Aku Bukan Simpanan (Season Satu & Dua)

Aku Bukan Simpanan (Season Satu & Dua)
Bab 58. Season Dua


__ADS_3

Setelah semua selesai bicara Axel pamit akan menyusul Bunga yang duduk di taman belakang.


Axel melihat Bunga yang sangat akrab mengobrol dengan Barra sambil tertawa dan terkadang memukul lengan Barra.


"Ada apa dengan diriku ya, mengapa aku sekarang jadi tak menyukai Bunga dekat dengan Barra. Padahal dari dulu juga mereka sudah akrab begitu. Apa aku benar benar sudah jatuh cinta dengan Bunga "


"Hhhmmmm... "deheman Axel membuat Barra dan Bunga menoleh kebelakang tempat asal suara


"Kak Axel, sejak kapan berdiri di situ."ucap Bunga


"Sudah lama.. sudah hampir karatan nih"ujar Axel dengan suara datar


"Siapa juga yang minta kak Axel cuma berdiri, seperti satpam yang menjaga perumahan"


"Enak banget nih ngobrolnya ,sampai tertawa terbahak gitu dan tak tahu jika ada orang lain"


"Maklum aja kak, sudah hampir satu bulan nggak ketemu, jadi kangen"


"Kangen... "tanya Axel


"Iya.. kangen banget sama Barra.. "


"Kak Axel mau duduk.. "tanya Barra


"Jika boleh tiduran di paha Bunga boleh juga "


"Jangan mulai mesum ya kak"


"Siapa yang mesum, kamu juga seringkan tidur dan duduk di paha kak Axel"


"Barra, kamu janji ya sesekali juga mampir ke Bandung. Bisa tidur di kamar kak Axel. Atau kamu bisa nebeng dengan kak Axel aja sekalian, nanti kita wisata kaliber ya"


"Oke.. jika libur kuliah.. aku janji ke sana"


"Hhhmmm... "dehem Axel lagi


"Oh ya.. aku pamit dulu,kan udah ada Kak Axel yang temani"ucap Barra menyadari kehadiran dirinya tak diharapkan Axel.

__ADS_1


"Oke Barraku"


Setelah Barra menghilang, Axel langsung duduk di samping Bunga dan merebahkan dirinya di paha Bunga.


"Ih... apaan sih kak, tidur di kamar tuh kalau ngantuk"


"Biarkan kak Axel tidur di paha kamu sebentar. Kak Axel sangat capek, lelah dan pusing banget "ucap Axel sambil menutupi matanya dengan lengan kanannya


"Apa yang membuat kakak capek,karena nyetir bolak balik Bandung sendiri, mengapa tadi nggak minta Bunga sih yang gantian nyetirnya jika capek"Bunga tanpa sadar mengusap kepala Axel


Axel membawa tangan kiri Bunga dan mendekap didadanya.


"Kakak capek bukan karena nyetir ,Bunga. Tapi karena pikiran. Mengapa Kak Axel sampai bisa tertipu dengan Cindy. Apakah Kak Axel begitu bodohnya sehingga ia bisa membohongi kak Axel. Kak Axel benar benar menyesal pernah mencintainya, bahkan mengenalnya saja sudah satu penyesalan bagi kakak"


Axel membalikkan badannya, sekarang ia tidur miring dengan wajah yang bersembunyi diperut Bunga sambil memeluk tangan Bunga.


"Kak Axel bukan bodoh. Kak Cindy lah yang bodoh karena tidak menghargai cinta tulus yang Kak Axel berikan. Seharusnya ia menjaga ketulusan cinta kakak bukan mengkhianatinya. Terkadang cinta memang membuat kita tampak bodoh, rela dicaci dan dimaki orang kita cintai. Dan bodohnya kita tak bisa marah atau sakit hati walau orang yang kita cintai sering menyakiti hati kita"gumam Bunga.


"Maafkan kak Axel"


"Mengapa Kak Axel minta maaf"


Bunga menunduk dan menghapus air mata Axel. Axel lalu menarik kepala Bunga agar makin menunduk dan langsung ******* bibir Bunga. Melihat Bunga yang diam tanpa perlawanan Axel makin menuntut. Ia semakin memainkan lidahnya didalam rongga mulut Bunga.


Bunga yang merasa lehernya pegal karena menindik, akhirnya melepaskan pagutan bibir mereka.


"Manis banget... "ucap Axel membuat wajah Bunga memerah menahan malu.


"Terima kasih, karena telah hadir dalam hidup kakak.. "


Bunga hanya memandangi wajah Axel tanpa menjawab perkataan Axel. Ia masih kaget dangan apa yang barusan mereka lakukan.


"Mau lagi"cicit Axel


"Nggak... malu. Nanti dilihat mommy dan daddy"ucap Bunga cepat


"Kalau mommy dan daddy lihat, paling kita dikawinkan"

__ADS_1


"Enak aja.. kak Axel sih nggak apa apa. Bunga baru mau sembilas tahun loh"


"Mommy ketika pertama menikah dengan daddy umur tujuh belas tahun... "


"Bunga belum mau nikah, Bunga mau mengenal cowok cowok ganteng di kampus dulu. Banyak banget cowok ganteng Bunga lihat"gumamnya


"Awas aja jika kak Axel lihat kamu jalan dengan salah satu cowok di kampus"


"Memangnya kenapa... "


"Kamu itu sudah jadi milik kak Axel"


"Siapa bilang... "


"Tuh tadi waktu kak Axel cium nggak nolak,berarti kamu menerima kak Axel dong"


"Mau nya kakak... "


"Memang maunya kakak kamu jadi pacar kak Axel"


"Hhmmm... pacaran aja. Sudah malam. Mommy bilang tidur lagi. Nggak boleh berduaan,nanti yang ketiga setan... "ujar Alexa mengagetkan


"Jika yang ketiga nya setan.. berarti cece apa.. bukankah cece yang ketiga nya"ujar Axel


"Kamu... minta dijitak ya kepalanya. Cepat masuk. Bunga tidur sama cece aja. Axel lagi patah hati takutnya karena khilaf ia jadi memangsa kamu"


"Cece ngomong apa sih, emang Kak Axel singa"


"Bukan Singa tapi buaya darat "


"Nggak gue tolong buat dekatkan Cece sama Rendi, baru tahu rasa"


"Biarin.. daddy kok yang akan mengatur semuanya"


"Sudah.. cece sana, duluan aja. Sebentar lagi tidurnya "


"Awas ya... kalau sampai tengah malam belum juga masuk, tak sumpahi kalian nikah secepatnya"ucap Alexa lalu pergi meninggalkan mereka berdua.

__ADS_1


***********************


Terima kasih untuk semua pembaca setia novel ini


__ADS_2