
Tak terasa kandungan Alya sudah memasuki minggu kedua puluh. Perutnya sudah membuncit. Tian sering gemas meliihat perut Alya... setiap hari selalu dielus dan diciumnya.
Seperti pagi ini... Tian sudah bangun, hari ini jadwal Alya periksa kandungan. Tian berencana pergi dari kantor ke rumah sakit, karena ia harus rapat pagi ini jam delapan.
"Mommy... bangun... katanya mau ikut daddy ke kantor... "ucap Tian sambil mengecup perut Alya.
Karena tak ada respon, Tian menaikan baju Alya sampai sebatas dada,dan mengelus langsung kulit perut Alya.
Alya akhirnya merespon karena merasa geli..
"Kak Tian... ganggu tidur saja"
"Bangun sayang... sudah jam 6.30 ,kamu harus mandi dan sarapan. Katanya mau ikut ke kantor sebelum ke rumah sakit "ucap Tian dengan masih mengelus perut Alya.
"Alya masih ngantuk kak... "
"Kalau begitu... nanti kamu langsung ke rumah sakit ya... kita ketemu di sana, kak Tian harus ke kantor karena ada rapat yang tak bisa ditinggalkan"
"Alya mau ikut kak..."ucap Alya dan membuka matanya
"Mandi lah kalau mau ikut.. kak Tian sudah mandi nih... mau kak Tian gendong ke kamar mandinya"
"Mau... "ucap Alya sambil merentangkan kedua tangannya.
Tian menggendong Alya ke kamar mandi . Setelah sampai didalam Tian membantu Alya membuka pakaiannya. Ia sering tersenyum sendiri melihat tubuh Alya yang masih tetap kurus dan langsing dengan perut yang membuncit.
"Kak Tian keluarlah... aku mau mandi. Nanti kakak basah."
"Biar kak Tian mandiin ya... "goda Tian
"Nggak mau... kak Tian keluar cepat... biar Alya bisa mandi. "
"Jangan lama lama mandinya... nanti masuk angin... atau mandi air hangat saja ya"
"Nggak kak... gerah...Aku merasa lebih segar mandi air dingin.. "
"Baiklah kak Tian tunggu di luar ya.. "ucap Tian dan mengecup bibir Alya
Tian merasakan cinta nya terus bertambah sejak Alya hamil, ia sangat menyayangi istri dan calon bayi kembarnya. Ia merasa hidupnya sempurna karena mempunyai pendamping seperti Alya yang akan memberinya keturunan kembar.
Setelah selesai mandi Tian dan Alya turun ke lantai bawah menuju meja makan. Mereka kaget melihat mama yang sudah duduk dekat meja makan
"Kapan mama sampai... "
"Tadi.. sudah hampir setengah jam.. bibi bilang kamu dan Alya mungkin lagi mandi, makanya mama tunggu di sini saja.. "
"Selamat Pagi ma... apa kabar mama"
"Mama sehat...kamu bagaimana... apa ada kesulitan dalam kehamilanmu... "
"Nggak ada ma... sekarang muntah dan mual tak pernah Alya rasakan lagi, nafsu makan juga sudah mulai meningkat"
__ADS_1
"Tapi badanmu masih saja kurus... Tian kamu nggak minta macam macam dengan Alya kan. Lihatlah... badannya kecil gitu dengan perut yang membuncit"
"Minta macam macam apa maksud mama"
"Kamu apa masih minta Alya melayanimu di ranjang... "
"Ya... jelaslah ma.. aku kan lelaki normal,pasti menginginkan itu"
"Sudah... kamu puasa saja sampai Alya lahiran, kasihan mama lihatnya... "
"Alya saja nggak apa apa... ya kan sayang"
"Hhmmm... "ucap Alya malu
"Apa memang masih boleh kamu berhubungan dengan perut Alya yang sudah membesar begitu"
"Terakhir kali periksa kandungan Alya, Bumi nggak ngelarang"
"Nanti mama boleh ikut lihat periksa kandungan Alya ya... mama kan juga ingin melihat cucu mama... "
"Boleh... jadi mama kesini karena ingin ikut Alya periksa kandungan"
"Ya... mama kan sudah mencatat tanggalnya di ponsel mama, biar mama ingat."
"Tapi Tian dan Alya mau ke kantor dulu ma.. "
"Kamu saja yang ke kntor, biar Alya tinggal sama mama. Nanti kerumah sakitnya dengan mama.. "
"Bagaimana sayang... "
"Oke... nanti kalau sudah sampai dirumah sakit kamu bisa khabari kak Tian ya... "
"Ya kak.. "
Mereka sarapan bertiga, setelah sarapan Tian berangkat kerja diantar supir.
Mama Mega mengajak Alya mampir ke toko yang menjual perlengkapan bayi sebelum ke rumah sakit.
"Ma... mau kemana kita.. . "
"Kita mampir ke toko perlangkapan bayi dulu ya sebelum ke rumah sakit"
"Tapi ma... kandungan Alya baru mau masuk lima bulan, nanti saja ma beli perlengkapan bayinya ketika usia kandungan Alya masuk bulan ke tujuh.. "
"Ini mama beli buat calon cucu mama, kalau kamu dan Tian mau beli juga terserah. Mama sebagai oma nya ingin jugakan membelikan sesuatu buat cucunya"
"Boleh saja ma... tapi nanti saja kalau sudah tahu jenis kelamin bayinya"
"Tian bilang, pemeriksaan kali ini mungkin sudah bisa melihat jenis kelaminnya... jadi setelah dari rumah sakit saja kita ketoko perlengkapan bayinya"
"Terserah mama saja.. "
__ADS_1
Mama Mega meminta supir ke rumah sakit langsung saja nggak usah mampir dulu ke toko perlengkapan bayi.
"Alya maafkan mama....."ucap mama sambil menggenggam tangan Alya
"Maaf buat apa ma... "
"Karena dulu mama pernah tak merestui hubunganmu dengan Tian"
"Ma... Alya tidak pernah marah ataupun benci dengan mama. Karena Alya tahu setiap orang tua pasti menginginkan yang terbaik buat anaknya. Jika Alya berada diposisi mama... mungkin juga Alya tak merestui hubungannya... karena pasti Alya mau mencari pendamping yang terbaik buat anak Alya kelak... walaupun Alya tak akan memaksanya... "
"Alya... mama bersyukur memiliki menantu seperti kamu... jika mama dari dulu merestui kalian, mungkin cucu mama sekarang sudah sekolah"
"Ma... jangan diingat yang lama... semua sudah menjadi masa lalu.. Alya juga sangat bersyukur mempunyai mertua seperti mama. Dan Alya juga ingin mengucapkan banyak terima kasih pada mama... karena telah melahirkan seorang putra seperti Tian"
"Sayang... mama juga berterima kasih karena kamu mau mendampingi Tian, putra mama. Dan mau menerima semua kekurangan dan kelebihan nya.. "
"Ma... doakan saja semoga rumah tangga kami selalu bahagia..."
"Mama akan selalu mendoakan itu... mama boleh tanya satu hal denganmu sayang"
"Tentu saja ma... apa yang ingin mama ketahui"
"Mama sudah lama ingin bertanya... tapi mama takut Tian marah, mau tanya dengan kamu, selalu ada Tian disampingmu..Apakah Sari masih mengganggu mu"
"Nggak ada ma... "
"Waktu di pesta pertunangan Raymond tiga bulan lalu, sebenarnya ada apa.. mengapa Tian tampak begitu marah dengan Sari"
"Sari ingin memberi Alya minum, tapi kak Tian menolaknya dan menjatuhkan minuman itu, kak Tian takut kalau Sari akan mencelakai Alya lagi"
"Mama setuju dengan sikap Tian... kamu haris hati hati dekat Sari. Mama dulu tak pernah berpikir jika Sari sejahat itu, untung bukan Sari jodohnya Tian... "
"Ma... mungkin semua bukan kesalahan Sari saja... Alya dan kak Tian juga bersalah dengan Sari, walaupun Alya tak tahu Sari sudah bertunangan dengan Kak Tian, tapi tanpa sengaja Alya juga lah yang menjadi orang ketiga didalam hubungan mereka dulu"
"Semua sudah takdir Alya... Sari memang bukan jodohnya Tian... kamulah belahan jiwa Tian... buktinya kalian sudah beberapa kali terpisah tapi akhirnya bersatu dan semoga ini selamanya... sampai hanya lah maut yang mesmisahkan kalian... "
"Ma... Alya sayang mama"Alya memeluk mama mertuanya..
"Mama juga sangat menyayangimu... kamu harus memberitahu mama.. jika Sari masih ada mengganggu. Akan mama datangi dan beri pelajaran yang tak akan dilupakannya seumur hidup jika ia masih nekat mengganggu hubunganmu dan Tian"
"Ma... terima kasih atas semuanya... cinta mama dan cinta anak mama padaku... mama dan kak Tian memberikan cinta yang sangat melimpah buat Alya.. sehingga Alya merasa seluruh dunia dan isinya berpihak pada Alya.."
"Kamu memang pantas dicintai... "Mama Mega mengecup kepala Alya
"Nyonya..... kita sudah sampai"ucap supir mengagetkan mereka yang sedang berpelukan..
*******************************
Terima kasih tetap setia membaca novel ini.
Mampir juga dinovelku
__ADS_1
-ANTARA AKU, KEKASIHKU DAN SAHABATNYA
-ELEGI CINTA LANGIT DAN PELANGI