
Hari ini adalah hari pertunangan dokter Bumi dan Ani. Pertunangan mereka diadakan di hotel milik Tian.
Saat ini kehamilan Zahra sudah memasuki bulan ke enam. Perutnya sudah makin tampak membuncit.
Dengan tubuh yang mungil, Zahra tampak lucu ditambah perutnya yang membuncit.
Kemanapun Zahra melangkah, Yudha tidak pernah melepaskannya. Ia akan selalu menggandeng tangan Zahra. Ia bertambah posesif senja kandungan Zahra membesar.
Alya masuk keruang dimana Ani menunggu, tampak Ani yang sangat cantik dengan gaun warna pastel. Walau dengan mama up natural tapi kecantikan Ani tetap terpancar.
"Selamat malam Ani... "
"Selamat malam Alya... mana si kembar"
"Dengan daddy nya,jika aku bawa kesini bisa ribet"
"Kamu beruntung... Kak Tian selalu siap kapan saja dan dimana saja untuk menjaga anak anak. Tak pernah aku melihat kak Tian mengeluh atas tingkah laku anak anaknya. Dia sangat menyayangi keluarganya"
"Aku juga yakin Bumi lelaki penyayang, ia pasti juga akan bersikap sama dengan kak Tian ketika kalian memiliki anak.. "
"Semoga ya Alya. Dan aku berharap pilihanmu buat menjadi istrinya adalah pilihan yang tepat"
"Aku yakin kamu tak akan salah pilih... "
"Alya.. aku nggak tahu,mengapa dengan Bumi hatiku mudah ditaklukkan. Kamu tahukan dati dulu bukan sedikit lelaki yang mendekati aku, tapi aku selalu menolak dengan alasan aku masih ingin berkarir. Tapi ketika Bumi mulai mendekatiku, aku langsung saja membuka hati dan mau menerima lamarannya. Padahal kami jarang bertemu dan menghabiskan waktu bersama. Karena kami yang sama sama sibuk dengan kerjaan"
"Itu lah yang namanya jodoh Ani. Kemanapun kita bersembunyi, jika ia memang jodoh kita, pasti kita akan bertemu lagi. Dan bagaimana pun kita mengejarnya, jika ia bukan jodoh kita, maka kita tidak akan pernah bersatu "
"Seperti kamu dan kak Tian. Padahal kamu sudah beberapa kali lari dan menghindari kak Tian, tapi karena mungkin Kak Tian adalah belahan jiwamu.. kalian akhirnya tetap dipertemukan dan dipersatukan dalam ikatan pernikahan"
"Ya.. dan aku akhirnya tak berhenti bersyukur Tuhan memberikan aku jodoh seperti kak Tian yang sangat penyayang dan menyayangi keluarganya "
"Aku yang mengenal Kak Tian dari cerita cerita mu tak pernah mengira jika akhirnya lelaki angkuh, arogan dan sombong itu akhirnya bisa bersikap seperti saat ini"
"Kamu tahu Ani... sifat angkuh kak Tian sepertinya menurun pada Alexa.. "
"Masa sih Al... "
"Ia akan menepis tangan orang yang tak ia kenal jika memegangnya atau ia akan memberikan wajah masam pada orang yang baru pertama ia temui. Disekolah ia juga terkenal dengan pemilih teman. Aku sudah berulang kali memberi pengertian.. tapi ia belum paham"
__ADS_1
"Itu karena Alexa masih kecil, setelah besar nanti kamu bisa memberi wejangan dan pengertian padanya... tapi aku pikir pikir tak apalah Alexa angkuh.. ia kan wanita jadi nggak gampang didekati lelaki"
"Kamu bisa aja An. Aku takut sifat angkuhnya menjadi boomerang buat dirinya sendiri. Bagi orang yang tak bisa terima nanti ia akan membalas sakit hatinya dengan cara licik"
"Kamu benar juga Al... "
"Eh.. keasyikan ngobrol. Acara pertunangan kamu akan dimulai. Mari kita keluar. Semua pasti sudah nggak sabar ingin melihat calon tunangan dati dokter Bumi"
Alya membimbing Ani keluar dari ruangan itu menuju ke ruang acara. Ketika mereka berjalan menuju depan panggung banyak mata melihat kagum ke arah kecantikan Ani.
"Cantik banget tunanganku,Tian..."gumam Bumi melihat Ani yang digandeng Alya
"Ya.. cantik, aku heran mengapa ia bisa tertarik dengan mu.. "
"Jangan salah Bro gue kan juga tampan. Alexa...om gantengkan..."
"Lumayan... lebih ganteng daddy"jawab Alexa.
Mendengar jawaban Alexa, Tian menjadi tertawa.
"Ha... ha... Lu dengarkan.. anak anak saja bisa membedakan mana yang ganteng"
Bumi memang tampak sangat tampan dengan jas kotak kotaknya. Ia tak berhenti menebarkan senyum bahagianya.
Acara pertunangan nya segera di mulai. Ani dan Bumi diminta naik kepanggung bersama kedua orang tua mereka. Masih dengan senyum yang selalu menghiasi bibirnya, Bumi memasangkan cincin tanda mereka telah resmi menjadi tunagan.
Pernikahan akan dilaksanakan empat bulan mendatang. Karena Bumi masih harus menyesuaikan dengan jadwal yang telah terlanjur ia ambil. Ia tak mungkin membatalkan operasi atau pun kegiatan yang telah terlanjur ia sepakati.
Bumi memang seorang dokter yang bertanggung jawab. Untuk itu lah para pemegang saham dirumah sakit mempercayai jabatan manajer pada dirinya sudah hampir selama empat tahun belakangan ini.
Setelah acara pertunangan selesai Ani dan Bumi kembali berkumpul dengan Alya dan Tian. Juga Yudha dan Zahra di satu meja bundar. Para tamu undangan banyak yang datang memberi selamat.
Ketika mereka sedang menyantap hidangan, mereka dikagetkan dengan kehadiran Satria dan Sandra yang menghampiri meja mereka.
"Selamat Bumi atas pertunangan mu.. "
"Satria... terima kasih.. "
"Apakabar Tian, Alya lama tak bertemu"
__ADS_1
"Sehat..."ucap Tian singkat
"Silakan duduk...."ucap bumi
"Apakah tidak keberatan aku ikut bergabung "
"Tentu saja tidak.. betul kan Tian, Yudha"
"Ya kak.. duduklah"ucap Yudha
Sandra juga memberikan ucapan selamat. Tampak Sandra yang sedikit kaku berhadapan dengan Tian dan Alya.
Satria memperhatikan si kembar yang berada disamping Tian. Mereka memang tampak sangat tampan dan cantik dengan balutan busana warna biru dongker.
Alexa dengan gaun dan Axel dengan jas nya.
"Ini pasti si kembar anaknya Tian dan Alya"ujar Satria memegang pipi Alexa.
Alexa yang tak pernah bertemu Satria langsung menepis tangan Satria dengan muka masam.
"Sayang... nggak boleh begitu. Ini om Satria, temannya daddy. Om Satria loh yang menolong mommy ketika melahirkan Alexa "ujar Alya
"Nggak apa Al.. namanya anak anak"
"Ia memang begitu jika baru bertemu dengan seseorang.. maaf ya Sat"
"Santai saja... Oh ya.. karena semua lagi berkumpul, aku sekalian ya mengundang semuanya pada pernikahan kami minggu depan. Jangan sampai nggak hadir. Undangan nanti menyusul aku kirim"
"Selamat Satria, Sandra.. tidak mengira kalian berjodoh"ujar Bumi
"Itulah rahasia jodoh... ngga tahu pada siapa berlabuhnya"
Sandra yang duduk disamping Satria hanya terdiam, cuma memberikan senyuman. Tampak ia masih sangat canggung. Tian juga melakukan hal yang sama. Ketika kami berbincang, ia hanya diam saja sambil menyuapi anak anaknya.
***********************
Terima kasih untuk semua pembaca setia novel ini. Mampir juga ya ke novel terbaruku yang berjudul SAHABATKU MADUKU (air mata Melati)
Mohon dukungannya dengan memberi like, komentar dan vote.
__ADS_1