Aku Bukan Simpanan (Season Satu & Dua)

Aku Bukan Simpanan (Season Satu & Dua)
Bab 42 Season Dua


__ADS_3

Axel pamit dengan mommynya karena ingin ke Singapura beberapa hari saja.


"Mom.. aku boleh ke Singapura ya.. "


"Buat apa nak.. kamu sudah izin dengan daddy kamu"


"Axel takut daddy tak mengizinkan mom.. "


"Kamu kesana karena ingin menyusul Cindy"


"Ya.. mom. Aku ingin memberi kejutan dengannya. Aku juga sudah kangen dengan Cindy mom.. "


"Tapi kamu nanti tidak akan melakukan hal yang buruk bukan.. "


"Maksud mommy... "


"Kamu nggak tinggal sekamar dengan Cindy"


"Mom.. aku tak mungkin melakukan itu. Aku mencintai Cindy, aku tak mungkin merusaknya sebelum kami menikah.. "


"Mommy takut kamu khilaf jika sering berduaan dengan Cindy"


"Mengapa mommy tidak pernah kuatir jika aku sekamar dengan Bunga"


"Mommy percaya Bunga... "


"Apa maksud kata kata mommy. Apa mommy tidak mempercayai Cindy. Apa mommy pikir Cindy wanita jahat.Mommy..jangan membuat aku jadi serba salah begini.. "


"Mommy tidak bermaksud begitu"


"Mommy.. aku tahu maksud mommy. Apa mommy pikir karena ia seorang model yang sering melihatkan lekuk tubuhnya pada orang,ia juga wanita nakal. Mommy juga dulu seorang model kan. Apa mommy juga melakukan hal yang jelek dulu.. apa mommy juga wanita yang nakal. Tante Ani juga seorang model. Mom.. aku tahu mommy lebih suka aku dengan Bunga. Tapi cinta itu tak bisa dipaksakan.. aku tak mencintai Bunga.. mommy tidak bisa memaksa aku menerima Bunga. "


"Axel.. mengapa kamu jadi menghakimi mommy.Bukan maksud mommy untuk memaksakan cintamu pada Bunga. Siapapun yang kelak akan mendampingi kamu mommy akan menyetujui dan merestui, jika memang ia wanita yang baik dan pantas buatmu. Semoga Cindy memang wanita yang baik"ucap Alya mulai terisak


"Mommy.. aku bukan menghakimi mommy.. aku hanya tak suka dengan pikiran mommy. Tidak semua model yang suka memakai pakaian terbuka itu juga wanita nakal.. itu hanya tuntutan pekerjaan.Aku tahu mommy berpikir begitu karena melihat foto foto Cindy di majalah..aku akan membuktikan pada mommy jika Cindy memang wanita baik dan pantas buat dampingi aku dan wanita yang pantas buat dicintai serta diperjuangkan"


"Hhhmmmm... apa yang sedang kalian perdebatkan"ucap daddy Tian yang baru muncul setelah berolahraga.


"Nggak ada dad.. "ujar Axel sambil menunduk


"Mengapa mommy kamu menangis.. "


"Itu dad.. "

__ADS_1


"Itu apa.. "tanya Tian dengan suara yang sudah mulai meninggi


"Kak....Axel benar, tak ada yang sedang aku dan Axel perdebatkan. Axel tadi hanya minta izin mau ke Singapura sekitar dua atau tiga hari"


"Mengapa kamu ke Singapura"tanya daddynya


"Aku hanya ingin menyusul Cindy, dad.. "


"Pergilah.. tapi kamu hanya boleh menginap tempat yang papa tentukan.. Nanti papa hubungi kamu lagi setelah kamu sampai di Singapura"


"Tapi mengapa harus di hotel yang daddy pilih.. "


"Kamu mau atau tidak jadi daddy izinkan"


"Baiklah Dad.. "


"Kamu juga sayang... mengapa sampai menangis sih. Bukankah Axel hanya pergi dua atau tiga hari saja. Lagi pula Axel sudah dewasa. Ia pasti bisa memilih mana yang baik dan buruk bagi dirinya dan tidak akan melakukan sesuatu yang akan memalukan keluarga. Daddy tahu yang menjadi kekuatiran mommy kamu"


"Tapi kekuatiran mommy tidak beralasan "


"Mengapa tidak beralasan.. mommy kamu kuatir karena kamu itu adalah putra kesayangannya dan ia tidak mau kamu melakukan sesuatu yang salah yang akan kamu sesali seumur hidup kamu,mengerti kamu"


"Ya dad.. aku mengerti"


"Aku ambil keberangkatan siang aja dad.Ada yang harus aku kerjakan sedikit di kantor"


"Jangan lupa kabari nanti daddy ketika kamu akan berangkat, nanti daddy beri tahu tempat kamu menginap "


"Baiklah dad... terima kasih.. "


Axel lalu mendekati Alya dan memeluk mommynya.


"Mom.. aku sayang mommy dan aku mencintai Cindy. Jangan buat aku memilih antara mommy dan Cindy. Maafkan jika tadi aku berkata kasar..... jika mommy memang menyayangi aku, tolong terima juga Cindy. "gumam Axel.


Tian hanya melihat dan mendengar semuanya. Ia tak ingin berkata, karena ia takut nanti tak bisa menahan diri dan berkata kasar.


Setelah itu Axel lalu mengecup pipi mommynya sambil berkata


"Aku sayang mommy.. aku pamit dulu. Jika memang Cindy tidak baik, aku mau mommy jodohkan dengan wanita siapapun itu yang mommy suka"


"Dad.. mommy.. aku berangkat "ucap Axel dan meninggalkan mommy dan daddynya.


Pakaian yang akan Axel bawa sudah ia persiapkan didalam mobilnya. Axel akan ke kantor sebelum ke Singapura.

__ADS_1


Setelah Axel pergi, Tian duduk disamping Alya sambil memeluk pundak Alya


"Sayang.. kamu jangan terlalu kuatir begitu, bukankah Axel sudah besar"


"Entahlah kak.. aku merasa Cindy bukanlah wanita yang baik buat mendampingi Axel"


"Tapi kamu juga tak bisa dengan terang terangan menentang hubungan mereka. Biar saja Axel yang akan melihat dan menilai sendiri apakah Cindy memang pantas mendampinginya"


"Aku takut Axel nanti tidak bisa rasional dalam berpikir karena telah dibutakan oleh cintanya kepada Cindy"


"Kamu lupa ya.. Axel itu keturunan Tian. Ia tak akan ceroboh dan akan memikirkan semuanya dengan matang dulu sebelum melangkah lebih jauh.. "


"Aku takut Cindy akan menjebak Axel"


"Mengapa kamu sampai berpikiran begitu. Apakah kamu melihat tingkah Cindy kurang baik. tapi aku rasa anak itu cukup dekat dengan kamu, sayang. Ia terus saja ada disamping kamu ketika makan malam itu"


"Entahlah kak.. seharusnya aku memang tidak berpikiran terlalu jauh "


"Sekarang kamu temani kakak sarapan. Daripada mikirin Axel melulu"


Tian dan Alya sarapan berdua. Karena cece Alexa pagi pagi sekali sudah ke butiknya.Hari ini ada stock opname di butiknya.


Setelah sarapan, Alya duduk ditaman sendirian. Tian masih ada urusan sebentar di ruang kerjanya.


"Halo bos... "


"Bagaimana sudah beres semuanya "


"Sudah bos.. "


"Jangan sampai Axel tahu dan mencurigai semuanya. Dan kamu harus bisa membuat Axel melihat dan menyaksikan sendiri siapa pacarnya itu. "


"Oke bos... semua sudah pasti berjalan sesuai dengan rencana yang bos inginkan"


"Oke.. aku percaya denganmu"


Tian mematikan sambungan ponselnya dengan seseorang.


"Maafkan daddy ,nak. Daddy harus melakukan semua ini agar kamu bisa membuka matamu dan melihat kebenaran siapa kekasih kamu itu. Daddy tahu apa yang akan daddy lakukan ini, pasti akan membuat kamu sedikit terluka. Tapi itu jauh lebih baik. Dari pada kamu nanti sudah terlanjur sangat mencintainya dan berhubungan terlalu jauh baru kamu menyadari semua itu."


**************


Terima kasih untuk semua pembaca setia novel ini

__ADS_1


__ADS_2