
Alya dan Tian telah sampai di cafe yang terdekat dengan kantornya. Tian memesan menu yang akan mereka santap.
"Kamu mau ngomong apa.... silakan... waktuku tak banyak"ucap Tian
"Ini sebagai angsuran hutangku.... "Alya menyodorkan cek senilar lima miliar.
"Aku rasa kamu tak punya hutang padaku"Tian
"Bukankah Alya masih berhutang padamu"Alya
"Alya siapa yang kamu maksud... "Tian sengaja pura pura tak mengerti
"Alya mantan istrimu.... "Alya
"Lalu... apa hubungan Alya dengan kamu"Tian
"Aku Alya.... Faiza Alya Aziza"ucap Alya dengan penuh penekanan
"Oh... jadi kamu sekarang mengakuinya... "Tian berucap sambil mendekatkan wajahnya kearah Alya
"Maaf.....aku tak pernah tak mengakuinya. Bukankah kamu hanya mengatakan aku mirip Alya. Kamu tidak pernah menanyakan kalau aku Alya apa bukan"Alya
"Jangan berbelit.... aku menagtakan kalau kamu mirip dengan orang pernah dekat denganku"Tian berkata ketus
"Tapi aku merasa kita tak pernah dekat... "Alya
"Oh... jadi kamu tak pernah merasa punya hubungan dan dekat denganku... "Tian
"Kita emang tak pernah dekat tuan Tian... ikatan pernikahan kita hanya sekedar di buku nikah. Kamu tak pernah benar benar mengakui aku sebagai istrimu. Kamu bahkan hanya menganggapku pelayan"Alya mencoba menahan air matanya agar tak tumpah
"Jadi kamu dendam sama aku... "Tian
__ADS_1
"Jika aku berkata ya.... mengapa.. "Alya
"Aku tahu sikap ku selama kamu menjadi istriku memang banyak yang keterlaluan. Tapi bukankah aku sudah akan memulai kehidupan yang baik denganmu ketika kamu hamil.. "Tian
"Kamu baik padaku hanya karena anak yang aku kandung... bukan karena ingin menjalin hubungan baik"Alya
"Mengapa kamu bisa menyimpulkan begitu... "Tian
"Jika kamu ingin hubungan kita baik mengapa ketika aku keguguran kamu langsung mengajukan surat cerai... "Alya
"Maaf.... ketika itu aku salah paham. Aku pikir kamu sengaja menggugurkan kandungan... "Tian
"Bukankah aku sudah membantahnya... tapi kamu tak percaya. Jika kamu memang menyukaiku dan ingin menjalin hubungan denganku seharusnya kamu mendengar penjelasanku... "Alya
"Sekali lagi aku minta maaf.... "Tian
"Maafmu sudah tidak berarti Tian... aku sudah terlanjur sakit hati.... kamu tidak pernah merasakan jadi aku.... aku yang terlahir miskin hanya selalu mendapat cacian dan hinaan. Aku terkadang juga lelah menghadapi orang orang kaya seperti kamu yang hanya bisa memandang rendah pada kami yang miskin. Apa kamu tahu... kami juga tak ingin terlahir miskin... tapi takdirlah yang menjadikan kami miskin... "Alya tak bisa lagi membendung lagi air matanya...
"Aku memang khilaf... aku sangat mengharapkan anak itu. Aku sudah membayangkan kita akan menjadi keluarga yang utuh dengan kehadiran anak kita nanti. Tapi mimpiku hancur ketika aku mendengar kamu sengaja menggugurkan kandunganmu. "Tian
"Aku tahu.... tapi aku mengetahuinya setelah kamu pergi. Aku mencoba mencarimu. Tapi tak pernah dapat berita dimana kamu berada. Aku mau meminta maaf atas kesalahanku... "Tian
"Terlambat Tian... walaupun kita bertemu saat itu tak ada juga yang dapat diperbaiki. Kita juga sudah bercerai... "Alya
"Kita bisa memulainya dari awal lagi... "Tian
"Kita sudah berakhir tak mungkin kembali ke awal. Berarti hutang ku tinggal lima milyar lagi... aku akan melunasi secepatnya.....permisi... "Alya berdiri dari tempat duduknya dan berjalan keluar..
"Alya.... tunggu... "Tian memegang pergelangan tangan Alya menahannya pergi
"Alya dengar dulu.... ini cek nya. Kamu tak pernah berhutang padaku. Tapi aku yang masih berhutang banyak padamu. Aku belum memberi harta gono gini... "Tian
__ADS_1
"Aku tak pernah mengharapkan harta darimu... lepaskan tanganku... aku mau pergi"Alya...
"Alya.... kamu benar Alya ku... "Yudha yang baru muncul di cafe itu melihat Tian yang lagi berdebat dan mendekat.
"Yudha...... "Alya
"Mengapa kamu memegang tangan Alya begitu kerasnya. Apa kamu tak tahu itu menyakiti bagi wanita... "Yudha melepaskan pegangan tangan Tian...
"Aku harap kamu jangan ikut campur... ini urusanku"Tian
"Kamu lupa Alya bukan lagi istrimu... aku sebagai mantan kekasih dan juga sahabatnya akan ikut campur jika melihat ia diperlakukan tidak baik begini... "Yudha
"Maaf... aku harus pergi"Alya berjalan cepat meninggalkan dua bersaudara itu.
"Alya tunggu. Aku mau bicara.... "Yudha mengejar Alya.
"Ada apa Yud.... tidak ada yang perlu dibicarakan.. "Alya
"Kita bisa kan mengobrol sebagai sahabat... "Yudha
"Baiklah... tapi tidak disini... "Alya
"Boleh... kita pergi kerestoran Jepang aja... bagaimana.. "Yudha
"Oke... "Alya
"Mobil ku di sana. Ayo kita kesana... "Yudha
Alya mengikuti langkah Yudha menuju mobilnya. Tian melihat dari jauh Alya yang masuk dan pergi dengan mobil Yudha.
**********************
__ADS_1
Jangan lupa like... koment dan vote
Terima Kasih