
Pagi harinya Yudha membuatkan sarapan buat Zahra. Ia bangun pagi sebelum Zahra.
Alya yang juga telah bangun melihat Yudha di dapur, mendekatinya.
"Buat apa Yud... "
"Ini... aku lagi buat sarapan cinta buat Zahra.."
"Sarapan cinta.. apa tuh"
"Ha.. ha... cuma nasi goreng aja kok.. cuma aku buatnya pakai cinta.. "
"Beruntung ya Zahra mendapati kamu yang sangat mencintainya"
"Kamu dulu nggak mau sama aku.. "
"hhhmmmm..... "deheman Tian membuat Yudha dan Alya kaget
"Kak Tian sudah mandi... wangi banget "ucap Alya merasa malu karena percakapannya dengan Yudha didengar Tian.
"Memangnya kak Tian nggak mencintai kamu"ucap Tian manyun tanpa menjawab perkataan Alya
Alya langsung memeluk Tian dan menempelkan kepalanya didada Tian.
"Kak Tian juga sangat mencintai aku.. aku juga sangat beruntung menjadi istri kakak."
"Betul nih.. kamu merasa beruntung menjadi istri kakak"
"Tentu saja... aku juga sangat mencintai Kak Tian"ucap Alya memeluk pinggang Tian erat
Tian mengecup kepala Alya..
"Kakak tahu... kamu sangat mencintai kakak, karena kamu tak akan bisa mendapati lelaki lain yang sangat mencintai dan menyayangi kamu seperti kakak"
Alya menengadahkan kepalanya memandang Tian sambil tersenyum, Tian lalu ******* bibir Alya.
"Morning Kiss.. "ucap Tian
"Hhmmm... ada orang loh disini.. "
"Memangnya kenapa kalau ada orang.. "
"Jangan sembarangan ciuman.."
"Memang salah.. gue cium istri sendiri.. Lu kalau mau cium juga Zahra... asal jangan Lu cium Alya.. gue bunuh lu"
"Cuihh... masih aja cemburu. Tapi jelaslah Kak Tian cemburu, aku kan jauh lebih ganteng dari Kak Tian"
"Ganteng apanya... coba saja suruh wanita memilih antara aku dengan kamu, pasti lebih banyak yang memilih aku dari kamu"
"Paling yang memilih Kak Tian karena uangnya saja.. "
"Jadi kamu kira Alya memilih aku, karena uangku"
__ADS_1
"Aku nggak melihat Kak Tian dari uangnya ya Yud.. aku memang mencintai kak Tian dengan semua kelebihan dan kekurangan nya"
"Kamu dengar tuh perkataan Alya.. "
Tian lalu menggendong Alya dan mendudukan diatas meja. Tian kembali ******* bibir Alya. Membuat Alya malu dan wajahnya memerah.
"Daddy.. mengapa daddy gigit mulut mommy"ucap Axel sambil menangis
"Sayang.. mengapa menangis.. "ucap Tian
Axel Dan Alexa menangis melihat itu. Ia kira Tian menyakiti mommynya
"Mommy.. sakit gigit daddy"ucap Alexa
"Ha.. ha... makanya ciuman itu lihat tempat.."ucap Yudha terbahak
Sementara di kamar Zahra yang terbangun, melihat kesamping tak ada Yudha. Ia heran, biasanya ia yang bangun terlebih dahulu.
Zahra merasakan mual dan ingin muntah, dengan sedikit tergesa Zahra menuju kamar mandi.
Zahra tak melihat ada pakaian dalam Yudha yang terletak di lantai, ia menginjaknya dan karena licin Zahra terjatuh, terhempas ke lantai.
Zahra kaget dan ia ingat saat ini sedang hamil langsung cemas. Ia memegang perutnya yang terasa sakit dan Zahra melihat banyak darah mengalir dikakinya.
Ia langsung cemas dan menangis, sambil menerikan nama Yudha.
Alya yang mendengarnya langsung kaget.
Yudha yang mendengar perkataan Alya langsung berlari ke kamar. Begitu juga Tian dan Alya mereka ikutan berlari ke kamar Zahra.
"Zahra ada apa... "ucap Yudha melihat Zahra yang terduduk di lantai dengan kaki yang berlumur darah
Zahra sudah sangat lemas dan tak sadarkan diri. Untung Yudha cepat menangkapnya
"Kak Tian.. tolong Zahra"teriak Yudha
Tian dan Alya yang baru masuk kaget melihat Yudha yang menggendong Zahra dengan darah yang banyak mengalir di kakinya.
"Kak Tian cepat siapkan mobil dan jangan bengong saja"ucap Alya
Tian langsung berlari ke bagasi dan mengeluarkan satu mobil menuju halaman. Yudha langsung masuk dengan Zahra yang berada dalam gendongannya.
"Kak Tian bawalah Zahra cepat, biar aku yang hubungi Bumi untuk siap siap dirumah sakit. Aku menyusul setelah menyiapkan keperluan si kembar "ujar Alya
"Baiklah sayang.. kamu menyusul saja ya dengan supir. "
Tian melajukan kendaraan dengan kecepatan tinggi. Yudha terus memeluk Zahra sambil menangis.
"Ini salahku.. mengapa aku tak menunggu sampai Zahra bangun.. "gumam Yudha
"Ini bukan salah kamu Yud... "
"Salah ku Kak.. Zahra jatuh karena terpeleset oleh pakaian dalam ku.. aku tak meletakkan pakaian dalam ke dalam keranjang kain kotor. Aku tadi mau cepat bangun dan siapkan sarapan buat Zahra.. "
__ADS_1
"Sudahlah Yudha.. tak ada gunanya kamu menyalahkan dirimu sendiri, sekarang kamu berdoa aja tidak terjadi apa apa pada Zahra.. "
"Kak Zahra pasti tak akan memaafkan aku jika terjadi sesuatu dengan calon bayi yang ada dalam kandungannya"
"Semoga semua baik baik saja Yud"ucap Tian sambil konsentrasi mengendarai mobil di tengah kemacetan kota
Sementara itu dirumah Alya sudah menghubungi Bumi dan mengatakan apa yang terjadi dengan Zahra. Bumi sangat kaget mendengarnya. Ia telah menyiapkan semuanya menyambut kedatangan Zahra.
Alya juga telah menghubungi mama dan meminta mama menemani Yudha. Dan menghiburnya.
"Siapa ya yang bisa menolong aku buat jagain anak anak.. bibi tak akan bisa menjaganya sendirian, lagi pula aku nggak tahu pulang jam berapa nantinya "
Alya masih mondar mandir diruang keluarganya sampai akhirnya ia ingat dengan Ani. Ya Ani bisa ia minta tolong buat menjaga si kembar Alexa dan Axel
Alya segera menghubungi ponsel Ani.
"Hallo Alya... apa kabar"
"Baik.. Ani aku bisa minta tolong nggak.. "
"Apa itu Al... "
"Kamu hari ini sibuk nggak, kalau nggak aku mau minta tolong jagain si kembar berdua bibi, aku harus ke rumah sakit"
"Siapa yang sakit Al... "
"Zahra istrinya Yudha, terjatuh di kamar mandi dan tadi banyak mengeluarkan darah, padahal ia sedang hamil muda... "
"Astaga Alya... kamu segeralah ke rumah sakit biar si kembar aku yang jaga.. aku akan segera kerumahmu"
"Terima kasih Ani.. "
"Ya.. kamu segeralah ke rumah sakit, aku pun akan segera ke rumahmu"
"Kamu nggak ada meetingkan hari ini"
"Sudah jangan pikirkan itu, aku bisa menanganinya,kamu jangan kuatirkan aku, segeralah ke rumah sakit"
"Oke.. sekali lagi terima kasih Ani"
"Sudahlah... kamu seperti dengan orang lain saja"
Alya segera menuju dapur dan memberi tahu kepada bibi, jika anak anaknya harus makan apa, dan jam berapa saja diberi susu.
Setelah memberitahukan semua yang harus dilakukan bibi dan Ani, Alya meminta supir mengantarkannya ke rumah sakit. Sepanjang perjalanan Alya berdoa terus.
"Ya Tuhan selamatkan Zahra dan calon bayi nya. Yudha dan Zahra sangat mengharapkan kehadiran calon bayi itu. Jika terjadi sesuatu Yudha pasti sangat kecewa. "
****************************
Terima kasih buat semua pembaca setia novel ini. Mampir juga ya ke novel aku yang berjudul Sahabatku Maduku (air mata Melati) . Novel ini aku tulis karena terinspirasi dari kisah nyata seseorang.
Novel ini bercerita tentang pengkhianatan seorang sahabat yang telah dianggap saudara sendiri ternyata dengan teganya merebut suami nya.
__ADS_1