Aku Bukan Simpanan (Season Satu & Dua)

Aku Bukan Simpanan (Season Satu & Dua)
Bab 99. Apakah Alya sakit..?


__ADS_3

Mama Mega mengetuk pintu dengan keras karena mendengar Alya yang masih muntah


"Alya... kamu kenapa. Buka pintunya,mama mau masuk"


"Alya nggak apa apa ma"sahut Alya


"Bagaimana nggak apa apa... kamu muntah muntah begitu,cepat buka pintunya. Jangan buat mama kuatir"ucap mama dengan sangat kuatirnya.


Alya membuka pintunya setelah membersihkan mulut dan wajahnya


"Apa kamu sakit... "mama memegang dahi Alya,ingin memastikan suhu tubuh nya


"Mungkin asam lambung Alya kambuh ma, dari kemarin belum makan. "


"Ayolah duduk,biar mama balur badanmu dengan minyak angin, mungkin kamu masuk angin "Mama memegang lengan Alya, membawanya duduk di sofa


"Sayang... kamu sakit. Mengapa muntah muntah"


"Nggak kak... paling cuma masuk angin atau asam lambung aku kambuh"


"Duduk sini dekat kakak"


Alya berdiri dan duduk dikursi samping tempat tidur Tian. Tian memegang dahi Alya.


"Badanmu nggak panas, mungkin memang asam lambungmu lagi kambuh. Sekarang kamu harus makan, Yudha bisa kamu belikan makanan di kantin buat Alya"


"Nggak usah beli lagi Yud, mama ada bawa bubur ayam tiga buat sarapan. Kamu dan Tian juga sarapanlah, mama tadi sudah sarapan"


"Ma... apa kak Tian sudah boleh makan"tanya Alya


"Oh ya.. sebentar lagi ada om heru memeriksa, nanti bisa kita tanyakan"


Beberapa saat setelah mama bicara, dokter Heru masuk.


"Bagaimana Tian... apa ada keluhan, apa masih merasa kan pusing... "tanya dokter Heru


"Subuh ketika Tian baru sadar, memang merasa sedikit pusing, tapi sekarang sudah nggak om, "


"Baguslah... jika kamu tidak ada keluhan"


"Heru..apakah Tian boleh makan bubur ayam"tanya mama


"Boleh.. silakan makan apa saja. Saya kan sudah bilang, Tian hanya mengalami geger otak ringan, tapi jika tak dioperasi takutnya ada efek samping dikemudian hari.. kalau begitu saya permisi dulu... "


"Terima kasih om"ucap Tian dan Alya serempak


Setelah dokter Heru pergi mama mendekat ke Alya


"Alya... sini mama balur badanmu dengan minyak angin sebelum makan, biar enakan badannya"


Mama menyingkap baju belakang Alya sampai keatas memperlihat bagian punggung Alya,dan membalur seluruh punggung Alya.


"Tunggu dulu ma, kamu tutup mata atau


keluar dari ruangan ini, Alya mau dibalur minyak angin seluruh badannya"ucap Tian ketika menyadari ada Yudha


"Aku nggak akan lihat, nih aku balikin badanku"Yudha membalikan badannya menghadap ke tembok


"Sekarang perut Alya lagi ma... biar hilang masuk anginnya"ujar Tian.


"Ma... perut biar Alya saja... "Alya meminta minyak ditangan mama.


"Biar saja mama ... sayang... "


"Kalau perut aku bisa lakuin sendiri kak.. mengapa harus mama. Ma... terima kasih"Alya membalur seluruh perut dan lehernya

__ADS_1


Tian melihat tanpa berkedip ketika Alya membuka perutnya.


"Matanya bisa dikondisikan nggak Tian, memandangi tubuh istrimu sampai segitu amat"ledek mama


"Mama... Tian kan lelaki normal, lagi pula yang dilihatkan tubuh istri sendiri"


"Mama pamit duku, karena ada urusan. Yudha kamu disini atau pulang ke rumah. Kamu belum istirahat juga kan. "


"Aku pulang saja ma. Kak Tian, Alya.. aku pulang dulu, malam nanti aku kesini lagi"


"Baiklah... mama hati hati, kamu juga Yud. Terima kasih ma, Yud.. "


Setelah mama dan Yudha pergi Alya kembali menyuapi Tian buburnya


"Kamu juga ikutan makan, kalau kamu nggak makan, kakak nggak akan makan juga"


Alya menyuapi bubur itu kedalam mulutnya sendiri, tapi cuma beberapa suap ia telah berhenti dan hanya menyuapi Tian saja.


"Kok kak Tian saja yang makan, kamu mengapa berhenti"


"Aku sudah kenyang kak.. aku nanti mau makan mangga saja"


"Mangga... "


"Ya... memang kenapa kak... "


"Biasanya kamu kurang suka mangga, kamu lebih suka apel kan"


"Lagi pengin mangga saja kak... "


Setelah menyuapi Tian,Alya mengupas mangga hingga memakannya sampai dua biji


"Kamu doyan apa lapar"canda Tian


"Tahu kak.. aku pengin banget makan mangga dari kemarin "


"Nggak apa apa kak... melihat kak Tian seperti saat ini aku sudah sangat bersyukur, aku takut terjadi sesuatu dengan kak Tian. Kak Tian harus janji, mulai besok kemana kak Tian pergi harus pakai supir"


"Ya.. sayang.jika itu membuat kamu tenang, akan kakak lakukan"


################


Sore harinya Andi datang berkunjung, Tian kembali memintanya mengurus perusahaan selama ia sakit. Dokter mengatakan jika tak ada keluhan seperti sakit kepala atau muntah dalam tiga hari Tian bisa dirawat dirumah saja.


Setelah Andi pulang, Alya membantu Tian duduk,ia ingin membersihkan tubuh Tian. Alya membuka bagian atas pakaian Tian membersihkan dengan handuk dan air hangat.


Tian memegang kepala Alya mendekat ke wajahnya dan langsung mengecup bibir istrinya. Karena Alya yang hanya diam, Tian menggigit bibir bawah istrinya dan melum*tnya.


"Kak Tian.. lepasin... "ucap Alya terbata karena bibirnya yang Tian lum*t.


"Kenapa sayang.. kamu nggak kangen ciuman kak Tian"


Alya tak menjawab ucapan Tian,ia berlari ke arah kamar mandi dan kembali muntah. Tian mendengar Alya kembali muntah, menjadi sangat kuatir.


"Sayang kamu.. kenapa.. kamu muntah lagi ya"teriak Tian


Setelah beberapa saat didalam kamar mandi Alya keluar dengan wajah yang sedikit pucat.


"Sayang... kamu muntah lagi. kamu harus periksa ke dokter. Kak Tian takut kamu kenapa -napa"


"Nggak perlu ke dokter kak, aku cuma masuk angin. Kak... kepala aku sedikit pusing. Kak Tian tidur saja ya.. aku juga mau tidur sebentar"


"Sini tidur dekat kakak,"


"Sempitlah kak kalau tidur diranjang ini berdua kakak"

__ADS_1


"Nggak apa apa... kamu bisa pelukan saja tidurnya dengan kak Tian"


Alya naik keranjang Tian dan tidur miring sambil memeluk tubuh Tian. Baru saja Tian mau memejamkan mata nya.. terdengar ketukan dipintu.


"Masuk... "ucap Tian. Ia berusaha duduk dengan sangat pelan takut Alya terbangun.


"Hei bro... bisa juga pembalap seperti mu mengalami kecelakaan"ucap orang itu, yang ternyata bumi teman nya Tian yang bekerja di rumah sakit ini sebagai dokter kandungan


"Kau... jangan banyak bacot, tumben ada waktu mengunjungiku"


"Aku takut nanti nggak bisa melihatmu lagi"


"Setan ... jadi kau mengharapkan aku mati"


"Ha... ha... tapi bajing*n sperti kita ini susah kok matinya "


"Kau saja yang bajing*n ...aku sudah nggak lagi ya, aku tak mau istriku malu punya suami yang kelakuannya buruk"


"Hei... siapa wanita ini... "


"Istriku lah... kau saja yang tak mau hadir dipernikahanku kemarin "


"Bukan aku tak mau, tapi aku lagi diluar negeri saat pernikahanmu kemarin, yang sakit kau apa istrimu mengapa ia tidur diranjang ini juga. Istrimu cantik banget, kok mau sih ia denganmu. Kamu pelet ya"


"Kamu tidak sadar juga ya... kalau temanmu juga ganteng banget,. ..Suara kau pelanjan sedikit, jangan berisik, istriku baru tidur, dari kemarin mengeluhkan pusing dan muntah muntah.."


Bumi memegang pergelangan tangan Alya ingin memeriksa denyut nadi nya.


"Mau apa kau.. pegang pegang tangannya"Tian menepis tangan Bumi


"Kau lupa aku ini seorang dokter kandungan, mendengar keluhan istrimu, aku menduga ia lagi hamil. Tapi untuk memastikannya aku harus mengambil darah dan air urine nya"


"Kamu nggak lagi becanda kan... "


"Buat apa aku becanda... "


"Kalau begitu kamu cepat periksa dan ambil darahnya"


"Bawalah istrimu ke ruanganku... nanti aku bisa periksa dan memastikannya"


"Tunggu sebentar lagi, aku minta Yudha kesini dulu untuk menemani nya keruanganmu"


"Oke... aku tunggu. Aku praktek sampai jam sepuluh malam."


"Tunggu sampai istriku dan Yudha ke ruanganmu, jika kau pulang sebelum ia ketempat mu, kau tunggu saja hukuman dari ku"


"Baiklah pak bos... tapi kalau istrimu hamil, gajiku dinaikan ya... "


"Maumu... gajimu bukan wewenangku, itu kebijakan dari manajer rumah sakit ini"


"Kamu kan tinggal perintah sama manajernya"


"Nanti aku pertimbangkan, jika memang istriku hamil"


"Oke... aku pamit dulu, ingat permintaanku tadi... "


"Jadi kamu menjengukku karena ingin minta tambahan gaji bukan ingin lihat keadaanku"


"Sekalian... ha... ha"bumi tertawa sambil meninggalkan ruangan Tian


Tian membelai rambut istrinya. Hatinya sangat senang, ia sangat mengharapkan apa yang dikatakan Bumi memang menjadi kenyataan.


******************************


Terima kasih tetap setia membaca novel ini

__ADS_1


Mampir juga di novel terbaruku


ANTARA AKU, KEKASIHKU DAN SAHABATNYA


__ADS_2