
Setelah makan Cindy membantu Alya membereskan sisa makan mereka. Tian dan Axel duduk diruang keluarga. Sedang asyik nonton muncul Bunga.
"Selamat malam daddy. Selamat malam kak Axel yang ganteng.. yang tak pernah jelek"
"Selamat malam sayang"ujar Tian
"Daddy.. sudah ya makan malamnya. Kok duduk di sini"
"Sudah.. kamu telat sih datangnya"
"Aku tadi ada tes ditempat les, Dad. Maka lama pulang lesnya"ucap Bunga dan duduk disamping Axel. Bunga yang dari kecil sudah terbiasa memeluk Axel walau depan Tian, dengan tanpa canggung juga memeluk lengan Axel.
"Kak Axel.. kok ganteng banget sih. Mommy ngidam apa sih waktu hamil.. "gumam nya.
"Lihat orang tuh biasa aja kali, jangan sampai ileran gitu"ucap Axel menoyor kepala Bunga yang memandangi wajahnya.
Tian tersenyum melihat tingkah Bunga dan anaknya itu. Bunga menghapus mulutnya.
"Kak Axel bohong.. mana ada aku ileran"ujarnya.Axel lalu tersenyum.
"Yeahh... "teriak Bunga
Alya,Alexa dan Cindy yang baru datang dari dapur melihat Bunga yang bergelayut mesra di lengan Axel.
"Apaan sih teriak teriak, kayak tarzan aja lu"ujar Alexa
"Tadi kak Axel senyum loh ce.. manis banget. Untung Bunga nggak memiliki riwayat diabetes."
"Lebay banget sih Lu. Gue kira Lu menang lotre, nggak tahunya cuma lihat senyum Axel."
"Bagi Bunga sih lebih senang lihat senyum kak Axel dari menang lotre"ujarnya.
"Bunga.. kenalkan ini teman wanitanya Axel"ujar Alya, ia melihat Cindy yang memandangi Bunga dengan masam. Alya tak ingin Cindy nanti marah karena Bunga.
"Bunga.. cewek paling manis dirumah ini"ucap Bunga sambil mengulurkan tangannya
"Cindy.. "ucapnya dan duduk disamping Axel. Axel lalu melepaskan pelukan Bunga dilengannya. Bunga lalu cemberut.
__ADS_1
"Kasihan deh Lu.. ada saingannya. "ledek Alexa dan tertawa.
"Biarin.. selagi janur kuning belum berdiri, ijab kabul belum diucapkan, masih ada kesempatan "ucap Bunga
"Bunga.. jangan asal ngomong deh. Ntar Cindy bisa salah paham. Cindy.. Bunga ini sudah aku anggap seperti adik sendiri. Kami dari kecil sudah seperti ini."ujar Axel
"Nggak apa kok Axel. Aku tahu kok kalau Bunga cuma bercanda"ucap Cindy.
"Siapa bilang bercanda Cin.. Bunga ini memang suka kok sama Axel. Jadi kamu harus bisa menangin hati Axel, aku yakin Bunga juga pasti memiliki tempat sendiri dihati Axel, karena dari kecil sudah sering bersama "
"Alexa.. kamu jangan ngomong begitu. Betul yang dibilang Axel, nanti Cindy bisa salah paham. Cindy.. Bunga ini dari lahir sudah hidup bersama dengan Axel. Bahkan Axel lebih mau menuruti maunya Bunga dari pada cece nya, ia sayang banget dengan Bunga seperti adiknya sendiri. Jadi tante harap kamu jangan cemburu dengan Bunga. Jika ia memeluk Axel, itu karena rasa sayangnya. "ucap Alya
Alexa jadi manyun mendengar ucapan Alya. Mereka berbincang sampai hari cukup larut. Jam sepuluh Axel mengantar Cindy pulang ke apartemen nya. Bunga tidur di rumah Tian, karena besok sabtu ia libur sekolah.
Axel sudah sampai di basement apartemen Cindy. Sebelum Cindy turun mereka sempat berbincang.
"Selamat malam sayang... semoga kamu senang bisa berkenalan dengan keluargaku. Maafkan cece kalau bicaranya asal. Tapi sebenarnya ia baik. Dan jangan cemburu dengan Bunga seperti yang mommy bilang, aku hanya menganggapnya seperti adikku"
"Tapi Bunga anaknya cukup cantik. Apa kamu benar benar tak mempunyai perasaan lebih dengannya"
"Sebagai pacarmu, aku sedikit cemburu. Ia dengan bebas boleh memeluk dirimu, dan juga orang tua kamu kelihatannya sangat menyukai dan sayang dengan Bunga. Terutama daddy kamu,ia tampak sangat menyayangi Bunga,aku iri. Bunga telah mendapat tempat dihati keluargamu"
"Itu karena Bunga, anaknya sahabat Daddy.Daddy dan papanya Bunga sudah seperti saudara juga"
"Daddy kamu sepertinya kurang suka denganku"gumam Cindy
"Mengapa kamu berpikir begitu sayang.. "
"Kamu nggak dengar, ia selalu saja menyinggung tentang apartemen yang kamu beli, mungkin ia curiga. Bagaimana jika daddy kamu tahu, jika apartemen yang aku tempati sekarang memang pemberian kamu, pasti ia akan mengira aku ini cewek matre yang akan morotin uangmu"
"Aku yang akan jelasin dengan daddy. Itu menjadi urusan aku, kamu jangan takut. Daddy pasti tidak bermaksud menyinggung kamu. Daddy orang nya hanya sedikit keras. Aku memang membeli ini tanpa beritahu daddy. Itu yang membuat ia marah. "
"Axel.. aku sangat mencintaimu. Jika orang tuamu tidak menyukai dan merestui hubungan kita bagaimana sikapmu. Aku tak mau berpisah denganmu ,aku tak bisa hidup tanpamu"ucap Cindy dan menangis.
Axel lalu membawa Cindy ke dalam pelukannya.
"Aku juga sangat mencintaimu. Aku akan membuat orang tuaku merestui hubungan kita, kamu jangan kuatir "
__ADS_1
"Kamu janji ya tidak akan pernah meninggalkan aku, Apapun yang akan terjadi"
"Ya.. sayang. Sekarang aku pamit dulu. ini sudah sangat malam. Kamu harus istirahat"
"Sayang. aku lupa beri tahu kamu, jika besok aku harus ke Singapura lagi. Mungkin selama dua minggu aku di sana. "
"Mengapa lama banget.. "
"Sayang.. aku bukan jalan jalan atau sekedar main main, aku disana bekerja. Ini juga buat masa depan kita. Aku mau mengumpulkan uang sebanyak banyaknya untuk modal kita menikah, agar aku bisa buktikan pada daddy kamu kalau aku tak hanya mengharapkan harta daddy kamu aja"
"Kamu memang calon istri terbaikku.. "ucap Axel mengecup bibir Cindy.
Cindy membalas kecupan Axel dengan ******* bibir Axel. Mereka saling berpamitan dengan panasnya. Setelah puas, mereka melepaskan pagutannya.
"Ingat selama di sana jangan main hati. Jaga kepercayaanku, jangan telat makan, dan jangan lupa istirahat yang cukup. Ingat aku selalu setia menunggumu"
"Kamu juga jangan main hati, jangan terlalu sering pelukan dan berduaan dengan Bunga. Ia gadis yang cantik dan masih belia, aku takut nanti akhirnya kamu tergoda dengannya.Aku bisa mati jika kamu berpindah ke lain hati. Aku sangat mencintaimu "
"Jangan kuatir, sayang. Hatiku telah kukunci dan kuncinya ada ditanganmu, tak akan ada uang bisa membukanya selain kamu"
"Gombal.. mengapa ya semua orang mengira kamu dingin dan pendiam, padahal kamu rajanya gombal "ucap Cindy sambil tertawa
"Aku gombal hanya padamu.. "
"Aku masuk dulu.. kamu hati hati.. salam buat mommy kamu. Ia sangat cantik dan baik,pantas kamu sangat mengaguminya, dan menyayanginya"
"Kamu juga sangat cantik dan baik seperti mommy, itu lah yang membuat aku sangat mencintaimu "
"Terima kasih sayang.. kamu selalu saja bisa membuat hatiku senang dengan gombalan dan rayuanmu"
"itu bukan rayuan tapi kenyataan ,Jangan lupa mimpikan aku sayang... "
"Oke.. kamu juga. "ucap Cindy dan turun dari mobil.Ia berjalan meninggalkan Axel. Setelah Cindy menghilang, barulah Axel melajukan mobilnya meninggalkan apartemen Cindy.
***********************
Terima kasih untuk semua pembaca setia novel ini
__ADS_1