
Jam sebelas siang Yudha sampai dirumah sakit. Dari bandara ia langsung menuju ke sini.
Yudha langsung menuju kamar si kembar.
Ia melihat ada seorang wanita sedang menggendong bayi.
"Hhhhmmmmm...apa ini kamar bayinya Tian"tanya Yudha
"Ya.. benar. Anda siapa.. mau apa masuk kesini. Pak Tian tidak mengizinkan orang lain masuk ke kamar ini.. sebaiknya anda keluar. "ucap Zahra dan meletakan bayi yang digendongnya ke tempat tidur.
"Seharusnya aku bertanya.. mengapa kamu menggendong bayi itu... kamu bukan perawat"ucap Yudha melihat pakaian Zahra yang hanya memakai sweater.
"Kamu... bukannya menjawab pertanyaan aku malah bertanya.. keluar cepat... aku tak mau nanti disalahkan dan dimarahi pak Tian karena membiarkan orang asing masuk"Zahra mendorong tubuh Yudha sampai keluar dari ruangan.
"Lain kali masuk ke ruang seseorang itu ketuk dulu pintunya, jangan main masuk saja.. "ucap Zahra dan mengunci pintu kamar rawat itu.
"Dasar wanita gil* apa ia tak tahu kalau aku ini uncle nya sikembar... akan ku buat kau malu. Tentu saja ia tak mengenalku.. tapi siapa ya wanita itu... kalau perawat.. mengapa ia hanya berpakaian begitu.. tapi manis juga.. Gila... gila.. kamu jangan sampai terpengaruh hanya karena melihat wajah manisnya... mungkin saja ia memang pencuri bayi... "
"Hei... buka pintunya... kamu harus tahu siapa aku.. aku ini uncle nya sikembar.. adiknya kak Tian"teriak Yudha
"Kamu jangan bohong... adiknya pak Tian ada di Jerman"jawab Alya
"Aku baru saja datang dari Jerman... aku mau lihat ponakanku... kamu jangan main main ya... apa kamu pencuri bayi.. aku akan laporkan satpam agar menangkapmu"
Zahra membuka pintu kamar itu...
"Bilang saja sama satpam.. aku tak takut. Mereka pasti mengenalku... aku ini perawat disini dulunya dan sekarang aku yang menjadi perawat dan pengasuh kedua bayi nya pak Tian dan bu Alya.. "
"Apa apaan sih kak Tian.. masa mengambil perawat seperti kamu... "
"Memangnya aku kenapa... "
"Wanita gila... "ucap Yudha sambil nyengir..
"Apaaa... kamu yang gilaa... main masuk kamar rawat orang sembarangan"
"Aku ini adiknya kak Tian... lihat nih fotoku dengan mama dan kak Tian"ucap Yudha memperlihatkan foto yang ada didompetnya.
Zahra memperhatikan foto itu.. dan tampak kaget...
"Maaf.. aku nggak tahu... aku tahunya adik pak Tian di Jerman.. "ucap Zahra menunduk.
"Makanya tanya dulu dan pastikan baru mengusir, jangan main usir sembarangan"ucap Yudha masuk ke kamar dan langsung menuju ke kasur si kembar
"Hei... baby twins... ini uncle... kalian lucu lucu banget "ucap Yudha dan ingin memegang pipi sikembar, tapi tangannya langsung ditahan Zahra
"Apa apaan sih main pegang pegang tangan orang sembarangan "
"Mas harus cuci tangan dulu... bukankah Mas baru dari perjalanan jauh malahan sebaiknya mandi dulu. Maaf... nama mas siapa... "
"Mas... mas... emang aku suamimu... panggil saja namaku... Yudha.. "
"Baik mas Yudha... mas Yudha harus membersihkan diri swbelum menggendong sikecil takutnya sikecil kena virus"
__ADS_1
"Kamu.. sudah aku bilang panggil saja namaku.. aku bukan suamimu yang harus dipanggil mas... lagi pula seenaknya kamu ngomong... memangnya aku pembawa virus.. sampai menularkan pada si kembar"
"Itu hanya buat berjaga jaga.. mas... eh Yudha.. "
"Baiklah aku mau mandi dulu.. "ucap Yudha mau masuk kamar mandi yang ada diruangan itu.
"Yudha... jangan mandi dikamar mandi sini"
"Memangnya kenapa..kamu takut tergoda ya.. dan ingin mengintip aku mandi ya.. "
"Yudha... aku tak sudi mengintip orang mandi"tanpa sadar Zahra berteriak membuat sikembar terbangun dan menangis.
"Kamu perawat atau tarzan... teriakannya mengagetkan sikembar.. "
Zahra menggendong yang cowok dan menenangkannya... setelah itu baru yang cewek. Yudha memperhatikan dari tempatnya berdiri..
"Kecil kecil pandai juga ia menjaga bayi... bayi bayi itu langsung tenang dalam pelukannya.. "Yudha memandangi Zahra dengan intens..
Zahra yang merasa diperhatikan langsung bertanya
"Mengapa lihat saya seperti itu... "
"Kamu kecil kecil sudah bisa menjaga anak kecil.. kalau buat anak kecil sudah bisa juga nggak.. "
"Dasar lelaki mesum"gumam Zahra dan berbalik membelakangi Yudha.
"Ha.. ha.. "Yudha tertawa melihat tingkah Zahra. Ia masuk kamar mandi.
Tian dan Mama Mega yang baru dari ruang ICU melihat Alya masuk ke kamar dan melihat ada koper.
"Selamat siang mama.. pak Tian"
"Selamat siang... apa Yudha sudah datang ke sini"tanya Tian
"Sudah pak.. "
"Mana anak itu sekarang"tanya mama
"Lagi mandi ma... "
Tian mendekat ke tempat tidur si kembar..
"Sayang daddy.. yang sabar ya sayang.. sebentar lagi mommy mu pasti sadar. Kamu akan merasakan kasih sayang dan pelukan mommy mu yang hangat.. "
"Apa sikembar sudah menyusu Zahra"tanya mama yang mendekati tempat tidur si kembar
"Baru saja Zahra beri susu ma.. "
"Untung ada kamu Zahra... jadi si kembar bisa terawat dengan baik.. "
"Itu sudah kewajiban Zahra sebagai perawatnya untuk menjaga dan memeastikan kesehatan si kembar.. "
"Siapa nama sikembar Tian.. "
__ADS_1
"Alya yang akan memberi namanya ma.. ia sudah mempersiapkan nama mereka sejak tahu anak nya sepasang bayi kembar"
"Mama.. kak Tian... selamat siang.. "ucap Yudha begitu keluar dari kamar mandi.
"Sudah lama kamu datang nak.. "ucap mama dan memeluk putra bungsunya dan mengecup pipi Yudha
"Baru ma... tapi tadi ada yang mengusir aku,tak boleh melihat sikembar"sindir Yudha
Zahra yang tahu Yudha menyindirnya hanya menundukan kepalanya, dengan rasa malu.
"Siapa sih yang berani mengusir anak ganteng mama.. "
"Seorang wanita kecil... tapi tenaganya besar"
Mama pun tersenyum, ia langsung mengerti siapa yang dimaksud Yudha. Mama memandangi Zahra yang hanya bisa tertunduk.
"Tampangmu seperti penjahat.. memang pantas diusir.. "ucap Tian datar
"Kak Tian nggak salah ngomong... aku seganteng ini dibilang tampang penjahat.. "
Yudha mendekat kearah Tian yang tampak murung..
"Kak Tian... bagaimana kabar Alya.. "
"Masih belum sadar... "
"Kak Tian yang sabar ya... aku yakin Alya segera sembuh.. ia wanita yang kuat.. ia pasti bisa melewati semua ini.. "
"Semoga saja ia segera sadar... kak Tian ngak tahu apa yang akan kakak lakukan jika Alya meninggalkan kakak"ucap Tian dan tanpa ia sadari air matanya menetes.
Yudha melihat semua itu menjadi sedih.. tak pernah ia melihat kakaknya serapuh saat ini. Matanya sembab dan bengkak.. tanda ia menangis dari kemarin.
"Yudha... kamu bawa Zahra ke kantin.. bawa ia makan siang. Kamu juga belum makan.. "
"Nggak usah ma.. aku bisa pergi sendiri"
"Nggak apa apa Zahra.. pergilah dengan Yudha. Yudha kamu bawa Zahra.. biar mama yang jaga sikembar. "
"Baik ma... ayo cepat.. aku sudah lapar nih"ucap Yudha
"Yudha... bicara tuh yang baik dan sopan"tegur mama
"Siapa sih cewek ini... mengapa mama sepertinya menyayangi nya... padahal ia hanya perawat si kembar"
*************************
Bonus visual Yudha dan Zahra
Terima kasih banyak buat semua yang tetap setia membaca novel ini.
__ADS_1
Mampir juga ya dinovelku ANTARA AKU, KEKASIHKU DAN SAHABATNYA serta novelku ELEGI CINTA LANGIT DAN PELANGI