Aku Bukan Simpanan (Season Satu & Dua)

Aku Bukan Simpanan (Season Satu & Dua)
Bab 44. Kecelakaan


__ADS_3

Sesampai di apartemennya Alya langsung ke kamar. Ia merebahkan dirinya di tempat tidur dengan masih memakai gaun yang basah.


"Apa salahku... aku tak pernah mendekati Yudha atau Tian. Apa orang miskin seperti ku tak boleh bergaul dengan orang kaya. Apa terlalu hina jika kami berteman... "gumam Alya sambil menangis.


"Hei... badanmu bau banget... "ucap Azka yang telah berada di kamar Alya.


Alya sangat terkejut atas kehadiran Azka.


"Azka.... "Alya memeluk Azka dengan erat sambil menangis.


"Udah kukatakan... badanmu bau banget. Kamu jatuh.. masuk got.. "Azka


"Tidak... "Alya


"Apa ada yang ngerjain kamu.... "Azka


"Aku tak tahu.... "Alya.


"Kamu lucu banget... kok nggak tahu kalau dikerjain orang. Siapa yang melakukan ini. Mengapa kamu tak membalasnya... "ucap Azka


"Aku tak tahu mereka siapa... mengapa mereka menyiramku dengan kotoran...aku juga tak tahu salahku apa "gumam Alya


"Sudah nanti dilanjutin lagi... sekarang kamu mandi deh.. dari pada nanti kamarmu jadi bau.. "


Alya masuk ke kamar mandi dan memebersihkan tubuhnya. Selesai mandi Alya keluar kamar menuju sofa dimana Azka duduk..


"Azka... kapan kamu datang.. "


"Dua jam yang lalu... kamu dari mana.. mengapa pulang berantakan gitu... "


"Aku datang ke pesta ulang tahunnya tunangan Tian... aku di keroyok di kamar mandi. Mereka mengatakan aku harus menjauhi Tian dan Yudha.. Azka... aku tak pernah mendekati mereka... tapi mengapa aku tetap disalahkan.. "


"Kamu seharusnya benar benar menghilang dan pergi sejauhnya dari kehidupan mereka. Karena jika kamu masih dekat mereka... orang orang yang tak suka dengan hubunganmu pasti akan terus mengganggu mu.. "


"Azka... aku ingin pergi jauh... tapi aku terikat kontrak dengan Tian... "


"Aku akan membereskan semuanya.... "


"Apa itu bisa... apa kamu punya uang buat ganti rugi kontrak. Lalu aku harus bagaimana Azka... "tanya Alya

__ADS_1


"Aku akan mencoba membayar dendanya. Setelah itu kamu bisa hidup denganku... "Azka


Azka mendekat ke Alya... dan memegang tangannya.


"Alya... menikahlah denganku... aku akan membuatmu bahagia. Sejak kamu membantu aku, membersihkan namaku dari wanita yang mencoba memfitnah aku itu, aku makin menyukai dan mencintaimu "


"Azka... aku tak pantas buatmu... kamu sangat baik.. "ujar Alya


"Aku yang tahu siapa yang pantas buatku. Kamu juga tahu aku tak pernah mencintai dan dekat dengan wanita manapun selain skandal aku dulu dengan Clarissa"


"Apa kamu tidak akan menyesal menikah denganku nantinya. Aku tak mau gagal untuk kedua kalinya di pernikahanku... "


"Aku tak akan menyesal karena aku tahu kamu wanita yang baik dna aku juga sangat mencintaimu. .. "lirih Azka


"Azka.... Aku bersedia menikah denganmu.... "ucap Alya dan memeluk Azka


"Mungkin dengan aku menikahi Azka mereka tidak akan menuduhku lagi. Aku bisa nantinya belajar mencintainya... Azka lelaki yang baik... tak akan sulit nanti bagiku untuk mencintainya."


##############


"Pagi Alya sayang.... "ucap Azka dari dapur melihat Alya keluar dari kamar


"Aku membuat nasi goreng cinta... "gumam Azka


"Nasi goreng cinta... "tanya Alya


"Ya... nasi goreng yang dibuat dengan penuh cinta untuk orang yang paling dicintai..."


"Gombal.... "ucap Alya manyun


"Sesekali gombal tak apalah...apa lagi gombal dengan calon istri"


"Az... habis sarapan kita jalan ke puncak ya... Aku ingin kamu menikmati suasana puncak yang sangat sejuk. Aku pernah janji akan membawa mu kesanakan.... "


"Kamu serius sayang... kita akan liburan berdua... "Azka mendekat dan mengecup pipi Alya.


"Ya... aku ingin menikmati hari berdua denganmu sebelum kita menikah... "Alya


"Aku bahagia banget Alya... akhirnya kamu mau menerimaku.Aku sudah lama menantikan saat ini"

__ADS_1


"Azka... kamu lelaki baik... pastilah tak ada wanita yang menolak jika kamu lamar. Buktinya Clarissa aja sampai tergila gila denganmu"


"Giliran kamu ngegombal... "ujar Azka


"Ha.. ha... "Alya tertawa lepas


"Ayo cepat sarapannya... nanti keburu siang.."


"Azka... aku mau hubungi seseorang yang bisa membawa kita ke puncak. dulu ya... "


Alya menghubungi jasa rental mobil dan sekalian supirnya. Setelah sarapan mereka langsung siap siap menuju puncak.


Perjalanan ke puncak tidak begitu padat. Karena ini bukan hari libur. Alya sengaja membolos kerja. Lagi pula ia akan resign.


Sepanjang perjalanan tangan Alya selalu dalam genggaman Azka.


Ia sangat bahagia karena dapat meminang wanita yang sangat dicintainya.


"Alya... kamu tahu.. aku rasa bermimpi saat ini. Aku akan menjadi suami kamu dan kita akan hidup bersama selamanya"


"Kenapa bisa kamu berpikir jika ini mimpi"tanya Alya


"Ya... aku tak menyangka kamu menerima pinanganku. Aku merasa lelaki paling bahagia saat ini. Rasanya aku ingin menghentikan waktu... aku takut nanti semua ini memang hanya mimpi... "


"Azka... nih terasa nggak cubitan Alya. Sakitkan. Berarti kamu nggak mimpi... "canda Alya


Ketika mereka asyik berbincang tiba tiba dari arah berlawanan tampak truk yang melaju dengan kencangnya.


"Azka... mengapa truk itu melaju kencang... pak hati hati ada mobil didepan... "ucap Alya.


Azka yang melihat mobil itu akan menabrak mobilnya langsung membuka pintu dan mendorong Alya keluar dari mobil..


Tabrakan tak dapat dihindari lagi.. mobil yang didalamnya terdapat Azka tampak sangat ringsek... masuk kedalam kolong truk. Kemacetan sangat panjang terjadi karena tabrakan itu.


Alya yang terlempar dari mobil... terpental cukup jauh... Alya sudah tak sadarkan diri.


************************


Terima Kasih untuk semua pembaca setia novel ini

__ADS_1


__ADS_2