Aku Bukan Simpanan (Season Satu & Dua)

Aku Bukan Simpanan (Season Satu & Dua)
Bab 13 Season Dua


__ADS_3

"Gue lapar nih... nggak jadi sarapan,mana ini sudah jam makan siang lagi. Ini gara gara celana dalam Lu... "


"Kak Tian.. nggak lucu ah.. masih saja mengungkit itu itu lagi"ujar Yudha dengan wajah kesal.


"Biar Alya yang beli makanannya Kak.. "


"Jangan Alya.. biar pesan saja. Kamu hubungi Ani saja, minta bawa di kembar kesini. Kasihan lama lama ditinggal "ucap Mama


"Betul sayang.. makanan nya kita pesan aja "


"Baiklah.. biar aku hubungi Ani dulu"


Ketika Alya berkata akan menghubungi Ani,kebetulan Bumi masuk. Mendengar itu ia langsung bersemangat.


"Alya... kamu mau menghubungi Ani ya.. mau apa "


"Mau meminta Ani antarkan Alexa dan Axel ke sini"


"Jadi Ani mau datang.. "


"Iya.. "


"Baguslah...aku juga sudah selesai praktek sebentar lagi"


"Apa hubungan kak Bumi selesai praktik dengan kak ani yang mau datang"


"Adalah... jika aku tidak ada pasien lagi berarti aku bisa juga ikutan nimbrung disini"


"Kak Bumi, kak Bumi seorang dokter kan"tanya Yudha


"Ya.. Memangnya kenapa"


"Jika kak Bumi benar benar dokter yang baik, seharusnya kak Bumi tahu jika orang sakit itu perlu ketenangan, jadi ini bukan acara kumpul keluarga, jika kak Bumi ikut nimbrung yang ada semua pada heboh, Zahra nggak akan bisa istirahat jadinya"


"Lu ya.. dasar nggak tahu diri dan terima kasih.. gue nggak akan ribut. Gue diam saja nanti, awas kalau Lu yang ribut. Gue usir lu"


"Gue ini suami pasien.. mengapa diusir"


"Walaupun suami jika mengganggu ketenangan istirahat pasien juga perlu diusir"


"Kak Bumi dokter gila.. "


"Lu yang gila.. "ucap Bumi dan memukul lengan Yudha


"Kalau saja Kak Bumi bukan dokter yang menolong Zahra sudah aku laporkan dengan ikatan dokter, biar izin praktik kak Bumi di cabut "


"Berani Lu lakuin itu"


"Sudah.. kalian nih terkadang nggak tahu tempat, dirumah sakit masih juga adu mulut"ujar mama


"Rasain... cuma gue anak mama yang waras."Gumam Tian


"Waras apa nya.. lebih sableng ya"ujar Bumi


"Kak Bumi.. kapan Zahra sadar"


"Jika kamu sudah waras.. "

__ADS_1


"Kak Bumi... aku tanya baik baik, harusnya dijawab baik baik juga"


"Aku sudah jawab baik baik"


"Kak Bumi keluar sekarang... dari pada nanti aku jadi gila benaran"


"Jadi kamu mengusir aku... aku nggak jadi ya periksa keadaan Zahra"


"Kak Bumi.. sudah tua masih saja ngambekan... mana ada wanita yang mau dengan lelaki ngambekan "


"Kamu tuh ya.. lihat saja nanti.. aku pasti bisa dapatkan Ani"


"Nanti Alya dukung deh.. "ujar Alya


"Terima kasih Alya yang cantiknya kebangatan dan baiknya nggak ketulungan"


"Hei bro.. Alya itu istri gue.. haram hukumnya jika memuji istri orang.. dosa besar"ucap Tian


"Kata siapa.. Ustad mana yang pernah lu dengar ngomong gitu "


"Kata gue... bukan kata ustad"


"Gila Lu... "


"Lu yang gila"


"Kak Tian dan Kak Bumi sama gilanya... "ujar Yudha


Zahra yang mulai sadar, perlahan membuka matanya. Ia melihat semua keluarga berkumpul. Zahra memegang perutnya.


"Mas... "


"Sayang.. kamu sudah sadar"ucap Yudha mengecup seluruh bagian wajah Zahra. Dan terakhir bibir Zahra.


"Mas.. bagaimana kandungan ku.. "ucap Zahra


"Nggak apa apa sayang, Tuhan masih memberi kepercayaan buat kita... "


"Mas... aku takut..."ucap Zahra terisak


"Maafkan mas ya... "


"Aku juga salah, mengapa jalan terburu buru"


"Kamu nggak salah Zahra,itu semua gara gara... "


"Kak Tian.. awas ya kalau Kak Tian berkata yang bukan bukan. Zahra baru sadar"potong Yudha


"Memang nya aku mau mengatakan apa"


"Dasar Lu... memang Lu yang salah, ceroboh dan jorok banget.. untung Zahra jatuhnya nggak terlalu kuat, untung ia sempat menahan beban tubuhnya.. Betulkan Zahra.. kamu meletakan tanganmu dipantat buat menahan beban tubuh.. "ujar Bumi


"Ya Kak.. "


"Itu.. kamu dengar.. jadi besok ingat. Jangan buang apapun sembarangan di kamar mandi"


"Tahu Lu dasar jorok... tragedi.... "

__ADS_1


"Kak Tian... "teriak Yudha lagi sebelum Tian melanjutkan ucapannya


"Lu ya... kalau masih teriak,gue minta satpam menyeret lu keluar dari sini. Zahra perlu ketenangan... "ujar Bumi


"Kak Tian dan Kak Bumi yang membuat keributan. Kalian yang harus keluar"


"Lu berani mengusir gue.. Lu bayar ya tagihan rumah sakit dengan uang pribadi lu.. awas masuk ke tagihan gue"


"Kak Tian selalu mengancam dengan uang... dasar. Mama.. aku dan Zahra mau tenang"ucap Yudha dengan mamanya


"Tian... awas kalau Lu minta bayaran dengan Yudha.. pelit banget. Uang segitu saja Lu tagih dan perhitungan "ucap Mama.


"Emang gue selalu kok yang bayarin,masih saja dibilang pelit"gumam Tian


"Sudah ah.. kak Tian, Bumi dan Yudha sama saja, berisik"ucap Alya mendekat ke tempat tidur Zahra


"Zahra...apa yang kamu rasakan saat ini"


"Kak Alya aku takut banget tadi, aku takut terjadi sesuatu dengan kandunganku"


"Alhamdulillah tidak terjadi apa apa dengan kandungan mu karena Yudha dan Kak Tian yang dengan cepat membawa kamu kerumah sakit. Dan juga atas usaha dan pertolongan kak Bumi. Terutama semua karena Tuhan masih mau mempercayakan kalian menjadi calon ayah dan ibu. Mulai hari ini harus dijaga baik baik. Karena jika kamu jatuh lagi, kak Bumi tak bisa lagi memastikan keselamatan kandunganmu. Kamu saat ini sampai kehamilanmu memasuki bulan ke empat harus bedrest. "


"Ya... kak. Aku akan menjaga baik baik amanah dari Tuhan ini. Aku tidak akan ceroboh lagi"


"Kamu juga jangan terlalu banyak pikiran dan mengkuatirkan kandungan kamu, karena itu juga bisa memengaruhi kandunganmu. Kamu sebagai perawat mungkin lebih tahu dari pada Kak Alya"


"Iya kak. Terima kasih buat semua yang telah menolong aku. Kak Bumi terima kasih banyak atas usahanya.. kak Tian juga."


"Dengan mas.. nggak terima kasih nih"


"Lu kan suaminya.. sudah seharusnya Lu menolong Zahra.. "ucap Tian


"Terima kasih mas. Aku minta maaf karena telah merepotkan semuanya"


Mama yang berdiri disamping Zahra mengusap tangannya.


"Kamu nggak usah berpikir jika kamu merepotkan, kita semua keluarga, sudah sepantasnya saling tolong. "


"Mama... aku nggak tahu harus berkata apa. Aku benar benar takut tadi ketika melihat darah yang banyak mengucur.. "


"Sekarang kamu nggak perlu ingat kejadian tadi pagi. Itu akan membuat kamu stres nantinya "


"Iya ma.. "


" Sekarang kamu istirahat, jangan banyak pikiran. ..."


Mereka semua kembali duduk di sofa karena makanan pesanan mereka yang telah datang.


"Mas.. aku mau ikan gurami bakar itu mas."


"Tunggu ya sayang mas tanya dulu apakah kamu boleh makan itu. Kak Bumi.. apakah Zahra boleh makan ikan bakar"


"Boleh saja... asal jangan banyak dan sering, takutnya nggak matang masaknya dan terlalu gosong"


"Baik kak.. aku lihat dulu ikannya.. "


Yudha melihat satu persatu ikannya. Membuat mata Tian melotot karena Yudha yang membolak balikan semua ikannya.

__ADS_1


****************************


Terima kasih untuk semua pembaca setia novel ini


__ADS_2