Aku Bukan Simpanan (Season Satu & Dua)

Aku Bukan Simpanan (Season Satu & Dua)
Bab 9. Hari hari yang harus kujalani


__ADS_3

"Kemana pergi nya lelaki arogan itu. Apa ia memang hanya menganggap diriku sebagai pelayannya. Melayani di tempat tidur di kala malam dan melayani semua kebutuhannya. Dengan seenaknya ia meninggalkanku setelah puas dengan tubuhku"bathin Alya.


Alya berjalan keluar dari kamar itu menuju kamarnya. Ia segera membersihkan dirinya.


Setelah selesai berpakaian Alya menuju dapur ingin membuat sesuatu untuk mengisi perutnya.


"Selamat pagi nyonya.... Ada yang bisa saya bantu"ucap seorang wanita setengah baya yang membuat Alya kaget.


"Maaf.... kamu siapa"tanya Alya


"Panggil saja bi Sum nyonya. Saya ART di villa ini"ujar bi sum


"Kemarin saya datang tapi tak melihat bi sum"Alya


"Kemarin saya pulang kampung nyonya. Baru sampai subuh tadi. Sebelum pergi Tuan Tian bilang ada nyonya yang akan menghuni villa ini"bi Sum


"Panggil saja saya Alya bi Sum... jangan nyonya"Alya


"Bukankah anda istri Tuan Tian udah sepantasnya saya memanggil nyonya"Bi Sum


"Bi Sum salah.... saya bukan istri Tuan Tian... saya sama bi Sum sama saja. Saya hanya pelayanTuan Tian"Alya.


"Bi Sum tak ngerti maksud nyonya.... "Bi Sum


"Bi.... saya menikah dengan Tuan Tian hanya untuk melunasi hutang saya dengan Tuan Tian. Saya hanya sebagai pelayannya. Setelah nanti ia bosan dan tak menginginkan saya... saya akan dicampakan"Alya


Entah mengapa Alya begitu terbuka dengan bi Sum. Ia langsung merasa nyaman dekat bi Sum.


"Nyonya.... yang sabar ya. Sebenarnya Tuan Tian orang yang baik"bi Sum


"Entahlah bi.... apa ada orang baik menjadikan pernikahan hanya mainan belaka. Sebagai pelunas hutang.... "gumam Alya.


"Nyonya.... percayalah ama bi Sum... Tuan Tian tak seburuk yang anda pikirkan. Keadaan yang membuat ia seakan terlihat jahat"bi Sum


"Semoga memang ada sisa kebaikan Tuan Tian buat saya bi. Jangan panggil nyonya bi Sum... panggil saja Alya"Alya


"Baiklah non Alya.... non mau sarapan apa. Biar bi Sum buatkan.... "Bi Sum

__ADS_1


"Saya udah tak lapar bi.... nanti saja saya sarapan"Alya.


"Non Alya.... tadi sebelum berangkat Tuan Tian bilang... saya harus memastikan non makan, karena Tuan Tian bilang non Alya dari kemarin belum makan. "Bi Sum


"Tuan Tian pasti takut jika saya sakit jadi tak bisa melayaninya. Atau jika saya sakit... takut akan menularkan kepadanya"lirih Alya


"Non.... bi Sum buatkan nasi goreng aja ya"bi Sum


"Terima kasih bi... tapi saya benar tak lapar. Saya minum susu aja. "ujar Alya mencari keberadaan letak susu


"Biar bi Sum yang buatkan non"bi Sum


"Jangan bi.... Alya udah bilangkan, saya hanya pelayan, jadi tak perlu bi Sum layani"ujar Alya sambil membuat susu.


################


Sudah dua hari Tuan Tian tak pulang. Alya tak tahu apa ia harus bersyukur. Tapi ia takut jika ia jarang melayani Tuan Tian... hutangnya akan lama lunasnya.


Alya merasa perutnya sangat sakit. Ia yakin asam lambungnya kambuh. Karena ia jarang makan.


"Bi Sum.... Alya mau istirahat dulu... "pamit Alya.


"Tidak bi.... cuma sedikit pusing"bohong Alya


"Mau bi Sum buat kan teh hangat"Bi Sum


"Tak usah bi.... dengan beristirahat nanti pasti sakit kepalanya Alya akan hilang"Alya.


"Baiklah non... istirahatlah. Semoga cepat sembuh"bi Sum


###############


"Mana Alya bi.... mengapa sejak tadi saya tak melihatnya"Tian bertanya karena sejak datang ia tak melihat Alya


"Non Alya tidur sejak sore Tuan.... kata non Alya ia sedikit pusing"bi Sum


Tian berjalan kearah kamar yang ditempati Alya.

__ADS_1


Tian memcoba memutar handle pintu dan terbuka. Ia melihat Alya tidur dengan meringkuk sambil memegang perutnya.


Ia berjalan mendekat kearah Alya. Tampak sisa air mata di pipinya.


"Apa ia benar benar sakit atau hanya berpura pura agar aku tak meminta ia melayaniku.


Tapi bi Sum bilang ia tidur dari sore dan aku belum pulang saat itu"bathin Tian


Tian memegang dahi Alya. Tak terasa panas. Ia pun membangunkan Alya yang dikiranya hanya berpura pura sakit.


"Bangun.... jangan berpura pura lagi kamu"Tian mengguncang tubuh Alya kencang


Alya kaget dan langsung duduk...


"Maaf Tuan... anda sudah datang. Tadi saya ketiduran... Maaf"Alya


"Siapa yang menyuruhmu bermalasan. Apa kamu tak ingin hutangmu cepat lunas"Tian


"Maaf Tuan... saya tak tahu anda akan pulang"Alya


"Apa saya harus melapor setiap kegiatan saya. Memang kamu kira kamu siapa"Tian


"Maaf sekali lagi Tuan... saya tak akan mengulanginya. Saya memang seharusnya tidak boleh bermalasan"ucap Alya dengan hati yang sedikit perih


"Cepat makan.... setelah itu mandi dan ke kamar saya"Tian


"Baik Tuan..... "Alya


Setelah Tian meninggalkan kamarnya. Alya tak dapat menahan tangisnya.


"Aku tak mungkin berpura sakit Tuan, kapan anda pulang saja saya tak tahu. Saya juga ingin cepat melunasi hutang saya agar saya bisa bebas dari anda"gumam Alya sambil menangis.


Ia segera mandi dan ingin cepat ke kamar Tian. Ia takut jika Tian terlalu lama menunggu itu akan berdampak buruk terhadapnya. Ia melupakan rasa lapar dan perutnya yang masih terasa sakit.


****************


Jangan lupa like... koment dan vote

__ADS_1


Terima Kasih


__ADS_2