
Setelah satu minggu dirawat akhirnya Zahra kembali ke rumah Tian. Mama untuk sementara juga menginap dirumah Tian.
Pagi pagi mama sudah bangun dan membuat sarapan buat anak menantunya. Sejak anak anaknya menikah mama memang jarang mengurus butiknya lagi. Ia menyerahkan semua pada orang kepercayaannya buat mengelolanya.
"Selamat pagi ma.. harum banget. Masak apa ma"ucap Alya
"Selamat pagi Alya.. ini mama lagi masak soto Padang buat sarapan"
"Pasti enak banget nih... "
"Kamu.. belum dicoba sudah ngomong enak aja.. "
"Dari wanginya sudah pasti enak dong ma... "
"Selamat pagi bidadari bidadari ku"ucap Tian dan mengecup pipi mamanya. Setelah itu memeluk Alya dan mengecup bibir istrinya
"Alexa Dan Axel udah bangun kak... "
"Tadi kakak lihat masih tidur.. Mama masak apa nih... wangi benar"
"Betulkan ma.. bukan Alya aja yang ngomong.. Kak Tian juga bilang wangi"
"Lihat saja nanti... sebentar lagi selesai.. kalian lihat dulu cucu mama. Nanti bangun nggak ada daddy atau mommy nya menangis lagi"
"Ya.. ma. Alya pamit.. keatas dulu, mau lihat sikembar"
"Sayang.. kakak ikut ya"
Tian memeluk pinggang istrinya ketika berjalan menuju lantai atas. Mama melihat mereka jadi tersenyum.
"Alya memang wanita yang sangat cocok untuk Tian, sejak menikah dengan Alya sikap Tian jauh berubah. Ia tidak lagi temperamen. Dan juga selalu tersenyum. Sikap yang jauh berbeda dari waktu ia masih lajang. Sejak papa nya meninggal senyum diwajahnya jarang terlihat, tapi sekarang aku melihat anak anakku selalu tersenyum dan bahagia. Semoga kebahagiaan ini terus berlangsung.."
Di Kamar sikembar Tian masih saja memeluk istrinya.
"Kak.. lepas ah pelukannya.. "
"Nggak mau.. kakak mau nya seperti ini terus"ujar Tian makin mempererat pelukannya.
"Nanti anak anak lihat.. "
"Biar saja.. kan daddy sayang mommy"ujar Tian mengecup pipi Alya. Tian membawa Alya tiduran di sofa
"Sayang.. buat anak lagi yuk.. "
"Apaa... jangan ngawur deh kak.. ini di kamar anak anak"
__ADS_1
"Maksud Kak Tian.. kamu hamil lagi.. biar kita banyak anaknya"
"Boleh.. nanti kita program lagi dengan Bumi.."
"Tapi sayang.. nggak usah deh. Kak Tian takut kamu nanti mengalami hal yang sama ketika melahirkan sikembar. Bisa gila kak Tian, jika kamu koma lagi"
"Kak.. setiap kehamilan itu tidak akan sama. Siapa tahu kehamilan sekarang aku malahan sehat sehat saja sampai lahiran. Kemarin kan aku hamil anak kembar"
"Siapa tahu nanti hamil, kamu mengandung anak kembar lagi.. Kak Tian takut membayangkan kamu mengalami hal yang sama saat melahirkan. Menjelang kamu sadar, kak Tian juga terasa mau mati. "
Alya mengecup bibir Tian.. "kak.. aku akan berjuang hidup demi orang yang aku cintai, Kak Tian dan anak anak.. jadi jangan takut aku meninggal saat melahirkan. Selagi aku masih muda, jika memang Kakak masih mengharapkan keturunan lagi, aku bersedia mengandung benih cintamu"
"Sayang... aku memang sangat mengharapkan keturunan dari rahimmu sebanyak banyaknya agar nanti rumah ini ramai dengan suara tangisan dan tawa anak anak kita,tapi ada ketakutan didiri kakak jika karena kamu mengandung benih cinta kita kamu akan mengalami kesakitan dan kesulitan biarlah hanya si kembar saja yang menjadi bukti cinta kakak. Kak Tian tak bisa membayangkan saat kamu harus meninggalkan kakak.. bagaimana bisa lagi kak Tian menjalani hidup ini lagi. Kak Tian takut mengambil resiko itu, karena darahmu sangatlah langka. Saat ini saja kak Tian masih membuka lowongan kerja yang memiliki darah sama denganmu bisa masuk perusahaan kak Tian tanpa wawancara dan seleksi, untuk berjaga jaga jika suatu saat kamu sakit dan memerlukan transfusi darah. Nggak mungkin kak Tian minta tolong dengan Satria lagi, karena jujur sampai saat ini kak Tian masih merasa berutang budi karena ia sudah mendonorkan darahnya buatmu. Kak Tian nggak suka punya hutang budi... "
"Kak.. bagaimana jika kita konsultasi dengan Bumi, apa ada risiko jika Aku hamil lagi dan jika Bumi mengizinkan, kita bisa secepatnya mencarikan pendonor darah buatku"
"Baiklah... sebaiknya kita memang konsultasi dulu.. sayang. "
"Daddy... mommy... "ucap Alexa yang baru bangun dan diikuti tangisan Axel
"Sayang... mengapa menangis.. mommy disini"ucap Alya bangun dari tidurnya di sofa
"Mommy... "ucap mereka serempak dan memeluk Alya
"Sekarang si cantik dan siganteng mommy mandi ya.. Oma buat soto untuk sarapan. Anak anak mommy suka sotokan"
"Kalau gitu Axel Mandi dengan daddy Dan Alexa dengan mommy"
"Axel mau mandi dengan Mommy.. "
"Axel kan lelaki.. mandinya harus dengan daddy, dan Alexa perempuan makanya mandi dengan mommy"
"Axel mau dengan mommy"ucapnya menangis. Axel memang lebih manja dari Alexa, padahal ia lelaki. Ia akan mau makan dan mandi jika yang menyuapinya Alya atau Zahra.
"Oke.. kalau begitu, mommy gantian ya mandiinnya... nanti yang pakai bajunya daddy.. oke. Biar cepat, katanya mau sarapan soto. Kasihan kalau yang lain lama menunggu gara gara Axel dan Alexa yang lama mandinya."
"Mom... aku yang duluan mandi"ucap Alexa
"Aku dulu... "
"Aku dulu ya mommy... "
"Hiks....hik......aku yang duluan mommy. Kan aku sayang mommy"ucap Axel menangis
"Axel cengeng ...ye.. ye.. Axel cengeng.. "ledek Alexa
__ADS_1
"Sudah jangan rebutan siapa yang dulu mandi.. mommy mandikan sekalian berdua.. oke.. "
"Oke.. mommy"
Alya memandikan mereka sekalian dan setelah berpakaian mereka turun kelantai bawah menuju meja makan.
Di Meja Makan telah menunggu Zahra, Yudha Dan mama.
"Kemana aja sih kak.. perutku sudah lapar banget dari tadi "
"Biasalah si kembar drama dulu sebelum mandi... pakai rebutan mau mandi duluan"
"Sayang aunty... selamat pagi.. "
"Selamat pagi aunty... "ucap Axel berlari mau naik kepangkuan Zahra.
Yudha yang melihatnya refleks mencegahnya, membuat Axel menangis.
"Sayang.. bukan uncle marah.. tapi saat ini aunty masih sakit ,belum boleh gendong Axel"
Axel berlari ketempat Alya duduk. Dan Alya memangku dipahanya.
"Axel mau punya Adek bayi.. "
"Ya.. mommy.. "
"Kalau mau punya adik bayi, Axel nggak boleh manja lagi sama aunty. Apa lagi saat ini aunty sakit karena mau punya adik bayi"
"Aunty mau punya adik bayi"
"Iya ganteng"jawab Zahra
"Cowok cowok ya aunty.. "
"Nggak boleh.. harus cewek cewek seperti Alexa"ujar Alexa
"Aunty belum tahu adik bayinya cowok atau cewek, nanti jika adik nya lahir walaupun cewek atau cowok, Alexa dan Axel harus sayang ya... "
"Ya aunty... "jawab mereka serempak
"Sekarang kita sarapan... kasihan aunty sudah lapar... nanti adik bayinya juga ikutan lapar "rayu Alya.
Semua menyantap sarapan soto Padang yang dibuat mama dengan lahap . Mama senang melihat anak menantu dan cucunya melahap masakannya dengan nikmat.
***********************
__ADS_1
Terima kasih untuk semua yang telah membaca novel ini.