Aku Bukan Simpanan (Season Satu & Dua)

Aku Bukan Simpanan (Season Satu & Dua)
Bab 95.Operasi Tian


__ADS_3

Alya yang telah selesai menyiram dan membersihkan taman, merasa kepalanya sedikit pusing...


"Mengapa kepalaku pusing ya... aku harus bangunkan kak Tian, sudah jam berapa ya"gumam Alya


Ia masuk kedalam rumah dan melihat sarapan yang masih utuh.


"Pasti kak Tian masih tidur... "pikir Alya sambil berjalan ke kamar.


Setelah masuk kamar, Alya tak melihat Tian. Alya mencari ke kamar mandi dan balkon, tapi Tian tak ditemuinya.


Terdengar suara ketukan di pintu kamarnya. Alya berjalan membukakan pintu..


"Ada apa bi... apa bibi melihat kak Tian"tanya Alya


"Saya tadi melihat Tuan Tian sudah pergi kerja non... "


"Jadi kak Tian sudah pergi kerja... mengapa kak Tian nggak pamit, apa kak Tian marah ya"pikir Alya


"Maaf non... ada pak Andi ingin bertemu non"ucap bibi mengejutkan Alya yang melamun


"Andi.. mau apa ya bi... apa ada berkas kak Tian yang ketinggalan ya"lirih Alya sambil berjalan ke lantai bawah menemui Andi


"Selamat Pagi bu Alya... anda harus ikut saya kerumah sakit sekarang... "


"Siapa yang sakit... "ucap Alya cemas. Pikirannya sudah mulai tak enak, kepalanya makin terasa pusing..


"Tuan Tian mengalami kecelakaan, saya sudah menghubungi bu Alya, tapi ponsel ibu tak aktif.. saya kesini ingin menjemput ibu, kita kerumah sakit... "


Alya merasa tubuhnya lemas... ia berpegangan ke sandaran kursi.


"Bu Alya... ibu tak apa apa... "tanya Andi melihat Alya yang tampak lemah


"Saya tak apa apa... tunggu sebentar Andi... saya mau ambil tas saya"Alya berjalan kelantai atas dengan berpegangan di tiang penyangga tangga.


Didalam perjalanan menuju rumah sakit, Alya hanya diam... pikirannya sangat kacau.


"Ya Tuhan... tolong lindungi kak Tian,aku tak akan sanggup lagi kehilangan orang yang kucintai... "


Alya tak bisa membendung air matanya..


"Andi bisa lebih cepat jalannya... apa mama mega sudah tahu... Yudha juga sudah diberi kabar"


"Sudah bu... bu Mega sudah dirumah sakit dan Tuan yudha lagi diperjalanan"


Sampai dirumah sakit Alya langsung berlari menuju ruang IGD, ia melihat mama mega.


"Mama... bagaimana kak Tian"mama Mega memeluk Alya


"Tenang Alya... dokter lagi memeriksanya. Kita doakan saja semua baik baik saja"

__ADS_1


Alya sangat lemas hingga ia terduduk di lantai depan ruang itu..


"Alya... jangan duduk disini.. ayo berdiri "Mama Mega menuntun Alya menuju kursi tunggu.


Dokter keluar dari ruangan dan menemui mama Mega, karena dokter yang menangani Tian adalah kenalannya.


"Bagaimana keadaan Tian... "tanya mama Mega kepada dokter Heru


"Setelah kami CT scan... terdapat pendarahan diotaknya dan harus dilakukan operasi"


"Apakah kak Tian terluka parah dok... mengapa harus dioperasi, apakah pendarahan diotaknya sangat berbahaya sehingga harus dioperasi"tanya Alya beruntun


"Apakah ini istri Tian.. Mega"tanya dokter Heru


"Ya... ini istri Tian, menantuku"


"Tenang saja... hanya ada pendarahan kecil, tapi harus tetap dioperasi agar kedepannya tidak berbahaya dan tidak tidak ada keluhan. Tapi jangan kuatir... kami akan melakukan yang terbaik"


"Baiklah dok... lakukan apa saja yang terbaik buat kak Tian"


"Kalau begitu kamu bisa ke administrasi, untuk menanda tangani surat persetujuan operasinya, saya akan mempersiapkan operasinya "


#################


Operasi Tian dilakukan siang ini juga.. Setelah beberapa jam didalam ruang operasi, akhirnya Dokter keluar. Alya dan mama Mega langsung berdiri melihat dokter.


"Bagaimana operasi suami saya dok... "


"Syukurlah dok... terima kasih"ucap Alya sedikit lega.


"Alya... muka mu sedikit pucat... kamu sakit"


"Nggak ma... aku nggak apa apa"


"Kamu juga harus menjaga kesehatanmu, jangan ikutan sakit, nanti siapa yang menjaga Tian. Kamu belum makan bukan, lebih baik kamu makan dulu"


"Ma.. Alya tak lapar.. .mama kalau capek, pulanglah dulu, nanti jika terjadi apa apa Alya akan kabari"


"Mama... pulang nanti saja tinggu Tian pindah ke ruang rawat dulu"


"Mama juga harus makan... biar Alya minta Andi beli makanan untuk mama"


"Mama tadi sudah makan Alya... kamu yang belum"


"Alya benar belum lapar ma... "


Setelah hampir tiga jam diruang observasi, Tian akhirnya dipindahkan ke ruang rawat. Dokter mengatakan dalam sehari ini mungkin Tian tak akan sadarkan diri. Efek dari pasca operasi.


Alya meminta mama Mega istirahat saja di rumah, nanti jika Tian sadar akan dikabarin.

__ADS_1


Alya duduk disisi ranjang Tian, tangannya terus menggenggam tangan Tian... air matanya terus mengalir melihat Tian yang terbaring


"Kak cepatlah sadar... maafin Alya... mulai hari ini Aku akan berusaha menjadi Alya yang tegar dan kuat, tidak boleh cengeng lagi, agar tidak mudah dibodohi. Semua ini karena Alya, kakak jahatin Sari karena Alya, kak Tian kecelakaan juga karena Alya"lirih Alya


Kepalanya kembali terasa pusing dan perutnya terasa mual... Alya pergi ke kmar mandi dan muntah dikamar mandi. Karena Alya yang tidak ada makan apa apa.. hanya lendir yang keluar dari muntahan nya.


Alya kembali duduk disi ranjang, kepalanya diletakan ditepi ranjang, karena lemas sehabis muntah Alya ketiduran .


Setelah menempuh perjalanan sekitar tujuh belas jam Yudha sampai dirumah sakit. Ia langsung menuju ruangan Tian yang didapatnya dari Andi.


Yudha membuka pintu kamar dengan pelan. Tampak Alya yang tertidur duduk ditepi ranjang. Yudha mendekati Alya dan membangunkannya


"Alya... bangun.."Yudha mengguncang tubuh Alya pelan.


"Yudha... kamu sudah sampai"


"Pindahlah tidur di ranjang, badanmu bisa pegal kalau tidur sambil duduk begini"


Di kamar VVIP memang terdapat satu ranjang untuk keluarga yang menunggu pasien.


"Nggak apa apa Yudha... aku disini saja.. biar nanti kak Tian sadar, aku cepat mengetahuinya. Kamu juga pasti capekan"


"Aku sudah tidur dipesawat tadi. Alya... lihat wajahmu sangat pucat.. kamu sakit"Yudha memegang dahi Alya.


"Nggak... mungkin aku sedikit kelelahan saja"Alya menepis tangan Yudha yang memegang dahinya.


"Alya... kenapa, aku tak boleh memegang sedikitpun tubuhmu, aku cuma ingin memastikan keadaan tubuhmu, kak Tian tidak akan marah kalau ia melihat, lagi pula kak Tian juga belum sadarkan "


"Maaf... "ucap Alya merasa tidak enak hati


"Tidurlah di ranjang itu, nanti jika kak Tian sadar aku akan bangunkan kamu. Kalau kamu sakit itu akan menambah beban pikiran kak Tian"


"Baiklah, tapi kamu janji bangunkan aku segera jika kak Tian telah sadarkan diri"


"Baik... jangan kuatir. "


Alya pergi beranjak ke ranjang dan merebahkan dirinya.


Yudha duduk disofa dengan mata yang tak lepas memandang kearah Alya yang tertidur.


Tian mulai sadar, ia membuka matanya dan merasa kan kepalanya sedikit pusing. Ia melihat kesekeliling ruangan. Tampak Yudha yang terus memandangi wajah Alya istrinya yang sedang tertidur. Tian hanya diam memperhatikan semua.


**************************


Terima kasih tetap setia membaca novel ini.


Hari ini author khusus upload dua bab karena takut diserang sama pecinta Tian dan Alya 🤭🤭😄😄😄. Author tak akan buat Tian amnesia kok.


Mampir juga ya di novel terbaru ku

__ADS_1


ANTARA AKU, KEKASIHKU DAN SAHABATNYA


__ADS_2