
Alya merasa ada sesuatu yang beda. Ia tak dapat memejamkan matanya walau jam sudah menunjukan pukul 23.00 malam.
"Apa yang ku pikirkan. Mengapa perasaan ku terasa hampa. Hanya karena dari siang aku tak melihat Tian... aku merasa ada sesutu yang beda dan hilang. Apa aku sekarang sudah mulai terikat dengannya. Aku tak boleh memikirkannya apa lagi kalau sampai menyukainya... aku tak ingin terluka lagi... perasaan apa ini... ?"Lirih Alya
Ia mengambil ponselnya dan menghidupkan musik yang ada di ponselnya untuk menghilangkan rasa sepi.
Terdengar suara Dygta menyanyikan lagu tersiksa rindu
Apakah kau disana merindukanku
Tuhan, tolong diriku
Aku tersiksa rindu
Biarku bertemu walau dalam mimpi
Karena ku tak sanggup lagi
Aku tersiksa rindu
Alya menangis mendengar lagu itu. Ia teringat Azka. Azka juga sangat menyukai lagunya
"Tuhan... apakah Azka disana bahagia... aku selalu mendoakan buat ketenanganmu... Azka... bagaimana aku menghilangkan rasa rindu ini... aku benar benar tersiksa.... merindukan seseorang yang tak mungkin dapat bertemu.... "Alya bergumam
Tanpa Alya sadari Tian telah berdiri didepan pintu melihatnya menangis.
"Azka.... aku rindu... "teriak Alya tanpa disadarinya....
Alya memegang cincin yang diberikan Azka. Ia menciumi cincin itu sambil berurai air mata...
"Azka... jangan tinggalkan Alya sendiri... Alya tidak punya siapa siapa... Azka... jemput Alya.... "Alya kembali berteriak.
Tian yang melihatnya langsung mendekat dan memeluk Alya...
"Kamu tak sendiri... ada aku disini... "ucap Tian
"Pak Tian.... "Alya memeluk Tian.
"Kamu tidak boleh terus begini. Azka sudah tenang disana. Kamu hanya perlu mendoakannya... "Tian
"Alya rindu... Alya merindukan Azka.. "Alya menangis dibahu Tian.
__ADS_1
"Azka pasti juga merindukanmu... tapi karena dunia kalian sudah berbeda hanya dalam doalah kamu dapat menyampikan rindumu... "Tian
"Maaf pak.... baju bapak jadi basah... "ucap Alya melepaskan pelukannya.
"Pak... terima kasih. Mengapa pak Tian kesini... sudah malam kan... "Alya
"Aku kan emang tiap malam tidur disini... menemanimu... "Tian
"Ya... tapi ini sudah malam betul. Pak Tian tak perlu datang jika sibuk.... Aku bisa sendiri... "Alya
"Ya... kamu bisa sendiri... tapi besok bisa bisa kamu pingsan lagi karena seharian nangis... "Tian
"Pak... tadi kebetulan aku lagi ingat Azka... oh ya pak sudah lama ya bapak datang... "Alya
"Lumayan...sejak pertama kamu teriak... "Tian
"Bapak... kenapa nggak langsung masuk aja... pak kapan Alya keluar dari rumah sakit... "Alya
"Dokter bilang... mungkin dalam minggu ini juga. Kamu bisa berjalan dengan dibantu tongkat dulu... "Tian
"Pak... setelah keluar dari rumah sakit... Alya akan membayar semua nya dengan tabungan Alya. Jika masih kurang bapak bisa memotong gaji Alya"Alya
"Bisa itu kita bicarakan setelah kamu keluar dari rumah sakit ini.."Tian
"Kamu cukup membalasnya dengan bekerja baik baik di. kantor.... "Tian
"Baik pak... sebaiknya bapak tidur. Alya juga sudah ngantuk.."ucap Alya dan membaringkan tubuhnya.
#################
Dikantornya Tian merasa bosan karena sekarang setiap saat Sandra selalu mengganggunya..
"Tian... nanti aku ikut kamu rapat ke luar ya... "Sandra
"Nggak perlu Sandra... kamu juga nggak paham dengan proyek yang kami bahas... "Tian
"Aku kan bisa sekedar mendengarnya... "Sandra
"Kalau hanya sekedar mendengar... buat apa kamu ikut... "Tian
"Aku ikut sebagai calon istrimu... aku kan juga harus tahu gimana kerja kamu... "Sandra
__ADS_1
"Nggak perlu... "Tian
"Hhhuuuuuhh...." Sandra menarik nafasnya kecewa.
"Tian aku boleh bertanya sesuatu.... "Sandra
"Hhhmmmmm...... "Tian
"Aku beberapa kali malam malam kerumahmu... tapi kamu tak pernah ada. Penjaga rumah bilang... kamu sudah hampir sebulan tak tidur dirumah.... apa kamu beli rumah lagi.... "Sandra
"Untuk apa kamu kerumahku... "Tian
"Tian... aku ini tunanganmu... apakah tak boleh aku kerumahmu... aku ingin bertemu... "Sandra
"Bukankah kamu sudah bertemu denganku di kantor setiap hari... "Tian
"Aku ingin makan malam... kamu dikantor selalu sibuk.. tak pernah kita makan bareng... "Sandra
"Kamu kan memang tahu kalau aku memang sibuk. Lain kali jangan mencariku kerumah kalau aku tak memintamu datang... "Tian
"Emang kenapa Tian... nanti juga aku akan tinggal disana... "Sandra
"Siapa yang bilang kamu akan tinggal disana. Kita belum tentu menikah... jodoh tidak ada yang tahu... "Tian.
"Kamu... aku tak akan pernah melepaskanmu.... kamu harus menikah denganku... "teriak Alya.
"Mengapa kamu berteriak.....kamu sudah gila. Bukankah pernikahan itu tergantung jodoh... walau kamu memaksa jika kamu bukan jodohku kita tak akan bisa bersama... "Tian berucap datar
"Kamu itu jodohku... kamu ditakdirkan buatku... aku harus menikah denganmu... "Sandra
"Kamu memang sudah gila... kamu pikir kamu Tuhan... yang bisa menentukan jodoh orang... "Tian beranjak dari duduknya dan ingin meninggalkan kantornya..
"Tian... kamu jangan sembarangan berkata... aku tidak gila... aku hanya tergila gila denganmu... kamu tak boleh menikah selain denganku... "Sandra
"Sinting.. ..."ucap Tian berlalu dari Sandra
"Tiann.... kamu harus menikahiku secepatnya... kalau kamu tak ingin aku berbuat sesuatu yang lebih gila... "teriak Sandra
"Kamu memang wanita yang tak tahu malu... jaga sikapmu... ini dikantorku... jika kamu masih berbuat nekad seperti ini lagi... aku bisa melakukan hal yang kejam... yang tak pernah ada dalam pikiranmu... aku hanya menghormati ibuku yang menyukaimu... tapi aku tak pernah mengerti apa yang dilihat ibuku darimu sehingga ia menyukaimu... "Tian
"Aku tak mau tahu Tian... aku akan melakukan semua cara agar kamu menjadi milikku. Aku sudah terlanjur malu... aku tak ingin kamu lebih mempermalukanku dengan mencampakanku.... "lirih Sandra
__ADS_1
*****************************
Terima kasih karena sudah membaca cerita novel ku ini...