
Alya berusaha mengingat semuanya. Dan setelah ingatannya perlahan pulih. Ia mencoba mendudukan tubuhnya. Tapi ia merasakan kakinya yang sakit.
"Auw... apa yang terjadi dengan kakiku...hiks... hiks. "jerit Alya sambil menangis
Tian yang sedang tertidur... terbangun mendengar jeritan Alya.
"Alya... ada apa... kamu mau apa... "Tian bertanya kuatir melihat Alya menangis
"Kenapa dengan kakiku pak.... "tanya Alya
"Kakimu mengalami sedikit cedera dan baru selesai operasi... "Tian
"Apa aku akan lumpuh... "Alya
"Tidak... cuma dalam beberapa bulan kamu tak bisa berjalan.. "Tian
"Bagaimana Azka pak Tian... aku melihatnya... aku mengingat semuanya... Azka dan mobilnya masuk kedalam kolong truk itu.... Azka... apa yang terjadi dengan Azka pak Tian... aku mau ketemu sekarang... hiks... hiks... "Alya makin memperkeras suara tangisnya.
"Alya kondisimu belum memungkinkan buat melihatnya... kamu baru sadarkan diri... kita tunggu beberapa hari ke depan... "Tian
"Tidakk.... aku mau melihatnya sekarang. Pak Tian tidak perlu menemaniku... aku bisa minta bantu perawat buat menolongku melihat Azka dikamarnya... "Alya
"Tapi Alya.... "Tian
"Pak.... aku mohon... pertemukan aku sekarang dengan Azka... "Alya
"Ini sudah hampir pagi... kita tunggu beberapa jam lagi pagi menjelang... baru kita melihat Azka.. "bujuk Tian
Alya hanya menganggukkan kepalanya dan mencoba memejamkan matanya kembali.
Melihat Alya yang sudah mulai tenang Tian kembali merebahkan dirinya. Karena kecapean Tian akhirnya tertidur.
__ADS_1
Alya yang tak bisa juga memejamkan matanya, setelah subuh Alya memencet bel tanda memanggil perawat.
"Pagi bu... ada yang bisa saya bantu... "ucap perawat itu begitu sampai dihadapan Alya.
"Bisa kamu antarkan saya ke kamar rawat teman saya..... bernama Azka.. "Alya
"Maksud ibu Alya siapa.... "Perawat
"Orang yang mengalami kecelakaan bersama saya... dimana ia dirawat... "Alya
"Kami tidak tahu bu... karena ibu sendiri yang dibawa pak Tian... sedangkan korban yang lain tidak dirumah sakit ini... "perawat
"Maksud kamu apa... "tanya Alya..
"Setahu saya... ibu salah satu korban kecelakaan yang selamat. Ibu dibawa pak Tian buat mendapati pelayanan kesehatan yang lebih baik dari rumah sakit pertama tempat ibu dibawa... "Perawat
"Apa kamu mendengar tentang korban yang lainnya... "Alya
"Apa... meninggal... "Alya
"Sekali lagi maaf bu... itu menurut berita yang saya dengar... "Perawat
"Meninggall... tidaaakkkk..... Azka tak mungkin meninggal... "Alya berteriak sambil meronta ingin melepaskan semua selang ditubuhnya. Ia mencoba berdiri.. tapi kakinya terasa sangat sakit.
"Ibu... maaf... ibu tidak boleh melakukan ini... bahaya... "ucap perawat menahan tangan Alya yang ingin mencabut infusnya.
Tian terjaga mendengar teriakan Alya
"Ada apa ini... "ucap Tian melihat perawat yang menahan Alya turun
"Kenapa pak... kenapa bapak tidak berterus terang... katakan apa sebenarnya yang terjadi dengan Azka... jawab pak... "teriak Alya histeris.
__ADS_1
Alya makin meronta ingin melepaskan semua alat kesehatan ditubuhnya. Selang infus tercabut dan menyemburkan darah segar dari pergelangan tangan Alya bekas jarum infus.
"Cepat lakukan sesuatu... panggil dokter.. "teriak Tian menahan Alya yang makin meronta
"Lepaskan saya pak... saya mau melihat Azka... saya mau ketempat Azka... "pinta Alya
"Aku akan membawamu setelah kamu tenang"Tian masih menahan tubuh Alya dengan memluknya erat.
Dokter datang dan menyuntikan obat penenang buat Alya... setelah mendapat suntikan itu Alya baru tenang. Perawat kembali memasangkan infusnya.
Alya menangis terisak setelah merasa tenang.
"Pak Tian... apa Azka telah tiada... "tanya Alya dengan masih menangis tersedu
"Ya... Maafkan saya... Azka tidak dapat tertolong... ia meninggal ditempat kejadian... "ucap Tian pelan
"Mengapa pak Tian tidak berkata jujur... "Alya
"Aku menunggu kondisimu stabil... baru akan kuberitahu... "Tian
"Bisa pak Tian membawa saya ke kuburannya... "Alya
"Ya... nanti setelah kamu diperbolehkan keluar... "Tian
Alya perlahan memejamkan matanya akibat pengaruh obat penenang yang disuntikan dokter...
********************
Jangan lupa like... koment... dan vote
Terima kasih
__ADS_1