Aku Bukan Simpanan (Season Satu & Dua)

Aku Bukan Simpanan (Season Satu & Dua)
Bab 122.


__ADS_3

Seminggu telah berlalu semenjak acara aqiqah baby twins, Yudha masih menginap dirumah. Umur baby twins hampir satu bulan.


Kesehatan Alya sudah membaik pasca operasi. Zahra selalu telaten memperhatikan Alya dan si kembar. Tian yang puas akan kerjanya Zahra sering memberi bonus dan hadiah buat anak anak panti yang lain.


Bunda pimpinan panti asuhan sangat senang Zahra mendapat majikan yang sangat baik.


Hari ini mama juga ada dirumah Tian. Ia hampir tiap hari menyempatkan datang kekediaman Tian untuk melihat cucunya.


Semua berkumpul buat makan siang...


"Yud... lu ngapain sih betah banget dirumah gue"ujar Tian


"Seharusnya kak Tian bersyukur jika adikmu ini betah dirumahmu... "


"Ngapain gue bersyukur... "


"Iyalah... itu berarti gue adik yang baik... bisa akur dengan kakaknya... "


"Cuihh... gue lebih bersyukur tak akur dengan lu... jika akur.. lu banyak maunya... rugi gue"


"Bukankah memang kewajiban kak Tian sebagai pengganti papa buat memenuhi semua yang aku butuhkan"


"Tapi lu juga kan udah gue beri modal... buat buka usaha sendiri... pakai uang sendiri kenapa... ini buat tiket saja minta sama gue"


"Kak Tian....nggak apa apalah. Adik kak Tian cuma Yudha saja. Nggak ada kan yang lain yang akan meminta uang selain Yudha... "ucap Alya


"Kakak ipar yang baik dan pengertian... I love you"


"Mau mati lu... bilang I love you sama istri gue"


"Cemburu amat sih....gue nggak ada hati lagi buat Alya.. gue sudah ada calon... "


"Memang nya kamu yakin nggak bertepuk sebelah tangan nak.. "tanya mama


"Yakin dong ma... siapa yang bisa menolak pesona cowok seganteng gue... dulu saja waktu sekolah banyak yang antri... tapi cuma Alya yang bisa merebut hati aku"


"Sudah... gue tak mau dengar cerita masa lalu lagi. Lu juga harus jaga tuh perasaan Zahra... lihat wajah kagetnya dengar cerita lu"ucap Tian.


Yudha yang baru menyadari ada Zahra... langsung menghadapkan badannya ke Zahra


"Jangan cemburu Zahra... hati mas Yudha hanya buat kamu"


"Mas Yudha... mual perut gue mendengarnya"ucap Tian


"Siapa yang cemburu Yud... aku nggak cemburu kok"ujar Zahra.

__ADS_1


"Duduklah Zahra... makan sekalian.. "ajak mama


"Maaf ma... aku harus menjaga si kembar. Nggak berani tinggalin"


"Sikembar lagi tidurkan ..."


"Ya.. ma. Tapi aku takut nanti kebangun... nangis lagi"


"Kak Tian harus mencari perawat yang lain... jika Zahra dan aku menikah nanti siapa yang akan menjaga anak kak Tian"


"Ya kamu dengan Zahra... "ucap Tian datar.


"Gue dan Zahra... apa kak Tian nggak salah bicara.... gue harus bulan madu selama tiga bulan keliling eropa.. benar kan Zahra"


"Yudha... kita belum bicarakan pernikahan apalagi bulan madu, belum ada pembicaraan sejauh itukan.. lagi pula bunda belum tahu"


"Besok pulang dari Jerman aku akan menemui bunda sekalian melamar kamu... yang penting kamu siap menikah dengan diriku"


"Kebelet kawin banget sih. Emang lu ada modal buat bulan madu selama itu "ucap Tian sambil nyengir


"Ada dong... tinggal minta sama kak ipar yang baik hati"


"Hidup lu tak bermodal... bisa nya minta saja"


"Kak... menurut aku.. Jika ada niat baik itu lebih baik dipercepat kak... jangan ditunda ..."ucap Alya


"Kamu memang kakak ipar yang top Alya.. "


"Mama juga setuju.. Zahra duduklah sebentar. Biar bi Nah yang jaga sikembar. "ucap mama dan meminta bi Nah ke kamar sikembar..untuk menjaganya.


"Zahra... apa kamu menyukai Yudha"ucap mama sambil menggenggam tangan Zahra


"Zahra belum bisa jawab sekarang ma.. "


"Mengapa... apakah hatimu belum pasti menerima Yudha...atau kamu ingin mengenal Yudha lebih dulu.. "


"Bukan begitu ma... saya akan menerima siapapun itu.. jika bunda menyukai lelaki itu. Aku akan setuju jika bunda setuju... "


"Oh... jadi itu masalahnya. Kalau begitu kamu cobalah bicarakan tentang Yudha ketika kamu ke panti menemui bunda"


"Tapi saya juga takut ma... "


"Takut kenapa... "


"Saya takut.. saya tidak bisa menjadi pendamping seperti keinginan Yudha.. saya hanya gadis miskin yang berasal dari panti, saya takut Yudha malu nanti jika teman temannya tahu siapa saya"

__ADS_1


"Zahra... kamu jangan berkata begitu. Manusia itu derajatnya sama, yang membedakan mereka adalah kepribadian dan akhlak nya.. "


"Mama... aku takut nanti mama... pak Tian dan Yudha akhirnya menyesal memilih aku sebagai pendamping hidup Yudha,.... karena aku mau nya tak ada perpisahan, aku selalu menginginkan perkawinan seumur hidup ,aku tak ingin gagal"


"Yang akan menjalani kalian berdua... mengapa harus memikirkan mama dan Tian. Jika dalam suatu hubungan ada masalah itu biasa.. asalkan bisa cepat diselesaikan, jangan didiamkan dan akhirnya berlarut"


"Zahra... aku juga berasal dari keluarga tak mampu.. tapi aku pernah merasakan keluarga kak Tian membedakan aku"


"Zahra... kamu harus percaya... aku mencintaimu... jadi aku akan menerima semua kekuranganmu dan akan aku jadikan kekuranganmu sebagai kelebihan"ujar Yudha


"Sebaiknya kamu bicarakan saja dulu dengan bunda agar nanti kami datang melamar... bunda mu tidak kaget "ujar Tian


"Baik pak... "


"Kalau begitu kamu jangan panggil bapak dan ibu lagi.. tapi kakak saja"ujar Alya


"Nggak apa apa bu... saya sudah biasa memanggil begitu"


"Nggak apalah.. menjelang kamu menikah dengan Yudha"ujar Alya


"Atau bagaimana jika hari ini kamu main ke panti bersama Zahra... bukankah besok sore kamu sudah harus kembali ke Jerman"


"Apa... besok sore.. kamu berangkat "


"Ya... kamu jangan takut. Aku tak akan lama di sana.. aku hanya mau mengurus perusahaan aku yang disana.."


"Itu bagus ma.. Alya rasa memang sebaiknya Yudha main kepanti.. biar bunda bisa mengenalnya.. "


"Aku sih mau saja.. bagiamana Zahra.. "


"Nanti sikembar siapa yang jaga"


"Mama dan bi Nah.. juga Alya "ujar mama


"Kalau begitu selesaikan makannya dan setelah itu kamu pergilah berdua Yudha... sekalian biar kalian tambah saling dekat dan saling mengenal"tambah mama


Setelah makan siang Yudha dan Zahra bersiap siap akan menemui bunda di panti tempat Zahra dibesarkan..


"Mama mendoakan semua nya dapat berjalan sesuai dengan rencana. Mama juga berharap Zahra juga mempunyai hati yang tulus seperti Alya. Mama tak akan pernah menghalangi pilihan anak mama lagi, karena yang akan menjalankan semuanya kalian bukan mama"


***********************


Terima kasih untuk semua yang tetap setia membaca novel ini.


Mampir juga ke novelku yang berjudul ANTARA AKU, KEKASIHKU DAN SAHABATNYA yang mengisahkan tentang seorang gadis yang bernama Adelia Calista. Ia ditinggal oleh ibunya sejak kecil bersama ayahnya karena ibunya menikah lagi dengan lelaki kaya. Setelah dewasa Adel memiliki kekasih bernama Daffa, dan Daffa memiliki sahabat bernama Mika yang diam diam mencintai Adel. Daffa dijodohkan orang tuanya dengan seorang gadis bernama Citra. Ternyata Citra anak tiri dari mama kandung Adel. Karena rasa marah dan kecewa terhadap mama nya yang berpura pura tak mengenal Adel didepan Citra, Adel membalasnya dengan tetap berhubungan dengan Daffa walau ia tahu Daffa telah bertunangan dengan Citra.

__ADS_1


__ADS_2