
Selesai Zahra makan, Yudha kembali mencoba menghubungi Bumi. Ia menghidupkan speaker agar mama bisa mendengarnya.
"Mama dengar ya penjelasan Kak Bumi. Kalau memang tak boleh berhubungan badan mengapa Kak Bumi nggak ngejelasin tadi dengan Yudha"
"Mungkin saja Bumi lupa.. karena kalian berdua kalau bertemu kayak tom and jerry"
"Kak Bumi yang selalu buat kesal.. "
"Kamu juga sering yang pertama mengundang keributan"
"Kamu mau tahu nggak sih.. malah debat sama mama"ujar Tian
"Ini kan aku lagi coba hubungi Kak... "
Tak lama terdengar nada sambung dan diangkat Bumi.
"Ngapain lagi sih Yud.. gue banyak pasien nih.. "
"Bohong ini sudah sore.. mana mau Kak Bumi terima pasien sampai sore... atau Kak Bumi sudah sangat kekurangan uang makanya terima pasien sampai sesore ini.. "
"Ya.. bilang nanti sama Kak Lu.. naikan gaji gue kenapa sih.. masa gaji gue segitu terus "
"Jangan banyak bacot Lu.. baru saja gue minta gaji Lu dinaikan... Lu mau potong gaji lu"ujar Tian
"Eh ada Tian... apa kabar bos... bisa naik gaji lagi nggak bos.. gue mau mendekati seorang cewek nih.. jadi mau ganti mobil"
"Ganti mobil Lu dengan truk"
"Lu kejam banget sih.. cuma gue teman lu yang masih belum laku.. apa Lu nggak kasihan ...eh ada Alya nggak didekat Lu"
"Ngapain Lu tanya istri gue.. "
"Ada salam dari Satria..."
"Lu ya.. memang minta mati ya... "
"Gue serius kemarin Satria kerumah sakit dengan Sandra.. ternyata mereka sekarang lagi menjalin hubungan serius.. "
"Biarin.. memang gue pikirin... "
"Kak Bumi.. Kak Tian... kok jadi kalian yang mengobrol.. gue yang ada kepentingan.. "
"Lu mau apa sih... "
"Kak,mama bilang aku tak boleh berhubungan badan saat ini karena mungkin kandungan Zahra lemah. Kak Bumi tadi nggak ada ngomongkan.. boleh aja kan Kak "
"Siapa bilang boleh... "
"Aku kan tadi tanya Kak... "
"Memangnya Lu tanya sama siapa"
"Sama dokter yang sableng tapi bisa bisanya jadi dokter "
"Dimana sih dokter sableng itu praktek,kok bisa ia buka praktek"
"Gue nih sekarang lagi mengobrol sama dokter yang gila tuh... "
"Lu ya... enak aja bilang gue gila.. "
"Habis Kak Bumi kalau loading lama benar.. aku kan tadi bertanya... bukan mengatakan. Apakah aku boleh berhubungan badan saat ini"
"Nggak boleh..... "
Mendengar jawaban Bumi, Tian langsung tertawa terpingkal pingkal.
"****** Lu.. harus puasa.. ha.. ha.. "
"Kak Bumi serius nih... "
__ADS_1
"Tentu saja gue serius... Lu pikir buat apa gue main main.. "
"Tetapi mengapa kak"
"Kandungan Zahra lemah dan ia juga memiliki riwayat penyakit di rahimnya aku takut goncangan dan ****** Lu yang masuk dapat menyebabkan keguguran bayinya.. karena ****** bisa membuat terjadinya kontraksi disaat hamil muda.. "
"Kalau gue tembak di luar"
"Boleh.. asal kandungan Zahra kuat.. tapi ini lemah Yudha"
"Samapai berapa lama sih Kak.. aku harus puasa"
"Sampai kandungan Zahra memasuki minggu kedua belas.. atau bulan ketiga... baru Lu bisa berhubungan intim Gue tadi lupa menyampaikan karena gue ikut terharu melihat Lu dan Zahra menangis karena bahagia"
"Jadi tiga bulan gue harus puasa Kak.. "
"Ya.. Lu berharap kandungan Zahra baik baik sajakan"
"Tentu saja Kak... "
"Kalau begitu Lu harus bisa menahannya"
"****** dong junior gue harus menahan selama itu"
"Lu kan bisa main solo"
"Mana enak Kak.. memang kakak sering ya main solo.. "
"Mau tahu aja Lu.. bilang dong sama Alya bawa Ani sesekali main kerumahnya dan undang gue sekalian"
"Besok malam Kak Ani makan malam disini.. "
"Lu serius Yud...acara apa.. "
"Ulang tahun mama... jadi kita mau makan malam bersama... "
"Ganteng Lu kelewatan...jadi saat ini Lu jelek "ucap Tian
"Mama akan menghubungi kamu nanti malam.. mama nggak mungkin lupa dengan anak anak mama."
"Terima kasih mama aku yang cantik"
"Kak Bumi.. ini mama aku"
"Mama gue... "
"Sudah ah.. malas meladeni kalian berdua.. mending gue layani pasien gue.. "
Bumi menutupi sambungan ponselnya. Membuat Yudha mengomel.
"Kak Bumi gila.. gue belum banyak tanya sudah main tutup saja"
"Besok malam kan Bumi ke sini"
"Tapi tadi Kak Bumi bilang.. Kak Satria lagi menjalin hubungan dengan Kak Sandra.. apa nggak salah tuh. Apa kak Satria sudah tak bisa memilih wanita lain.. "
"Mungkin itu memang kokohnya Satria"ujar mama
"Tapi Satria cukup baik.. tidak cocok dengan Sandra"ujar Yudha
"Bukan cukup baik Yudha.. tapi Satria memang lelaki yang baik.. Semoga setelah menikah Satria bisa mengubah sifat jeleknya Sandra "ujar Alya
"Kamu masih suka Satria.. "tanya Tian cemburu
"Kak Tian.. ini bukan berarti aku masih suka dengan Satria.. tapi aku cuma menyatakan kalau Satria lelaki yang baik sebenarnya"
"Kamu lupa dengan apa yang pernah ia lakukan padamu"
"Di luar itu semua.. ia memang cukup baik"lirih Alya
__ADS_1
"Berarti Yudha benar.. Satria itu cukup baik bukan baik.. "
"Iya Kak.. "
"Mengapa begitu wajahnya.. Kak Tian nggak marah kok.. Satria atau siapapun tak akan membuat kak Tian cemburu lagi.. karena kak Tian sudah yakin sepenuhnya pada kamu.. sayang"
Alya tersenyum mendengar ucapan Tian. Si kembar yang telah selesai mandi berlari menuju mereka. Axel yang menang begitu dekat dengan Zahra langsung berlari dan naik kepangkuan Zahra. Ia ingin melompat di paha Zahra.
"Jangan sayang.. nggak boleh melompat lagi di pangkuan aunty.. aunty Zahra lagi sakit.. sini dekat mommy saja"
"Mommy jahat... "ucap Axel menangis
"Axel.. maafkan aunty ya.. sekarang aunty tidak bisa menggendong Axel sambil Axel melompat"ujar Zahra lembut
"Aunty sakit apa"tanya Axel
"Di perut Aunty akan ada adik bayi"
"Adik Axel... "
"Iya... besok Axel jadi kakak.. kalau adik ini sudah lahir"
"Alexa mau adik juga 'ujar Alexa
"Iya adik berdua.. Axel Dan Alexa.. "
"Nggak itu adik Axel.. "teriaknya
"Adik Alexa... "teriak Alexa lebih keras.
"Hai.. daddy nggak suka dengar teriak teriak. Ini bukan hutan.. "
Kedua nya langsung menangis mendengar larangan Tian. Karena biasanya Tian selalu mengikuti apa saja mau mereka. Yang biasanya melarang Alya.. mommy mereka.
"Sayang... daddy nggak marah, cuma mengingatkan... kalau tak baik teriak teriak... siapa yang masih teriak nggak daddy beliin es krim ya.. "
"mau daddy "ucap mereka serempak
"Aku juga mau es krim"lirih Zahra
"Apa sayang... kamu juga pengin es krim kayak si kembar"senyum Yudha
"Iya... "
"Biar Kak Tian yang beli.. nanti ia pesan satu peti es krim... "
"Lu maunya enak saja.. nebeng terus... "
"Ialah... selagi masih bisa manfaatkan harta kakak.. harus kita manfaatkan... siapa lagi yang menghabiskan uang kakak, kalau buat Alya dan si kembar sudah sangat berlebih uang kak Tian tuh"
"Nanti biar mama yang pesan... satu peti es krim Wall's "
"Betul ya ma.. "
"Betul.. mama pesan untuk diantar kerumah ini besok.. biar sekalian ulang tahun mama kita pesta es krem"
"Wah.. mama baik banget. Pasti mama lagi dapat banyak uang ya.. "
"Jangan bilang itu yang bayar Tian.. mama cuma pesan saja"
"Kok kamu tahu... "
"Tahu lah ma... mana mau mama mengeluarkan uang dengan sukarela . Aku sudah menduganya"ucap Tian sambil menepuk jidatnya
Semua tertawa melihat Tian yang dengan wajah cemberut nya.
*********************
Terima kasih untuk semua yang telah membaca novel ini
__ADS_1