
Sudah hampir seminggu sejak kepulangan Tian dan Alya dari pulau macan. Mereka kembali disibukan dengan rutinitasnya.
Setiap pagi Alya akan sempatkan buat sarapan untuk suaminya. Walau hanya sekedar telur omelet sayur.
Seperti pagi ini, Alya bangun kesiangan...jam sudah menunjukan jam delapan. Tian akan rapat pukul sembilan. Sementara Tian mandi, Alya membuat omelet sayur.
"Selamat pagi sayang... cintaku.. kamu tadi lupa ya memberi kakak morning kiss"Tian langsung melum*t bibir Alya.
"Kak... ih... sesak nih nafas.. pagi pagi sudah main lum*t aja"ucap Alya sambil mendorong dada Tian agar meepaskan pagutan bibir mereka
"Habis bibirmu lebih manis dari segelas susu"
"Cepat sarapannya kak... nanti telat. Kak Tian ada pertemuan nantikan dengan klien penting"
"Ya.. sayang... kalau saja nggak ada meeting penting, kamu pasti sudah kak Tian lahap.. "Tian tersenyum smirk .
"Sudah makan tuh kak sarapannya.. pagi pagi sudah berpikiran mesum"
"He... he... siapa suruh punya wajah cantik dan seksi... harus siap dong dilahap tiap saat"
"Buang tuh pikiran mesum kakak... supir sudah menunggu. Oh.. ya kak... nanti siang Aku juga ada meeting sambil makan siang... jadi mungkin aku nggak ke kantor kak Tian ya. Kakak makan dengan Andi saja ya"
"Jangan sering sering buat kayak gini... nanti kak Tian tutup agensimu, biar kamu pengangguran dan bisa temani kak Tian tiap saat. "
"Kak Tian...aku kan cuma sesekali nggak makan siang dengan kakak... coba aja kalau kak Tian berani tutup agensiku..."
"Emangnya kalau kak Tian tutup... kamu mau apa"
"Aku tak akan mau tidur sama kak Tian selama dua bulan... dan kak Tian tak akan aku masakin... "
"Berat banget hukumannya... sayang... sehari aja tidur nggak peluk kamu rasanya ada yang kurang... apalagi sampai dua bulan... "
"Makanya kak Tian... jangan coba coba tutup agensiku.. kak Tian kan sudah janji, kalau aku boleh tetap bekerja asal tak melalaikan kewajibanku sebagai istri... oh ya kak.. minggu depan aku sudah harus kuliah lagi "
"Sayang... kenapa harus kuliah sih.. buat apa... kamu sudah ada usaha sendirikan"
"Kak... pendidikan bukan hanya buat cari kerjaan... tapi buat pengalaman.. "
"Terserah kamu... asal jangan pernah mengeluh capek kalau kakak lagi pengen... Mmuaah... kakak berangkat dulu ya.. "Tian mengecup seluruh bagian diwajah istrinya.
Alya mengantar Tian sampai masuk kemobil dan melepaskan kepergian Tian sampai mobilnya menghilang. Alya segera mandi dan bersiap ke kantornya diantar supir. Tian tidak membolehkan Alya menyetir sendiri.
Sesampainya di kantor agensinya Alya langsung disibukan dengan pemotretan beberapa model.
Tony sang fotografer tampak yang paling sibuk diantara perkerja yang lainnya. Agensi Alya cepat berkembang..
__ADS_1
"Ton... jam berapa meeting nanti... "
"jam satu siang sudah ditempat Alya... kamu jangan telat.. "ujar Tony mengingatkan.
"Ya... aku sudah akan berangkat nih. Yakin kamu nggak mau ikut. Fotografer yang lain masih adakan.. "
"Aku nggak bisa lepasin pemotretan hari ini... karena yang buat konsepnya aku.. takut nanti nggak sesuai. Aku doakan meeting dan kerjasama nya berjalan lancar"
"Oke.. aku jalan ya... "
###############
Alya mengadakan makn siang dengan kliennya sebelum meeting. Kerjasama akhirnya terjalin. Kali ini Alya akan bekerja sama dengan salah satu rumah produksi. Mereka meminta beberapa model diagensinya membintangi sinetron yang bertemakan kehidupan model.
Setelah kesepakati didapat.. mereka mengakhiri pertemuannya.
"Terima kasih... semoga kerjasama kita berjalan lancar"ujar Alya
"Semoga bu Alya... dan jika semua berjalan lancar... mungkin kerjasama kita akan berlanjut seterusnya "
"Kalau begitu kami pamit dulu... teima kasih jamuan makan siangnya"ucap salah satu staf
Alya masih duduk di restoran itu sendirian. Ia tak berniat kembali ke kantir. Dari sini ia ingin ke kantor Tian dan pulang bareng. Ia ingin membuat kejutan Tian dengan hadir dikantornya tanpa menelpon terlebih dahulu.
"Kamu... Satria.. "ucap Alya ketakutan. Ia teringat malam itu ketika Satria akan melecehkannya. Badan Alya tampak bergetar. Satria memperhatikan itu
"Alya... jangan takut. Aku tak akan macam macam.. "
Alya hanya meremas tangannya. Menahan tubuhnya agar tak bergetar.
"Alya boleh kita bicara sebentar... "
Alya hanya menganggukkan kepalanya tanpa sanggup menjawab..
"Satria tak mungkin berani macam macam... bukankah ini ditempat umum... ia akan berteriak jika Satria mulai bertingkah aneh"gumam Alya dalam hatinya
"Alya... aku mohon maaf atas kelakuanku di malam itu. Aku sadar,aku sudah keterlaluan. Aku nggak tahu mengapa aku sampai nekat melakukannya. Tapi Alya... percayalah.. itu semua diluar kendaliku. Tubuhku malam itu susah dikendalikan.. aku rasa ada seseorang yang memasukan sesuatu keminuman ku... Kamu boleh percaya atau tidak. Aku bukan membela diriku. Tapi aku benar benar diluar kendali... "
"Siapa yang bisa melakukan itu padamu ,padahal itu villamu. Pastilah orang terdekat kamulah yang menjebakmu"
"Alya... apa kamu menuduh Sari sengaja melakukan itu"
"Aku tak menyebut nama Sari.. "
"Alya... aku tahu Sari pernah berbuat salah padamu, tapi apa ia juga tega menjebak kakak nya sendiri... "
__ADS_1
"Sari memaksaku ikut ke villa dan meminta dua lelaki membekap mulutku dengan sapu tangan yang telah dibius. Aku pingsan dan ia membawaku ke kamar yang ada kamu didalamnya.. "
"Kamu pasti salah Alya... Sari menolongmu,ia membawamu karena kau pingsan. "
"Lalu siapa dua orang lelaki yang membekap mulutku hingga pingsan"
"Itu pasti penjaga villaku... kamu pasti salah paham... meraka menolong membopongmu ke kamar atas perintah Sari karena melihat kau yang hampir pingsan"
"Satria.. aku masih sadar ketika tiba tiba datang dua orang lelaki yang langsung membekap mulutku dengan sapu tangan... setelah itu aku tak tahu apa yang Sari lakukan"
"Alya... jika memang kamu yakin Sari melakukan itu... baiklah. Nanti aku bisa tanyakan langsung... tapi aku tak habis berpikir, mengapa Sari tega menjebak kakaknya sendiri... "
"Mana ku tahu maksud Sari apa... tapi aku yakin itu ia lakukan agar aku tak jadi menikah dengan Tian... "
"Alya.... Sari tak mencintai Tian lagi, buat apa ia berusaha menggagalkan pernikahanmu"
"Sudahlah Satria... aku rasa tidak ada gunanya kita bicara... "Alya berdiri dari duduknya hendak meninggalkan Satria
"Alya... aku benar benar minta maaf atas kejadian malam itu, jika Sari yang merencanakan semua itu... aku atas nama Sari juga minta maaf padamu. Tapi Sari telah menerima perlakukan yang lebih buruk dari Tian setelah kejadian malam itu.. "
"Apa maksudmu Satria... "
"Kamu bisa tanyakan sama suamimu itu... pelecehan seperti apa yang ia lakukan pada Sari... Alya... Tian itu masih sama dengan Tian yang dulu, ia tetaplah seorang bajing*n"
"Satria... jaga ucapanmu... Tian adalah suamiku. Aku tak suka kamu menjelekkannya. "
"Kalau kamu tak percaya... kamu bisa tanyakan apa yang telah ia lakukan pada Sari"
"Aku akan bertanya dengannya... dan aku percaya Tian tak seburuk pikiranmu... "
"Kamu bisa dengar apa yang akan ia katakan... tapi aku tak yakin apa Tian bisa jujur dengan ucapannya"
"Maaf Satria...sepertinya aku harus segera pamit. Perlu kamu tahu... walaupun Tian itu kamu bilang bej*t tapi aku yakin ia tak akan melakukan sesuatu yang melebihi batas... "
"Semoga keyakinan kamu benar adanya... . sekali lagi maafkan aku, walupun aku tahu kamu sangat membenciku karena kejadian malam itu... aku akan tetap akan meminta maaf kapanpun kita bertemu sampai kata maaf terucap dari bibirmu"
Alya berlalu dari hadapan Satria. Ia memikirkan perkataan Satria yang mengatakan kalau Tian telah melakukan sesuatu yang buruk terhadap Sari. Ia harus menanyakan langsung dengan Tian.
Bonus visual Satria... yang tak kalah ganteng dari Tian...
Terima kasih tetap setia membaca novel ini.
Mampir juga di novelku ANTARA AKU, KEKASIHKU DAN SAHABATNYA. Ditunggu kehadirannya...😍😍
__ADS_1