Aku Bukan Simpanan (Season Satu & Dua)

Aku Bukan Simpanan (Season Satu & Dua)
Bab 106. Curhatan Sari


__ADS_3

Acara pertunangan Raymond telah selesai. Tinggal para tamu mencicipi hidangan yang telah tersedia.


Sari meminta izin pada Satria untuk memberi waktu baginya berbicara dengan Bumi. Ia meminta Satria pulang sendiri.


Bumi yang akn meninggalkan pesta, menghentikan langkahnya ketika mendengar seseorang memanggil namanya.


"Bum... Bumi... tunggu "


"Sarii... ada perlu apa... "ucap Bumi ketika menoleh dan melihat Sari berlari kearahnya


"Bisa minta waktumu sebentar,ada yang ingin aku omongkan.. .. aku takut jika besok besok kamu nggak akan ada waktu lagi"


"Oke lah... kebetulan malam ini jadwalku memang kosong sampai besok pagi. Kita bicara dimana.. "


"Kita sebaiknya bicara ditempat lain... kita cari kafe terdekat bagaimana"


"Cafe di Hotel ini saja... kamu nggak keberatan"


"Baiklah... "Bumi dan Sari berjalan menuju cafe. Di dalam cafe itu mereka memilih kursi yang terdapat di sudut ruangan.


"Silakan... kamu mau bicara apa.. "ucap Bumi memulai perbincangan setelah minuman yang mereka pesan sampai


"Bumi... aku minta maaf. Karena aku, kalian semua tidak jadi mengadakan reuni. Jika aku tak hadir dan bertemu Tian mungkin kakian semua bisa mengobrol melepas kangen "


"Mengapa kamu yang harus minta maaf, seharusnya aku yang minta maaf... karena aku yang mempertemukan kamu dengan Tian, kamu jadi nggak bisa menikmati lagi pestanya "


"Kamu pasti bertanya dan ingin tahu mengapa Tian sampai begitu marah padaku dan sampai menuduhku ingin meracuni Alya"


"Hhhmmm.... "


"Semua memang salahku... aku pantas diperlakukan begitu. Aku pernah berbuat kesalahan fatal dengan Alya yang membuat Tian sampai hari ini tak bisa memaafkanku..."Sari menarik nafasnya.


"Boleh aku tahu apa yang kamu lakukan pada Alya"

__ADS_1


"Tentu saja boleh, aku meminta waktumu karena ingin cerita ini... Itu berawal ketika aku yang masih berstatus tunangan Tian. Tiba tiba aku mendengar Tian sudah menikah dan wanita itu tengah mengandung anak mereka"


"Maksudmu Alya... "


"Ya... Tian menikahi Alya ketika kami masih bertunangan. Sebagai tunangannya aku tak bisa terima perselingkuhan itu. Aku yang waktu itu sangat berharap menjadi pendamping hidupnya menjadi khilaf... aku mencelakai Alya dengan memberi obat penggugur kandungan ke minuman Alya...


Aku memanipulasi kejadian seolah olah Alya sengaja melakukan itu karena ia yang tak pernah menginginkan anak itu. Ternyata Tian percaya... ia lalu menceraikan Alya"


"Mengapa Tian bodoh... percaya saja Alya sengaja menggugurkan kandungan. Bukankah suami istri pasti sama sama menginginkan keturunan "


"Perlu kamu ketahui.. pernikahan mereka dahulu dilakukan karena terpaksa. Alya berhutang untuk mengobati neneknya pada Tian... sehingga Tian memaksa Alya menikah dengannya sebagai pelunas hutangnya. Alya terpaksa menerima pernikahan itu karena ia tak sanggup membayar hutanganya, maka Tian percaya saja kalau Alya menggugurkan kandungannya dengan sengaja karena Tian tahu Alya tak mencintainya.. "


"Aku tak mengira kau tega sampai membunuh bayi yang tak berdosa... "


"Aku tahu Bum... aku salah. Kesalahan ku itu memang tak bisa dimaafkan... tapi semua kulakukan karena aku terlalu mencintai Tian. Aku takut kehilangannya... "


"Pantas Tian masih mencurigaimu... "


"Aku tahu... Tian memang pantas membenciku.. tapi sungguh Bumi... aku telah menyadari semua kesalahanku itu. Aku benar benar ingin meminta maaf yang tulus dari Tian dan Alya. Makanya aku cerita padamu. Aku tahu kamu teman yang paling dekat dengan Tian... siapa tahu kamu bisa membantuku... "


"Nggak... Alya nggak tahu. Dan aku sadar semuanya bukan salah Alya. Ia juga korban dari keserakahan Tian. Seharusnya Tian memutuskan pertunanganku sebelum ia menikahi Alya...."


"Kamu tidak bicara dahulu dengan Tian sebelum melakukan hal gila itu... "


"Aku sudah bicara... dan Tian berjanji akan tetap menikahiku... walau sudah ada Alya. Kamu tahu kan... aku memang mencintai Tian dari dulu, jadi aku dengan bodohnya mau saja memperayai Tian . Walau aku tahu semua itu salah Tian... aku melampiaskan sakit hatiku pada Alya... dan bayinya yang tak berdosa..aku takut jika Alya dan Tian memiliki anak akan susah buat mereka berpisah"


"Hhhmmmm.. "dehem Bumi


"Aku sekarang baru menyadari... setelah melihat kegigihan Tian mendapati cinta Alya kembali setelah mereka bercerai. Aku tak pernah melihat pancaran cinta di mata Tian ketika melihatku dulu, tapi dengan Alya ,dari dulu aku tahu Tian sudah mencintainya walaupun Tian tak pernah mengakuinya .. tapi aku bisa melihat ada cinta dimatanya ketika aku menyakiti Alya. ..Apalagi sekarang.. aku dapat melihat seluruh hati Tian sudah diisi penuh oleh Alya. Tak akan ada tempat buat wanita lain manapun... "


"Ya... aku juga dapat melihat kalau Tian sangat mencintai Alya... "


"Aku juga menyadarinya ,selama ini mungkin aku tak pernah mencintai Tian tapi bisa dikatakan hanya obsesi. Jika aku memang benar benar mencintai Tian, seharusnya aku gembira melihatnya bahagia. Mungkin benar, aku dari dulu hanya terobsesi memilikinya, aku ingin menjadi pendampingnya padahal aku tahu tak pernah ada cinta untukku dihatinya.. "

__ADS_1


"Baguslah jika kamu sudah menyadarinya.. "


"Tapi aku tahu... Tian tak akan pernah percaya padaku lagi... aku hanya ingin meminta maaf yang tulus pada Alya dan Tian... aku tak mengharapkan mereka memaafkan aku, karena aku sadar kesalahan aku teramat besar buat dimaafkan... "


"Kamu cobalah bicarakan baik baik.. aku yakin Alya bisa menerima"


"Kalau Alya pasti bisa menerima... karena aku tahu ia wanita baik... kamu tahu Bum... terkadang aku juga merasa sangat iri pada Alya... ia dengan wajahnya yang cantik juga dianugerahi hati yang baik... mengapa aku tak bisa seperti itu. Apa lagi sekarang... aku melihat banyak cinta buat Alya dari Tian... aku yakin Tian pasti rela mempertaruhkan nyawanya buat Alya... sungguh wanita yang sangat beruntung"lirih Sari


"Kamu juga bisa mendapati cinta yang tulus dari lelaki... jika kamu mau membuka hatimu dan aku harap kamu merubah sifat irimu... "


"Kamu terlalu jujur... aku memang mempunyai sifat iri... itu yang mau aku hilangkan... aku harus merubah sifatku menjadi wanita yang baik... paling tidak sedikit lebih baik dari diriku sekarang. Aku tahu kalau cinta tak akan bisa dipaksakan... dan cinta tak pernah salah.. Yang salah hanya orang yang menjalaninya... mungkin Tian memang bukan jodohku... karena sekeras apapun aku berusaha merebut Tian jika ia memang bukan jodohku kami tak akan pernah bersatu. Dan sekeras apapun aku memisahkan Alya... jika Tian memang jodohnya.. akhirnya mereka dipertemukan juga. "


"Itulah jodoh... sejauh apapun kamu berlari dan menghindar, jika memang jodoh pasti akan bertemu jua"ucap Bumi


"Dan Aku sadar Tian bukan jodohku setelah berbagai cara aku lakukan buat memisahkan Alya dan Tian tapi mereka tetap bersatu"


"Berarti kamu sekarang sudah menyadari semuanya... dan kamu tahu kalau jodoh itu tidak bisa kita atur dan paksakan, walau sejauh mana kamu mengejarnya dan berusaha mendapatkannya jika ia bukan jodohmu kalian pasti akan berpisah jua... walaupun dengan berbagai cara dan sekuat tenaga kita mempertahankannya pasti akan terlepas jua jika memang takdir kita bukan jodohnya... "ujar Bumi


"Ya... dan aku ingin maaf dari mereka... hanya itu tak lebih. Tolong sampaikan maaf ku buat Tian... terutama Alya... aku mohon maaf yang setulusnya atas apa yang pernah aku lakukan"


"Nanti aku sampaikan diwaktu yang tepat... aku tak bisa menjanjikan secepatnya... karena kamu tahu kan Tian... sekarang ia masih emosi karena melihatmu tadi. Aku sekarang bisa mamahami apa yang Tian lakukan, tadinya aku berpikir Tian keterlaluan dengan sikapnya... Maaf... mungkin Tian takut kamu mengulangi kesalahan mu... "


"Ya... aku juga mengerti dengan sikap Tian tadi. Sepertinya sudah hampir larut malam. Lain kali masih bolehkan aku menemuimu... sekedar berbagi cerita... "ucap Sari


"Jika aku ada waktu... tentu saja boleh. Mari aku antar kamu pulang... "ujar Bumi.


*******************************


Terima kasih buat semua yang tetap setia membaca novel ini.


Mampir juga ya dinovelku


-ANTARA AKU, KEKASIHKU DAN SAHABATNYA

__ADS_1


-ELEGI CINTA LANGIT DAN PELANGI


__ADS_2