mengerjakan semua pekerjaannya dengan segera. Ia melewati makan siangnya.


Tian yang harus menemui klien ke luar kantor tidak menyadarinya. Sandra memanfaatkan waktu buat pulang cepat.


Alya hanya makan roti dan minum susu buat mengganjal perutnya. Sampai sore, seluruh karyawan sudah pulang, Alya masih didepan komputernya. Hanya tersisa petugas kebersihan dan beberapa karyawan lelaki yang lembur.


"Bu Alya lembur... "Tanya seorang petugas kebersihan.

__ADS_1


"Ya mas... "Alya


"Mau saya buatkan minum... "Petugas kebersihan


"Terima kasih mas... saya sudah buat minum... "Alya


"Kalau gitu saya permisi... mau bersihin ruangan pak Tian.. "Petugas kebersihan


"Silakan mas... "Alya


Tian memasuki kantornya untuk meletakan dan mengambil satu berkas yang diperlukan buat rapat besok. Ia harus menyelesaikan pekerjaannya agar bisa dibacakan dirapat.


Tian kaget melihat Alya yang tertidur di meja kerjanya.


"Siapa yang menyuruhnya lembur. Sudah hampir jam sembilan malam. Belum juga pulang.. Aku harus memberi pelajaran orang yang dengan lancang memintamu lembur... "Tian bergumam


Tian mendekati meja kerja Alya. Ia meneliti semua berkas yang dikerjakan Alya.


"Bukankah ini seharusnya Sandra yang mengerjakan. Apa ia yang meminta Alya melakukan ini. Lancang sekali ia... "Lirih Tian


Tian mengguncang pelan tubuh Alya membangunkannya.


"Alya... Alya... bangun... "Tian


"Mengapa kamu tidur di kantor. Kamu tahu ini sangat berbahaya. Bagaimana jika ada orang yang tahu kamu sendirian di kantor. Ia bisa memerkosa kamu... "Tian


"Pak Tian jangan menakuti saya... "Alya


"Saya bukan menakuti kamu... tapi mengingatkan. Kamu tidak boleh lembur tanpa ada kawan... Siapa yang menyuruhmu lembur... "Tian


"Tidak ada yang menyuruhnya pak... cuma pekerjaan saya masih banyak. Dari pada saya hanya berdiam dirumah, kebih baik saya kerjakan di kantor... "Alya


"Ini kerjaan siapa... mengapa kamu yang mengerjakannya... "Tian


"Oh... ini kerjaan saya semuanya pak... saya kan sudah lama libur, jadi kerjaan menumpuk... "Alya


"Siapa yang bilang kerjaanmu menumpuk. Pekerjaanmu selama libur sudah ada yang mengerjakan. Kamu mengerjakan punya Sandra kan... apa ia yang memintamu.. "Tian


"Bukan pak.... saya yang ingin membantunya... "Alya

__ADS_1


"Kamu jangan bohong... sekarang tinggalkan semua. Ini sudah jam sembilan malam. Kamu harus pulang... "Tian


"Baik pak... "ucap Alya sambil membereskan mejanya. Ia melangkah keluar gedung dengan perlahan.


Baru saja ia akan memanggil taksi... tiba tiba Tian menghentikan mobilnya tepat disamping Alya...


"Masukk.... kuantar kamu pulang... "Tian


"Terima kasih pak... saya naik taksi saja... "Alya


"Masukk.... saya tidak suka di bantah.. "Tian membukakan pintu mobil.


Alya masuk ke mobil dengan terpaksa.


"Kamu belum makankan... kita makan dulu... "Tian


"Tidak perlu pak.. saya nanti makan dirumah saja.. Bahan makanan yang bapak beli masih banyak... "Alya


"Kamu nggak akan mungkin masak di jam segini. Kalau tidak mau makan ditempat... tinggal bungkus aja... bisa kamu makan di apartemen.. "Tian


"Terima kasih pak... saya beli nasi goreng di samping apartemen aja... "Alya


"Biar saya pesan makanan dulu. Nanti setelah kita sampai makanannya pasti telah sampai juga. Jadi kamu tidak perlu menunggu lama... "Tian menelpon restoran langganan nya...


Benar saja... baru ia sampai diparkiran apartemen Alya... pesanan makanan mereka pun sampai. Tian memang meminta orang itu menunggu di parkiran saja.


"Ini buatmu... aku pamit dulu. Jangan lupa dimakan... "Tian mengambil satu bungkusan makanan buatnya dan satu lagi ia beri ke Alya.


"Sekali lagi terima kasih banyak pak... hati hati di jalan... "Alya.


"Hhmmm.... masuklah... aku akan pergi setelah kamu masuk... "Tian


"Baik pak... saya pamit dulu.. "Alya


Alya berjalan memasuki gedung apartemennya. Sebelum memasuki gedung ia berbalik dan melambaikan tangan meminta agar Tian segera pergi. Tian pun mulai melajukan mobilnya meninggalkan apartemen Alya.


"Hhuuhh.... mengapa pak Tian jadi baik banget. Aku tak mau terikat dengan semua kebaikannya. Aku harus mulai menjaga jarak, tapi bagaimana caranya... sedangkan aku bekerja di kantornya... Aku tak mau menambah hutang budiku padanya yang membuatku nanti tak bisa menolak permintaan nya... "lirih Alya


***********************

__ADS_1


Jangan lupa like dan koment


Terima kasih


__ADS_2