Aku Bukan Simpanan (Season Satu & Dua)

Aku Bukan Simpanan (Season Satu & Dua)
Bab 28 Season Dua


__ADS_3

Delapan Belas Tahun telah berlalu.


Saat ini Alexa dan Axel sudah wisuda. Axel telah menggantikan daddy Tian nya memimpin perusahaan.


Alexa lebih memilih membuka butik dan dimodali oleh daddy nya dengan membuka butik dikawasan pusat perbelanjaan yang sangat besar.


Barra anaknya Yudha, sudah masuk perguruan tinggi.


Anak Bumi dan Ani saat ini sudah berusia tujuh belas tahun. Ia duduk diklas XII. Bumi memberi nama putri mereka Bunga.


Gadis itu sangat menyukai Axel, walau sering kali Axel mengacuhkan dirinya.


Bunga yang sangat periang bertolak belakang dengan sifat Axel yang pendiam.


Seperti pagi minggu ini, Bunga sudah datang kerumah Tian. Ia sudah sangat akrab dengan Tian dan Alya..


"Selamat pagi daddy.. mommy.. "ucap Bunga


"Pagi sayang... cantik benar pagi ini"ucap Alya


"Walaupun Bunga cantik, tapi kak Axel tetap saja tak melirik. Mommy ngidam apa sih ketika hamil kak Axel. Mommy sering ngemil es batu ya ketika hamil kak Axel, kok bisa sedingin itu orangnya"


"Kamu bisa aja sayang.. jika mommy ngidam es batu, berarti cece Alexa juga dingin dong sikapnya.. buktinya cece Alexa cerewet"


"Mungkin cece Alexa waktu mommy makan es batu langsung ditelan jadi nggak terasa dinginnya"


"Kamu bisa aja Bunga.. "


"Mommy... daddy.. kak Axel nya mana.. belum bangun ya.. "


"Tadi pagi pagi benar sudah bangun, selesai olah raga tidur lagi atau lagi apa.. daddy juga nggak tahu"ujar Tian


"Daddy.. Bunga izin ya ke kamar kak Axel"


"Silakan... tapi daddy tak tahu ya jika kamu diacuhkan lagi"


"Bunga udah kebal diperlakukan dingin sama Kak Axel. Nggak apalah.. Bunga tetap cinta kok daddy.. Bunga pamit ke atas ya daddy.. mommy"


"Ya.. sayang. Moga kamu berhasil taklukan hati Axel"ujar Alya


Bunga menaiki tangga sambil berlari menuju kamar Axel. Tanpa mengetuknya ia langsung masuk, tampak Axel yang baru selesai mandi,masih mengenakan handuk yang hanya menutupi tubuh dari pusar sampai tengah pahanya.


Axel kaget melihat Bunga,begitu juga Bunga kaget melihat Axel..


"Aaaww.. Kak Axel mesum... "

__ADS_1


"Siapa yang mesum.. sembarangan aja Lu ngomong"


"Mengapa kak Axel nggak pakai baju"ucap Bunga menutupi matanya.


"Gue baru selesai mandi.. Lu tuh yang sembarangan masuk kamar orang"


"Cepat pakai baju kak Axel, jangan menodai mata suci Bunga"


"Lu aja ngintip tuh.. "


"Siapa yang mengintip, cepat kak pakai bajunya. Pegal nih tangan Bunga menutupi mata"


"Kalau Lu nggak mengintip, mengapa Lu tahu jika gue belum pakai baju"


"Kak Axel.. Bunga lagi nggak bercanda nih"


Axel memakai kaos dan celana pendek, lalu ia keluar kamar menuju balkon. Ia duduk sambil merokok.


"Sudah apa belum kak.. pakai bajunya"tanya Bunga.


Axel tak menjawab pertanyaan Bunga,walau ia dapat mendengarnya dari balkon tempat ia duduk.


Axel merokok sambil minum kopi yang dibuatkan bibi tadi. Ia memandang kearah langit dengan termenung.


Bunga yang sudah merasa capek menutup matanya, akhirnya membuka perlahan tangannya. Ia tak melihat keberadaan Axel lagi


Bunga mencari keberadaan Axel di kamar mandi, tapi lelaki yang sangat dikagumi dari ia masih kecil itu tidak ada. Ia melihat pintu kamar menuju balkon terbuka. Bunga melangkah menuju balkon.


Ia melihat Axel yang duduk dengan kaki menjulur diatas meja. Bunga langsung duduk dipangkuan Axel.


"Kok kak Axel nggak ngomong kalau sudah berpakaian, capek tahu tangan Bunga menutupi mata "ucapnya dan mengalungkan tangannya dileher Axel.


Bunga dari kecil memang sudah sangat manja dengan Axel. Ia tak pernah sakit hati atau marah jika Axel berkata kasar atau mengacuhkannya. Hatinya sudah kebal mendapat perlakuan seperti itu dari Axel, itu yang selalu ia katakan.


"Turun... badan lu berat. Diet kek.. "


"Memangnya Bunga gemuk.. teman teman bilang badan Bunga bagus.. "


"Mata teman Lu pasti rusak.. "


"Kak Axel.. mengapa sih kak Axel selalu berkata menyakitkan Bunga"


"Kalau Lu sakit hati.. jangan ngomong lagi sama gue.. ribut amat"


"Ihh.. untung ganteng.. "ucap Bunga geram

__ADS_1


Bunga malah menyandarkan kepalanya didada Axel.


"Kak.. buang rokoknya.. nggak baik buat kesehatan.. nanti aku bilang mommy kalau Kak Axel merokok "


"Ngomong saja.. gue nggak takut "ucap Axel cuek. Ia tak peduli Bunga yang duduk dipangkuannya. Baginya Bunga sudah seperti adiknya sendiri. Tapi lain dengan Bunga, ia memendam perasaan suka dengan Axel walau ia tak pernah mengutarakannya


Axel menyandarkan kepalanya dikursi dan membuang sisa rokok nya. Ia perlahan memejamkan matanya.


Axel sebenarnya memiliki seorang kekasih, tapi tak ada yang tahu termasuk daddy dan mommy nya.


Gadis itu sekarang lagi di luar negeri. Ia seorang model. Axel sangat mencintai gadis itu,apapun ia lakukan buat gadisnya.


"Sayang... sampai kapan hubungan kita begini. Harus bersembunyi. Apakah ini akan terus kita lakukan tanpa seorangpun tahu. Mengapa kamu selalu saja hanya memikirkan fans kamu dan karier kamu. Aku juga ingin sperti lelaki lainnya yang dengan bangganya memperkenalkan kamu pada teman dan keluarga ku. Cindy... aku sangat mencintaimu"


Axel membuang nafas kasar. Ia kemarin kembali bertengkar dengan Cindy, karena ia ingin jalan berdua tapi kembali batal karena Cindy harus berangkat ke Singapura buat pemotretan.


Axel memijat dahinya. Kepalanya pusing. Ia menyesal kemarin marah dengan Cindy.


"Kak Axel.. kakak kenapa.. pusing ya"ucap Bunga dan memijat dahi Axel.


"Kamu bisa turun nggak.. aku capek. Badanmu benar benar berat.. "


"Kak Axel.. jangan ngomong gitu lagi.. dulu kak Axel juga senang kan memangku Bunga dipaha kakak... "


"Dulu kamu masih kecil.. dan tak seberat sekarang. Awas.. aku mau tidur. "


"Ikut... "ucap Bunga memeluk Axel dengan melingkarkan tangannya dileher Axel.


"Bunga.. kita bukan anak kecil lagi. Kamu sudah mulai tumbuh dewasa, umurmu sudah tujuh belas tahun. Jadi cobalah sedikit bersikap dewasa....tak baik seorang wanita dan lelaki satu kamar. Sekarang sebaiknya kamu keluar dari kamarku.. "


"Kak Axel.. kitakan nggak melakukan apa apa. Cuma duduk atau tidur bareng aja... "


"Aku bisa saja nanti khilaf.. aku ini pria dewasa.. umur ku sudah mau dua puluh dua tahun.. "


"Bunga percaya kak Axel tak akan macam macam.. "


Axel kembali menarik nafasnya kasar. Ia tak ingin lagi berduaan dengan Bunga karena ia tak ingin nanti Cindy melihat atau mendengar ia berduaan dengan gadis lain yang akan membuat Cindy cemburu dan marah.


"Bunga.. dengar kata gue.. sekarang Lu keluar atau gue tak mau lagi melihat wajah Lu selamanya"


"Iya... iya Bunga keluar.. Kak Axel jahat.. "ucap Bunga dengan mata yang mulai berair. Ia turun dari pangkuan Axel dan berjalan menuju keluar dari kamar Axel.


"Kamu jahat kak.. apakah kamu tak tahu perasaan aku denganmu. Aku sangat mencintaimu.. walau aku tahu kamu tak pernah memandang aku sebagai seorang wanita ,kamu hanya menganggap aku sebagai adikmu saja.. tak lebih"


***************************

__ADS_1


Terima kasih...


__ADS_2