
Diluar ruang operasi Mama menunggu dengan gelisah, tak lama terdengar suara tangisan bayi.
Tampak Tian keluar dari ruang operasi dengan dua orang perawat yang membawa bayinya Tian dan Alya.
"Lucu banget cucu cucu mama"ucap Mama melihat kedua cucunya
"Zahra kamu temani perawat tadi... lihat dan jaga kedua anak anakku.. aku mau menunggu Alya sampai selesai operasinya. "
"Baik pak... "
Tian diminta keluar oleh dokter Bumi karena ia harus meneruskan operasi buat Alya.. Bumi melihat ada sedikit masalah dalam operasi Alya.. ia tak ingin Tian menjadi cemas melihat istrinya yang saat ini dalam keadaan makin lemas dan kritis. Jantung Alya tadi sempat berhenti berdetak.
Bumi dan dokter lainnya sedang melakukan tindakan medis untuk mengembalikan fungsi alat vital ditubuh Alya kembali normal.
Tadi saja melihat Alya yang mulai menutup mata Tian sudah sangat cemas, makanya Bumi cepat meminta Tian keluar dengan alasan menemani anak anaknya.
Alya mengalami pendarahan postpartum.. pasca operasi.. Ia harus melakukan transfusi darah. Bumi tak siap dengan keadaan ini karena selama kehamilan Alya tidak menunjukan kelainan. Darah Alya sangat langka. Ia memiliki golongan darah A negatif yang hanya ada 0,5 % dari populasi manusia di Asia.
Bumi hanya mempersiapkan dua kantong darah dengan golongan itu. Sedang Alya memerlukan lebih banyak lagi.
Bumi sangat panik.. ia menelpon seseorang yang diketahuinya mempunyai golongan darah langka seperti Alya.
Setelah melakukan tindakan medis untuk Alya,Bumi keluar dari ruang operasi untuk menghubungi orang itu dan harus mengatakan keadaan Alya saat ini pada Tian.
Bumi sadar ini kelalaian darinya.
"Maaf Tian... aku harus mengatakan sesuatu.... . "
"Mengatakan apa... "tanya Tian tampak kuatir melihat Bumi yang berkata serius
"Kamu tahukan Alya mempunyai golongan darah yang langka, karena selama kehamilan ini Alya tampak sehat, aku hanya menyiapkan dua kantong darah buat persiapan dan ternyata.. "Bumi menarik nafasnya untuk melanjutkan ucapannya..
"Ternyata apa... "ujar Tian motong ucapan Bumi
__ADS_1
"Ternyata Alya mengalami pendarahan yang cukup hebat dan membutuhkan lebih banyak darah..Jadi aku rasa darah yang tersedia masih kurang"
"Jadi bagaimana... kamu harus menyelematkan Alya... aku tak mau Alya pergi... kamu harus melakukan apapun buat kesembuhan Alya.. "
"Aku mengenal seseorang yang mempunyai golongan darah yang sama dengan Alya, dan aku telah menghubungi nya buat datang secepatnya.. "
"Apa aku harus mengumumkan pada media untuk mencari orang yang mempunyai golongan darah yang sama dengan Alya"
"Nggak perlu Tian... orang itu sudah dalam perjalanan ke rumah sakit dan aku akan memeriksanya... semoga ia dapat menyumbang darah yang kita butuhkan"
"Aku akan membayar berapa pun yang orang itu mau, pinta ia segera datang untuk dapat menyumbangkan darahnya buat Alya.. "
"Kita doakan saja ia dalam keadaan sehat dan dapat menyumbangkan darahnya.. "
"Aku tak mau mengambil resiko.. aku harus minta Andi mengumumkan pencarian darah A negatif itu... untuk berjaga jaga.."ucap Tian
"Terserah kamu Tian.. aku harus kedalam lagi.. untuk melihat keadaan Alya"
Dokter Bumi kembali masuk ruang operasi, sudah dua kantong darah yang tersedia ditranfusi tapi HB darah Alya masih rendah. Bumi tampak mulai kuatir..
Tian sudah meminta Andi untuk mengumumkan pencarian orang dengan golongan darah yang sama dengan Alya.. dan bagi siapa yang mau menyumbangkan darahnya akan diberi imbalan.
Alya sudah dipindahkan ke ruang ICU. Mama yang mendengar kabar tentang Alya tak dapat menahan tangisnya. Ia langsung mengabari Yudha untuk secepatnya pulang.
Tian tampak sangat gelisah... ia pun tak bisa membendung air matanya. Tiba tiba mata Tian melihat seseorang yang tak ingin ia temui saat ini mendekati ruang tempat Alya berada.
"Kamu mau apa kesini.. "
"Aku diminta Bumi datang... "ucap Satria.
Bumi keluar dari ruang ICU dan melihat Satria,...
"Oh Satria... kamu segera ke ruang perawatan... perawat akan memeriksa kamu... jika tak ada masalah kamu sudah bersediakan menyumbang darahmu buat Alya"
"Apa maksud nya ini"tanya Tian.
__ADS_1
"Tian... Satria memiliki golongan darah yang sama dengan Alya.. jadi aku memintanya mendonorkan darahnya buat Alya"
"Tapi aku tak mau ada darahnya mengalir ditubuh Alya "
"Tian... ini bukan waktunya berdebat... buang dulu egomu...ini semua demi keselamatan Alya... kamu nggak mau terjadi sesuatu dengan Alya kan"
"Dimana aku harus di periksa... "ujar Satria tanpa peduli dengan keberatan Tian. Ia memang ikhlas mendonorkan darahnya buat Alya orang yang pernah ia cintai.
"Ayo kamu ikuti aku... "ujar Bumi. Satria mengikuti langkah Bumi.
Tian memukul dinding rumah sakit itu dengan kerasnya... sehingga baku tangannya berdarah.
"Mengapa harus dia yang mempunyai golongan darah yang sama dengan Alya.. .. mengapa bukan aku...
aku akan memberikan semua darahku untuk Alya jika golongan darahku sama"ucap Tian dan terduduk dilantai. Ia menangis sambil menutupi matanya.
Mama Mega yang baru dari ruang VVIP dimana anak anak Tian berada melihat Tian yang menangis dan mendekati putranya.
Mama berjongkok dihadapan Tian dan memeluknya...
"Sayang kamu harus sabar.. mama yakin Alya kuat.. ia akan segera sembuh "
"Ma.. aku nggak mau kehilangan Alya... "
"Mama juga begitu sayang.. kita sama sama berdoa buat kesembuhan Alya. Kamu harus kuat... jika kamu rapuh begini.. kasihan anak anakmu.. Apa kamu nggak lihat putra putri mu yang sangat lucu"
"Ma.. Alya akan sembuhkan ma... ia pasti senang melihat putra dan putrinya"
"Iya nak mama yakin... mama dengar tadi dari perawat sudah ada pendonor buat Alya.. "
"Ya ma.. "
Setengah jam berlalu... Bumi datang kembali dengan membawa kantong darah, ia masuk keruang ICU tempat Alya berada.
Tian dan Mama melihat dari kaca apa yang dilakukan Bumi... mereka tampak sangat cemas..
__ADS_1
*****************************
Terima kasih buat yang tetap setia membaca novel ini.. Mampir juga ya di novel terbaruku ANTARA AKU, KEKASIHKU DAN SAHABATNYA serta novel ku yang berjudul ELEGI CINTA LANGIT DAN PELANGI