Aku Bukan Simpanan (Season Satu & Dua)

Aku Bukan Simpanan (Season Satu & Dua)
Bab 24. Apakah Ini benar dirinya...


__ADS_3

"Ini Tuan semua informasi mengenai Faiza model itu"Andi menyerahkan amplop


"Apakah kamu yakin ini fotonya Andi"Tian kaget ketika pertama melihat foto model yang akan dikontraknya.


"Ya Tuan... ada apa.... "Andi


"Coba kamu lihat dan perhatian baik baik Andi foto yang ini"Tian menyerahkan foto Faiza yang separuh badan.


"Saya rasa mengenali wajahnya"Andi


"Kamu juga merasakan itu..... "Tian


"Ya... Tuan... rasanya saya sudah tak asing dengan wajah ini.....ya.. model ini mirip non Alya"Andi


"Apa kamu juga merasa mereka begitu mirip"Tian


"Ya... Tuan..model ini cuma tampak lebih cantik dari non Alya karena mungkin didandani"Andi


"Andi... saya penasaran ama model ini.


Tolong kamu panggil Anton. Suruh temui saya sekarang juga"Tian


"Baik Tuan... saya akan memanggilnya"Andi


################


"Anton apa kamu pernah jumpa dan berbincang secara langsung dengan model yang akan kita kontrak itu"Tian


"Maaf pak.....kalau bertemu langsung saya belum pernah. Karena jadwalnya sangat padat. Untuk ke Indonesia ini aja udah dijadwalkan dari tahun kemaren"Anton


"Sejak kapan temanmu jadi manajer nya"Tian


"Kalau saya tidak salah sejak pertama Faiza terjun ke dunia model ini"Anton


"Kamu usahakan agar kontraknya jadi, berapapun bayaran yang di minta kamu berikan"Tian


"Baiklah pak...saya akan mengusahakan semaksimal saya"Anton.


################


Satu bulan kemudian


"Pak...manajer Faiza mengatakan ia ingin bertemu dengan anda besok siang"Anton

__ADS_1


"Baik... bagaimana dengan Faiza nya apa bisa hadir juga"Tian


"Nanti akan saya tanyakan pak... "Anton


"Usahakan Faiza nya hadir. Bagaimanapun caranya"Tian


"Baik pak akan saya usahakan.... "Anton .


##############


Tian tampak duduk dengan gelisah di dalam kantornya. Ia tak sabar ingin memastikan siapa sebenarnya Faiza. Apa benar Faiza adalah Alya. Tapi bagaimana bisa ia menjadi model.


"Bagaimana pak Anton. Apa Faiza bisa hadir bersama manajernya"Tian menghubungi Anton melalui telepon kantor.


"Bisa pak... sekitar jam 12 siang mereka akan hadir sesuai dengan permintaan bapak yang mengajak mereka makan siang sekalian"Anton


"Baiklah... apa semua telah siap. Makan siang udah di pesan sesuai yang saya mau"Tian


"Sudah pak.. ..."Anton


"Kalau begitu... terima kasih"Tian


"Mengapa pak Tian... sepertinya semangat dengan produk ini. Ia yang turun tangan langsung menemui modelnya. Biasanya ia menyerahkan semuanya dengan bawahannya"Anton membatin


############


"Ya pak Anton... saya akan segera kesana"Tian


"Andi... kamu ikut saya. "Tian


"Baik Tuan....."Andi


Tian berjalan perlahan menuju ruang rapat. Ia tak sabar ingin bertemu dengan si model.


Tian membuka pintu perlahan dan mencari keberadaan model itu.


"Selamat siang.. ...maaf menunggu"ucap Tian sambil matanya melihat ke arah Faiza yang menunduk memainkan ponselnya


"Siang pak.........."Faiza mendongakkan wajahnya dan betapa kagetnya ia melihat siapa yang datang.


"Tian.. ..."ucap Tian sambil mengulurkan tangannya


"Faiza.... "Faiza

__ADS_1


"Oh silahkan duduk kembali. Bagaimana kalau kita makan dulu sebelum bicara kerjaan"Tian


"Terserah Pak Tian saja... "manajer Faiza menjawabnya.


"Andi... minta karyawan menyediakan hidangan ke sini segera"Tian


"Saya seperti tidak asing melihat wajah anda"Tian membuka suara.


"Mungkin pak Tian melihat saya di majalah atau televisi "Faiza


"Saya merasa anda pernah dekat ama saya"Tian mencoba melihat reaksi Faiza atas ucapannya


"Anda bisa aja Pak Tian. Saya pernah juga mendengar orang bicara seperti anda. Apa wajah saya pasaran ya"canda Faiza mengurangi kecanggungan.


"Tapi.... mungkin saya terlalu merindukan sosok seseorang sehingga melihat anda seperti melihat orang itu"Tian


"Mungkin pak....."Faiza


"Oh silahkan makan.. nanti kita bisa lanjutkan perbincangannya"Tian


Mereka semua menyantap hidangan dengan lahapnya kecuali Faiza yang tampak kurang berselera.


"Apakah menu nya tidak sesuai dengan lidah anda"Tian


"Oh...tidak pak. Ini sangat lezat"Faiza


"Mengapa anda keliatan tak ada selera makan"Tian


"Saya masih agak kenyang... maaf pak bukan saya tak menghargai "Faiza


"Andi......anda merasa tidak... kalau nona Faiza ini mirip dengan wanita yang pernah dekat sama saya"Ucap Tian melihat andi yang sering mencuri pandang ke arah Faiza.


"Ya... nona. Anda sangat mirip dengan seseorang yang pernah dekat sama Tuan Tian"Andi


"Oh... saya jadi penasaran dengan wanita anda itu. Kemana ia sekarang. Saya jadi ingin bertemu "Faiza


"Anda pasti akan bertemu nanti.... "Tian


"Kamu tidak bisa membohongi diriku Alya. Aku tahu ini kamu. Walau bagaimana pun kamu merubah penampilanmu, aku masih dapat mengenalimu dengan baik"Tian membatin


****************


Jangan lupa like... koment dan vote

__ADS_1


Terima kasih*


__ADS_2