
Gemerlap nya lampu dan hiruk piruk suasana menandakan pesta pertunangan antara Tian dan Sandra tengah berlangsung.
Di ballroom salah satu hotel milik Tian... pesta diadakan. Yudha menggandeng tangan Alya memasuki ruangan itu. Ia membawa Alya untuk di kenalkan dengan keluarganya.
"Ma... kenalkan ini... teman wanita Yudha sekarang... mama masih ingatkan ama dia"Yudha memperkenalkan Alya dengan mamanya.
"Tentu Yudha... mama mana mungkin melupakan model cantik ini. Walau kami hanya bertemu sekali ketika Faiza pemotretan"Mama Mega
"Pemotretan.... "Yudha
"Ya pemotretan buat produk terbaru perusahaan Tian... "Sandra
"Selamat kak Sandra... kak Tian atas pertunangannya. Aku menunggu secepatnya pernikahan kalian"Yudha
"Kami tidak terburu buru buat menikah Yudha. Kami akan menikah setelah siap nantinya... "Tian
"Selamat ya Sandra... Tian... semoga lancar sampai hari pernikahan.... "Alya menyalami Sandra dan Tian
"Terima kasih... kamu sangat cantik malam ini Alya... "Sandra
"Kamu juga sangat cantik Sandra. Tian tak akan memilihmu sebagai istrinya jika kamu tidak cantik dan terpandang... "Sindir Alya
"Kamu bisa aja.... "Sandra
"Alya... mengapa kamu memanggil Faiza dengan Alya.... "ujar mama Mega kaget
"Ma... Yudha bilang sebaiknya aku memanggil Faiza dengan Alya aja. Karena nama panjangnya Faiza Alya Aziza. Lagi pula Alya lebih senang dipanggil demikian.... betulkan Alya... "Sandra
"Ya... Sandra"Alya
Mama Mega memandang Alya dari atas sampai ke bawah...
"Tak mungkinkan kalau Alya ini benar benar mantan istri Tian. Ia tampak lebih anggun dan cantik"bathin mama Mega
"Tian ...Sandra.. sebaiknya kita keatas... karena acara pertunangan segera di mulai. "ucap mama Mega menjauhkan Tian dari Alya
Acara segera di mulai. Tian di minta menyematkan cincin di jari manis Sandra... begitu sebaliknya. Alya tak berkedip memandang ke atas podium itu.
"Aku dulu pernah bermimpi menikah dengan orang yang aku cintai, dan sebelum pernikahan aku juga berharap melewati tahap pertunangan. Tapi semuanya tidak pernah menjadi kenyataan... Aku hanya bermimpi dan mungkin hanya dapat terus bermimpi... "bathin Alya
__ADS_1
Tanpa disadari air matanya jatuh. Alya menghapus air mata itu sebelum ada yang melihat. Ia tak ingin tampak seperti pecundang dihadapan Tian.
"Aku tak mau menangis lagi. Cukup sudah air mata yang aku keluarkan karena kamu. Aku tak akan menangisi semua kepahitan hidup yang pernah kualami.... "bathin Alya lagi
"Yud... aku ke toilet sebentar.... "Alya
"Aku temani... "Yudha
"Nggak perlu... itu kamu di panggil keluargamu... aku bisa sendiri "Alya
Alya bukannya ke toilet... ia melangkahkan kakinya menuju taman di belakang hotel. Ia duduk sendiri di bangku taman. Alya memandangi indahnya bintang di langit.
"Kenapa menangis... kamu masih berharap padaku... "ucap Tian mengagetkan Alya
"Kamu... mengagetkan. Apa kamu katakan tadi... "Alya
"Mengapa kamu menangis melihatku bertunangan... "Tian
"Tuan Tian yang terhormat... anda terlalu berpikir banyak. Buat apa saya menangisi pertunangan anda. Kita tidak ada hubungan apa apa"Alya
"Aku melihatmu menangis... "Tian
"Kamu jangan salah paham... saya hanya kebetulan melihatnya... "Tian
"Maaf... saya tidak pernah salah paham terhadap anda... saya mengenal anda... seorang Tuan Tian yang terhormat tak akan pernah sengaja memandang wanita hina seperti saya.... "Alya berdiri dan bermaksud meninggalkan Tian
Tapi Alya kalah cepat... Tian langsung memegang lengannya sebelum ia sempat melangkah pergi.
Tian membalikan badan Alya menghadapnya dan memegang pinggang Alya dan membawanya mendekat... merapatkan tubuh mereka.
"Apa yang anda lakukan... lepaskan saya... "Alya meronta dipelukan Tian
Mendengar Alya meronta.... Tian langsung membungkam mulutnya dengan mencium bibirnya.
Alya mencoba menahan bibirnya. Tian menggigit bibir bawah Alya agar ia membuka mulutnya.
Alya yang merasakan sakit.. membuka mulutnya dan Tian langsung ******* bibirnya dengan rakus.
Tian bermain dengan lidahnya didalam rongga mulut Alya. Ia terus melum*tnya tak memperdulikan Alya yang kesulitan bernafas.
__ADS_1
Alya memukul dada Tian dan mendorongnya agar ciuman dibibirnya lepas.
"Bagaimana.... suka.. "Tian melepaskan ciumannya setelah dirasakan kesulitan bernafas.
Plak.... Alya menampar pipi Tian.
"Bajing*n...kau masih seperti dulu Tuan Tian... selalu memaksakan apa maumu... hiks... hiks.. "ucap Alya menangis.
"Aku benci kamu Tuan Tian.... "Alya meninggalkan Tian yang terpaku sambil memegang pipinya yang terasa perih kena tamparan Alya.
"Yudha... aku pulang dulu.... "pamit Alya dengan Yudha yang lagi bercengkerama dengan temannya.
"Alya... kamu kenapa... "Yudha melihat Alya menangis.
Alya berjalan keluar ruangan tak memperdulikan pertanyaan Yudha. Ia berjalan dengan tergesa... tak memperhatikan jalan. Ketika menuruni tangga keseimbangannya hilang... Alya terjatuh...
"Aww... ..."teriak Alya menahan sakit
"Alya..... "teriak Yudha dan Tian bersamaan yang melihat Alya terjatuh.
Tian bermaksud menggendong Alya... tapi di tahan Yudha
"Biar aku yang gendong. Tak pantas dilihat orang nanti jika kamu menggendong Alya. Kamu baru bertunangan dan kamu tak ingin meninggalkan pesta ini bukan..
Yudha menggendong Alya dan membawanya masuk ke mobil.
"Kita langsung kerumah sakit ya... "Yudha
"Yudha biar aku naik taksi aja... tak mungkin kamu meninggalkan pesta pertunangan kakakmu.... "Alya berkata sambil menahan sakit...
"Yang bertunangan kakakku bukan diriku Alya... "Yudha.
Yudha mengendarai mobilnya sedikit melaju menuju rumah sakit terdekat...
****************
Jangan lupa like... koment dan vote
Terima Kasih
__ADS_1