Aku Bukan Simpanan (Season Satu & Dua)

Aku Bukan Simpanan (Season Satu & Dua)
Bab 16 Season Dua


__ADS_3

Kandungan Zahra sudah memasuki bulan kelima. Perutnya sudah mulai tampak membuncit. Yudha masih terus menjaga Zahra walaupun kandungannya sudah membaik.


Seperti pagi ini, Zahra bangun terlebih dahulu dari Yudha. Ia menuju dapur, ingin membantu bibi menyiapkan sarapan.


Selama bedrest Yudha terlalu menjaganya. Apapun tidak boleh dilakukan Zahra. Walau hanya sekadar mengambil minum atau makanan, ia akan selalu siap mengambilnya buat Zahra.


"Bi.. aku bantu ya buat sarapannya"


"Nggak usah non.. nanti tuan Yudha bisa marah"


"Nggak apa apa bi... aku bosan juga harus tidur terus tanpa melukukan apa apa... "


"Tapi itu kan karena non lagi sakit... "


"Aku sudah baikan bi.. lihat kandunganku... sudah mulai tampakan.. "


"Iya non. Semoga sehat aja ya non sampai kelahiran.. "


"Aamiin.. semoga ya bi"


Yudha yang terbangun dan melihat tak ada Zahra langsung panik. Ia mencari kedalam kamar mandi, tapi Zahra tidak ada. Yudha keluar mencari Zahra, ia mendengar suara Zahra dari dapur.


Yudha menarik nafas lega melihat Zahra yang sedang membantu bibi memasak buat sarapan.


Ia memeluk pinggang Zahra dari belakang dan mengecup lehernya.


"Selamat pagi sayang... "


"Selamat pagi mas.. kamu belum mandi ya"


"Aku tadi cemas melihatmu tidak ada disampingku,makanya langsung keluar mencari. "ucap Yudha dan membalikkan tubuh Zahra menghadapnya.


Yudha mengecup bibir istrinya...


"Morning kiss...sayang.. "


Zahra membalas mengecup bibir Yudha dan mengalungkan tangannya dileher suaminya itu. Yudha langsung membalas kecupan Zahra dengan ******* bibir Zahra.


Tian yang baru keluar dari kamar melihat Yudha yang lagi ******* bibir istrinya dekat dapur langsung mengambil sapu tangan yang ada dimeja makan dan melempar ke kepala Yudha.


"Aduh.. siapa sih yang berani melempar kepala gue"


"Gue.... mau apa Lu... "tantang Tian


Zahra yang melihat Tian langsung menundukkan wajahnya karena malu.


"Apa apaan sih kak... main lempar sembarangan.. itu sapu tangan kotor loh"


"Biarin... pagi pagi dah mesum"


"Kak Tian iri ya... kalau mau minta sama Alya"


"Lu.. giliran gue ciuman Lu protes.. "

__ADS_1


"Biarin...suka suka gue.. yang protes mulut gue, kok kak Tian yang sewot "


"Yang mendengar protes Lu.. gue... kepala Lu minta diketok ya biar nggak semaunya Lu bicara"


"Zahra kita lanjutkan di kamar saja ya.. Kak Tian orangnya sirikan.. "


"Sirik... kepala Lu"ucap Tian kembali melempar sapu tangan yang ada di meja makan.


Yudha menggandeng tangan Zahra membawanya ke kamar. Sebelum masuk kamar Tian berteriak.


"Yudha... Lu jangan kebablasan.. Zahra belum boleh dikerjain "


"Gue bisa main halus.. nggak kayak kak Tian.. mainnya seperti kuda pacu"


Setelah mengucapkan itu Yudha segera menutup pintu kamarnya sebelum Tian menjawab.


###################


Yudha pergi ke kantor untuk menemui klien yang tak bisa diwakilkan. Alya dan Tian juga lagi keluar rumah membawa Alexa dan Axel untuk mencari sekolah mereka.


Tian akhirnya setuju dengan pendapat Alya untuk memasukan si kembar pada playgroup.


Zahra mengambil buku cerita sambil memainkan ponselnya di kamar.



Karena asyik bermain game di ponsel, ia tak mendengar Yudha yang masuk. Yudha langsung naik ketempat tidur dan mengecup perut Zahra.


"Mas... sudah pulang ya.. "


"Ini lagi nge game.. "


"Kita periksa kandungan kamu ya sekarang... aku tadi sudah buat janji dengan kak Bumi. Pulang dari sana kita cari asinan bogor, katanya kamu pengin asinan sayur"


"Betul mas.. aku pengin banget dari kemarin"


"Iya kita cari sampai dapat... asinan sayur yang enak"


"Aku ganti pakaian dulu ya mas... "


"Tunggu sebentar... mas mau mencium anak kita dulu"ucap Yudha dan mengecup perut Zahra.


"Sayang... kamu baik baik saja ya didalam perut mama... jangan membuat mama kesulitan ya. Jika kamu mau.. biar papa aja yang kamu repotkan nanti setelah kamu lahir. Papa tak akan pernah marah apapun nanti yang kamu lakukan pada papa... tapi untuk saat ini papa mohon, baik baik diperut mama sampai kelahiran nanti. Papa dan mama sangat mengharapkan kehadiran kamu"


Setelah berbicara dengan perut Zahra, Yudha mengecup seluruh bagian diwajah Zahra.


"Sekarang kamu gantilah pakaianmu, mas menunggu di luar ya.. mas mau minum dulu"


"Ya mas.. "


##############


Mereka berdua langsung menuju ruang praktik dokter Bumi.

__ADS_1


Petugas sudah mengenal mereka. Yudha diminta langsung masuk.


"Selamat siang Zahra.. apa kabar"sapa Bumi


"Selamat siang kak... kabarku baik baik saja"


"Apa yang kamu rasakan saat ini.. masih sering mual... muntah atau pusing"


"Nggak kak.. cuma sesekali aja. Badanku juga sudah agak enakan. Nafsu makan jauh bertambah"


"Memasuki bulan kelima ini, kehamilan sudah sedikit masalahnya. Biasanya ibu sudah tidak merasakan mual dan muntah. Makan juga bertambah.. itu semua yang Zahra rasakan sekarang... "


"Ya kak.. "


"Itu semua normal, berarti kandunganmu tidak ada masalah. Sekarang kita lihat perkembangan bayinya bagaimana. Kamu bis baring di tempat tidur "


Yudha membantu Zahra berbaring dan perawat menaikkan pakaian Zahra sampai perutnya terbuka.


Yudha memandangi apa yang dilakukan Bumi dengan wajah cemberut


"Mengapa pandangan lu begitu.. mau protes lagi"


"Nggak... kak Bumi jangan berburuk sangka"


"Gue tahu dari pandangan lu.. Lu nggak terima perut Zahra terbuka dan gue pegang. Lu jangan keterlaluan bucin nya. Kemana pun Lu bawa Zahra, setiap dokter kandungan pasti akan memegang perutnya, untuk mengetahui kesehatan janin yang dikandung. Kalau mantan Zahra yang pegang perut terbukanya baru Lu boleh marah dan protes... "


"Kak bumi jangan banyak bacot.. gue nggak marah lagi kok kalau Kak Bumi pegang perut Zahra.. jangan mancing gue lah. "


"Habis pandangan Lu sadis banget ama gue..."


"Itu perasaan kak Bumi aja.. tapi aku maklum kok kalau Kak Bumi sering salah sangka denganku, itu semua pasti kerena kak Bumi kelamaan jomblo"


"Siapa bilang gue jomblo.. "


"Memangnya Kak Bumi sudah ada pasangan"


"Sudah.. Lu belum tahu ya jika lamaran gue sudah diterima Ani..Tinggal acara lawatannya aja nanti, gue tunggu papi dan Mami datang bulan depan "


"Whats....nggak salah nih.. kak Ani pasti lagi mabuk waktu menerima lamaran kak Bumi"


"Enak aja Lu... Ani pasti sadar lah.. kan gue ganteng dan baik hati, wanita mana yang bisa menolak lamaran gue.. "


"Baiklah... dengan terpaksa gue mengucapkan selamat.. "


"Selamat ya kak Bumi, semoga nanti acara lamarannya lancar sampai hari pernikahan nanti "


"Aamiin.. terima kasih doanya Zahra "


"Seorang kita mulai periksa kandungan Zahra"


Bumi meletakan stik USG keperut Zahra. Yudha melihat monitor dengan seksama.


************************

__ADS_1


Terima kasih buat semua pembaca setia novel ini. Mampir juga ke novel aku yang berjudul SAHABATKU MADUKU (Air mata Melati)


__ADS_2