
Alya sudah kembali ke Jakarta. Pesawat yang ditumpanginya telah mendarat di bandara Soekarno Hatta.
"Jakarta... aku kembali. Aku berharap kisah sedih hidupku tak akan terulang kembali"Lirih Alya.
Alya langsung ke apartemen yang telah disediakan Alex. Ketika sampai ia langsung merebahkan dirinya di kasur.
Malam harinya Alya pergi ke kafe terdekat buat mengisi perutnya yang sudah meminta diisi.
"Uh... aku akan memulai hidupku kembali di kota ini... "Alya.
Setelah pesanannya datang,Alya menyantapnya dengan penuh nikmat dan tak menyadari seseorang yang telah berdiri di hadapannya memperhatikan ia makan.
"Kelihatannya kamu lapar banget... "ucap orang didepan Alya
Alya mendongakan kepalanya mendengar seseorang berbicara....
"Kamu..... "ucap Alya kaget. Ternyata Tian orang yang ada dihadapannya.
"Ternyata kita berjodoh.... setiap kamu lagi makan di kafe atau restoran kita selalu bertemu"Tian
"Itu bukan jodoh... hanya kebetulan... "Alya
"Bukankah kamu memang jodohku.... kita pernah menikah"Tian
"Kita hanya ditakdirkan berjodoh sebentar... karena itu akhirnya kita berpisah Tuan Tian yang terhormat... "Alya
"Oh ya... tapi aku bisa merubahnya... kita bisa bersama lagi dan berjodoh kembali... "Tian
"Maaf Tuan Tian... aku tak berniat menjadi wanita perebut calon suami orang... "Alya
__ADS_1
"Jika aku memutuskan pertunangan ku apakah berarti kamu mau kembali padaku"Tian
"Maaf... aku telah menutup cerita antara kita dahulu. Dan ku kunci rapat... kuncinya ku buang jauh... jadi tak mungkin cerita itu bisa kembali ku buka... "Alya
"Aku akan mencari kuncinya dan akan membuka cerita antara kita kembali. Apa aku boleh duduk disini. Akan lebih asik jika kita bercerita sambil duduk"Tian
"Tentu saja boleh... kafe ini bukan milikku. Jadi aku tak hak melarangmu duduk dimanapun"Alya
"Terima kasih kamu sudi berbagi tempat denganku... "Tian duduk dihadapan Alya
"Oh tapi maaf Tuan Tian... aku bukan mau berbagi tempat denganmu. Tapi karena aku telah selesai menyantap hidanganku... itulah sebabnya aku mengizinkan kamu duduk di sini... "Alya berdiri dari duduknya dan melewati Tian ingin pergi ke kasir...
Tian cepat menangkap pergelangan tangan Alya, menahannya agar tak pergi.
"Kamu tak boleh pergi.... "Tian
"Apa hak mu melarangku... "Alya
"Kamu mengancamku.... "Alya
"Ini bukan ancaman tapi peringatan.... "Tian
"Kamu pikir aku takut dengan mu Tuan Tian yang terhormat... "Alya
Tian langsung berdiri dan menarik tengkuk Alya mendekat ke wajahnya. Tian langsung mencium Alya di depan orang yang ada di kafe itu.
Alya kaget dengan tindakan Tian. Ia sempat terpaku sebelum akhirnya melayangkan tangannya ke pipi Tian dan menamparnya keras.
"Kurang ajar sekali kamu Tuan Tian.... "Alya
__ADS_1
"Kenapa... kamu mau yang lebih... "Tian
"Apa kamu tak malu melakukan ini didepan umum... "Alya
"Jadi kamu mau aku melakukannya dimana.... di apartemenku... apartemen mu atau di hotel... "Tian
"Kamu memang sudah gila. Apa yang akan dilakukan tunanganmu jika ia mengetahui ini"Alya
"Dia akan memutuskan pertunangan denganku atau mencarimu buat perhitungan... "Tian
"Kau sengaja melakukan ini agar aku diserang dan dibenci tunanganmu. Tetnyata kau sangat licik dan pengecut. Kau sengaja mengumpanku..... "Alya
"Ternyata nyali mu sekarang sudah besar buat melawan dan membantah kata kataku... "Tian
"Tuan Tian yang terhormat... aku bukan pelayanmu lagi...jadi buat apa aku takut padamu.... "Alya
"Kita lihat saja nanti... apa kau bisa lepas dariku... "Tian
"Lepaskan tanganku.... "Alya menyentak tangannya agar terlepas.
"Kamu akan kembali pada ku akhirnya Alya... "Tian
Alya meninggalkan tempat itu dengan amarah yang memuncak...
"Apa kamu pikir masih bisa mengaturku. Aku bukan pelayanmu lagi. Mengapa kamu selalu ingin mengatur hidupku. Apakah aku mempunyai salah padamu. Aku hanya ingin hidup bebas tanpa ada hubungan lagi dengan mu. Apakah keinginan ku ini sulit... Kamu bisa mencari wanita mana saja buat mainanmu... mengapa harus aku..... "lirih Alya menangis sambil berjalan menuju apartemen nya yang berada tak jauh dari kafe.
"Apakah aku sudah gila. Apa yang aku lakukan tadi. Aku bahkan tak memikirkan diriku,ini akan memalukan diriku sendiri jika orang mengetahui dan melihat diriku dengan jelas. Aku hanya merasa ia seolah menantangku dengan sikapnya yang selalu menghindariku.... "Tian membatin setelah melihat kepergian Alya.
*********************
__ADS_1
Jangan lupa like.. koment dan vote
Terima Kasih