
Bumi mengikuti Alya dan Tian sampai kerumahnya setelah pesta ulang tahun Alexa dan Axel.
"Ngapain Lu ngekor gue sampai ke rumah "ucap Tian
"Jangan geer Lu.. gue nggak ngekor Lu.. tapi Alya. "ujar Bumi
"Ngapain Alya Lu ekori terus... minta mati Lu"
"Gue ingin tanya sesuatu dengan Alya. Alya bolehkan.. "
"Tentu saja Bum.. apa yang ingin kamu tanyakan. Nomor ponsel Ani atau alamat rumahnya"
"Kok Lu tahu Alya.. pintar banget ya sekarang"
"Memang istri gue dulu nggak pintar"
"Maksud gue tambah pintar sekarang... "
"Buat apa Lu tanya tanya Ani dengan Alya... Lu naksir Ani"
"Kalau ya kenapa.. memangnya Ani sudah ada pendampingnya Alya"
"Setahu aku belum...kamu cuma harus kuat mental menghadapi Ani.. karena anaknya sangat cuek.. kurang peka "ujar Alya
"Oh kalau soal itu aku bisa menaklukkannya..."
"Dan juga kamu ada saingannya Bum.. Tony juga sudah lama naksir Ani, cuma karena sifat cueknya Ani tak pernah sekalipun memperhatikan Tony"
"Kamu kan bisa menolongku Alya... kamu kan dekat dengan Ani "
"Jangan coba coba bawa Alya.. kamu berusaha sendiri.. "
"Pelit banget sih Lu... "
"Biarin... pokoknya Lu usaha sendiri... setelah Lu jatuh bangun dan berdarah darah tapi belum juga mendapatkan Ani.. baru gue izinkan Alya membantu"
"Lu sama sahabat tega banget... "
"Suka suka gue.. sekarang Lu nggak ada kepentingan bukan.. pulanglah. Ini sudah malam.. maaf gue mau main kuda kudaan."
"Pikiran Lu mesum melulu"
"Alya gue pulang.. jangan lupa kirim nomor Ani ke ponsel gue.. "
"Ya... nanti aku kirimkan ya"
"Terima kasih... kamu memang yang terbaik dan tercantik "
"Beraninya Lu merayu Alya di depan gue"ucap Tian nyengir
"Mending gue rayu depan Lu dari pada gue rayu dibelakang Lu... "
"Gue bunuh Lu kalau sampai gue tahu. Cepat Lu pergi.. sebelum gue tendang"
"Iya.. Lu sudah nggak tahan ya.. Adik kecil Lu sudah meronta pengin keluar"ucap Bumi sambil berlalu pergi
#################
__ADS_1
Sementara itu dirumahnya Yudha lagi merayu Zahra yang sudah lebih dulu tidur.
"Sayang... jangan tidur dulu dong... cepat banget sih ketidurannya... "rayu Yudha sambil mengecup bibir Zahra.
"Sayang... kasihan nih si jerry bangun pengin masuk sarang nya... "ucap Yudha mulai memasukan tangannya ke baju tidur Zahra dan menggelitik pinggang Zahra.
Usaha Yudha berhasil, Zahra membuka matanya dengan wajah cemberut.
"Apaan sih Yud... aku ngantuk... "
"Sayang.. katanya pengin cepat punya anak.. harus usaha terus dong.. "
"Tapi nggak harus tiap malam juga kan... aku capek.. "
"Dosa loh kalau nggak melayani suami.. "
"Iya.. iya aku tahu.. kamu memang deh"Zahra membuka matanya.
"Sayang... siapa suruh kamu punya wajah cantik dan badan seksi,membuat Jerry bangun terus kalau sudah di kamar "
"Kamu nya aja pikiran mesum... "
"Jadi marah nih.... aku bangunkan.."
"Nggak Yudha... tadi aku benar benar mengantuk... "
"Berarti sekarang nggak ngantuk kan"
"Sudah hilang... "
"Kalau begitu bisa langsung dong Jerry masuk kandangnya... "
"Sayang... kamu jangan panggil nama saja dong denganku... "
"Mau nya kamu aku panggil apa... "
"Sayang... ayang beb...atau my husband atau mas.. bisa juga akang.. atau apa aja deh asal jangan nama"
"Aku malu Yud... "
"Mengapa malu.. aku kan suami kamu"
"Kalau gitu aku panggil mas saja.. "
"Baiklah sayangku... "ucap Yudha dan mulai melecuti pakaian Zahra satu persatu.
###############
Pagi hari Zahra dan Yudha pergi kerumahnya Tian. Mereka ingin menjemput Axel dan Alexa untuk dibawa pergi jalan.
"Pagi sayang nya aunty....."ucap Zahra yang melihat si kembar lagi bermain. Axel yang paling dekat dengan Zahra langsung berlari mengejarnya.
"Aunty Zahra... "ucapnya minta digendong
"Gantengnya Aunty... wangi benar."ucap Zahra. Axel ingin mencium bibir Zahra tapi dilarang Yudha.
"Hai ganteng Uncle.. tak boleh ya cium bibir aunty Zahra.. kalau mau cium.. cukup pipinya Aunty"
__ADS_1
Mendengar larangan Yudha Axel langsung menangis.
"Mas.. kamu apaan sih.. "
"Bibir kamu itu hanya boleh dicium aku.. tak boleh ada lelaki lain menciumnya"
"Axel kan masih kecil mas... lagian kan Axel ponakan mas"
"Walau kecil kan tetap lelaki"
"Ih asal deh mas nih... "
Tian dan Zahra yang baru keluar dari kamar melihat Axel menangis langsung bertanya.
"Axel kenapa.. kok menangis "tanya
"Uncle... "
"Lu apain anak gue sampai ia menangis... "
"Nggak gue apa apain"
"Kalau Lu tak apa apain.. mana mungkin ia menangis...."
"Axel.. kamu diapakan uncle"tanya Tian lagi
"Tak boleh cium aunty.... "
"Aapaa... "ucap Tian kaget
"Kak Tian... kan Axel lelaki.. nggak boleh mencium wanita yang bukan mahram nya"
"Kepala Lu.... "ucap Tian menjitak Yudha
"Kak aku kan berkata benar "
"Lu dengan ponakan yang masih kecil saja cemburu.. kalau gue yang cium Zahra baru Lu marah"
Alya dan Zahra senyum senyum melihat perdebatan kakak Adek itu.
"Sudah ah.. yuk makan...kita habis nih kerumah mama. Mama bilang ia pengin makan siang bareng.. mama sudah masak banyak"ujar Alya
"Aku dan Zahra rencananya mau ngajak Axel jalan. Berarti besok ya sayang jalan nya"
"Lu mau mengajak Axel jalan.. nanti Axel tidur dekat pangkuan Zahra Lu cemburu pula.. "
"Aku kan bisa gendongnya Kak.... bukan Zahra"
"Tidak semudah itu Fulguso... Lu sudah membuat anak gue menangis.. jangan harap bisa membawanya begitu saja"
"Maafkan aku Rudolfo... aku tak akan membuat Axel menangis lagi"ujar Yudha meniru suara telenovela
"Dasar gila... berdua sama saja"gumam Alya.
"Zahra ayo kita makan... nanti kita bisa ikutan gila kalau lama lama bersama mereka"
Zahra tersenyum melihat kegilaan dua kakak beradik itu. Ia dan Alya bersama si Kembar menuju meja makan meninggalkan Tian dan Yudha.
__ADS_1
************************
Terima kasih buat semua pembaca setia novel ini.