Aku Bukan Simpanan (Season Satu & Dua)

Aku Bukan Simpanan (Season Satu & Dua)
Bab 98. Positif Hamil...


__ADS_3

Yudha bergegas menuju rumah sakit setelah Tian menghubunginya, meminta agar ia menemani Alya periksa kesehatannya.


Yudha membuka pintu kamar rawat inap Tian tanpa mengetuknya...


"Sakit apa Alya kak.. "tanya Yudha begitu masuk.


"Bukan sakit apa apa... aku mau periksa kehamilannya"


"Jadi Alya hamil.. "ucap Yudha pelan


"Aku belum tahu pasti, makanya aku mau periksa. Tapi tunggu sebentar lagi, nggak tega bangunkan Alya nya"


"Sudah lama Alya nya tidur, kalau sudah cukup lama... sebaiknya kak Tian bangunkan saja... ini juga sudah hampir magrib.. tak baik wanita hamil tidur magrib... pamali"


"Dari mana kamu tahu... kamu belum punya istri"


"Aku pernah mendengar orang ngomong gitu kak"


"Jangan sok tahu kamu... menghamili wanita saja belum... "


"Apa aku boleh menghamili Alya untuk membuktikan perkataanku... "


"Mau minta mati kamu.... "ucap Tian geram


"Habis kak Tian... dibilangin nggak percaya, tanya mama kalau tak percaya. Tapi Alya belum tentu hamil juga... biarin saja lah ia tidur "


"Aku yakin Alya hamil... karena Bumi bilang wanita hamil sering pusing dan mual serta muntah"


"Kalau gitu bangunkan Alya nya... biar aku temani periksa dengan kak Bumi, biar pasti"


"Alya... Alya... bangun sayang.. "Tian mengguncang pelan tubuh Alya


"Sudah pagi ya kak... "ucap Alya sambil mengucek matanya.


"Belum sayang... ini mau magrib. Nggak baik tidur magrib. Bangunlah.. kamu mandi dulu, setelah itu kita ke dokter periksa kesehatan mu"


"Aku sudah nggak apa apa kak.. nggak perlu periksa kedokter"


"Harus... kamu tahu kan ,kakak nggak suka dibantah. Sekarang mandi, maaf ya kak Tian nggak bisa mandiin kamu"


"Siapa juga yang minta di mandiin"ucap Alya manyun


"Jangan menggoda ,kak Tian masih sakit "


"Siapa yang menggoda... "kembali Alya memanyunkan bibirnya


"Itu.. menggoda lagi... jangan disini ya sayang, besok kalau sudah pulang saja menggodanya, nanti kak Tian khilaf, kasihan ada yang jomblo di sini, kalau kita melakukan nanti ia pengen juga, siapa yang akan diciumnya nanti... "ucap Tian sambil menoleh ke Yudha.


"Cuihhh... kak Tian saja yang berpikiran mesum....Alya apa kamu memang menggoda kak Tian..."


"Nggak ah... kak Tian saja yang mesum"


"Tuh dengar kata Alya... "


"Sayang... kamu kok lebih membela Yudha sih... sakit nih kepala kak Tian jadinya "ucap Tian memegangi kepalanya


"Modus... "ucap Yudha nyengir


"Sudah... ah.. Alya mandi dulu.. "


"Sayang... jangan lupa bawa pakaiannya... kamu kebiasaan lupa bawa pakaian. Ingat ini nggak di kamar kita... "


"Ya kak... "Alya masuk ke kamar mandi .

__ADS_1


##################


Setelah mandi Alya duduk ditepi ranjang sambil memegang tangan Tian...


"Kak.. jangan diperiksa ke dokter ya... Alya sudah nggak apa apa, tadi pasti karena masuk angin saja"rayu Alya


"Nggak ada bantahan... sekarang tolong kamu ambil kursi roda Yud... "


"Buat siapaaa.. ..."tanya Yudha dan Alya serempak


"Buat kak Tian lah... jadi buat siapa"


"Kak Tian mau kemana"tanya Alya


"Mau temani kamu periksa ke dokter Bumi"


"Jadi kalau kak Tian yang akan menemani Alya... buat apa meminta aku tadi datang"


"Aku berubah pikiran... aku ingin temani Alya dan memastikan kehamilannya"


"Maksud kak Tian apa. ...siapa yang hamil"


"Kamu dong sayang.. ..nggak mungkin kak Tian"


"Alya nggak hamil, siapa yang bilang Alya hamil"


"Kamu tuh dari kemarin muntah muntah dan kepala pusing, kata dokter Bumi itu tanda wanita hamil,makanya kita periksa dulu untuk memastikannya"


"Tapi kak... kalau ternyata Alya nggak hamil bagaimana... "


"Nggak apa apa.. nanti kita coba buat lagi kalau perlu sampai sepuluh kali sehari kita buat anak, sampai kamu hamil"


"Dasar mesum... aku pamit dulu ambil kursi rodanya"ucap Yudha


Yudha membantu Tian duduk dikursi roda dan mendorongnya menuju ruang kerja dokter Bumi


"Kak... nggak usah periksa deh... Alya takut jika itu tak benar "


"Sayang... kalau nggak benar ya nggak apa apa.. kamu jangan kuatir. Kakak nggak akan kecewa.. "


Tian sudah menghubungi Bumi, mengatakan ia akan menuju ke ruang kerjanya sehingga Bumi menunda pemeriksaan buat pasien yang lain.


Yudha mengetuk pintu... terdengar sahutan dari dalam..


"Masuklah... "ucap Bumi dari dalam


Yudha membuka pintu dan mendorong Tian masuk diikuti Alya.


"Lho... kamu juga ikut... katanya biar Yudha saja yang temani"


"Aku juga ingin tahu hasilnya.. "


"Kelihatannya ada yang nggak sabar nih.. pengen memiliki bayi... apa kamu sudah siap jadi seorang ayah.. "


"Siap banget "ucap Tian antusias


"Siapa nama istrimu... "


"Alya... kenalkan ini temanku Bumi. Tapi jangan jabat tangannya... dia lelaki mesum "


"Setan... gue apa lu yang mesum"


"Alya silakan duduk... aku ambil sample darahmu dulu ya.. "Bumi meminta perawat mengambil sampel darah dan memintanya membawa ke labor. Sementara menunggu hasil, Tian diminta menunggu di luar, Bumi kembali memeriksa pasien yang lain.

__ADS_1


Setelah perawat membawa hasil lab Tian dan Alya diminta masuk. Setelah mereka duduk, Bumi membuka hasilnya.


"Menurut hasil lab ini.... istrimu positif hamil. Selamat ya Tian kamu akan menjadi seorang ayah"


"Apaa... kamu nggak sedang main mainkan"


"Mengapa aku harus main main, kamu sekarang pasienku. Aku tak boleh main main"


"Alya... kamu hamil sayang... "Tian memeluk Alya yang sudah mulai berlinang air mata bahagia mendengar ucapan Bumi tadi.


"Dari hasil tes darah ini... aku melihat hormon hCG istrimu tinggi, aku menduga bayimu kembar, tapi coba di USG dulu untuk lebih pastinya... kamu bisa tidur disana Alya.. "


"Apaa... kembar. Kamu tak salahkan Bumi... "


"Ini kita pastikan dulu... tolong bantu bu Alya"pinta nya pada perawat


Perawat membantu Alya tidur, dan menyingkapkan baju Alya keatas.


"Hei mau apa kamu.. "ucap Tian melihat Bumi mau memegang perut istrinya.


"Buat periksa istrimu lah... kamu pikir aku mau apa... "


"Mengapa harus pakai... apa itu diperutnya.. dan apa setiap periksa kamu harus melihat perutnya... apa nggak bisa hanya perawat itu saja yang memeriksanya.. Dan kamu.. Yudha, silakan kamu keluar dulu... apa kamu juga mau melihat perut Alya"ucap Tian keras agar Yudha mendengar


"Aku tak melihat juga kali kak... kan ditutup tirai. Kak Tian saja aku tak tampak"


"Bagaimana perawat tahu hasilnya Tian... ia hanya perawat, bukan dokter "


"Pantasan kamu memilih menjadi dokter kandungan agar bisa memegang perut wanita ya... "


"Hei... hilangkan pikiran mesum mu, aku ini dokter, sudah diambil sumpahnya.. jaga mulutmu itu"


"Cuihh... modus. Apa di rumah sakit ini tak ada dokter kandungan yang wanita"


"Ada jika kamu mau... aku bisa merekomendasikan dokter wanita... tapi kali ini biar aku yang periksa dulu"


"Biar aku yang megangnya.. kamu lihat hasil dimonitor saja "Tian mengambil alat yang dipegang Bumi


"Kamu yang dokter apa aku... apa kamu tahu bagian perut yang mana perlu disentuh...dan diperiksa"


"Oke.. kali ini saja"


"Lu tuh.. sama teman sendiri saja nggak percaya... aku nih dokter kandungan yang paling di cari dan diinginkan ibu hamil dirumah sakit ini'


"Oke... lanjutkan saja... tapi ingat jangan lama lama sentuhnya"


"Tiaan... aku tak menyentuh langsung perut istrimu... alat ini yang menyentuhnya"ucap Bumi frustrasi


"Kak Tian.. biarkan dokter Bumi periksa aku,jangan di ganggu. Kak Tian mau tahu hasilnya apa nggak "ucap Alya


"Tuh... istri lu saja mengerti.. "


"Ya.. silakan... "


"Lu lihat dimonitor.. tak salah lagi, Alya hamil anak kembar, ini sudah mulai tampak embrionya ada dua... kehamilan Alya sudah masuk enam minggu. Kamu dengarkan... ada dua detak jantung"



Alya dan Tian tak berkedip memandang takjub kelayar monitor. Tanpa Tian sadari air mata keluar dari sudut matanya.. begitu juga dengan Alya..


*************************


Terima kasih sudah tetap setia membaca novel ini.

__ADS_1


Mampir juga di novel terbaruku


ANTARA AKU, KEKASIHKU DAN SAHABATNYA


__ADS_2