
Tian melajukan mobilnya menuju arah pulang.
Sebelum masuk ke dalam rumahnya Tian menyempatkan menghubungi orang suruhannya...
"Cukup kalian bemainnya... antar ia segera. Kalian tahukan aku tak suka dengan kebohongan... Jadi jangan sampai aku tahu jika kalian melakukan hal yang tak aku izinkan... kirimkan segera foto kalau ia telah sampai dirumahnya... "
Setelah menghubungi mereka Tian masuk ke rumah. Ia langsung menuju kamarnya mencari Alya. Tapi Alya ternyata tidak berada di kamarnya.
"Bi... Alya mana.. "tanya Tian dengan bibi
"Di taman tuan... "
Tian langsung menuju taman... tapi ia melihat Alya yang lagi berbincang duduk berdua.
Tian berjalan mengendap mendekati mereka.
"Bagaimana perasaan mu sekarang Alya"tanya Yudha. Ternyata Alya lagi berbincang dengan Yudha
"Maksudmu apa Yud... "
"Perasaan mu dengan kak Tian... sebentar lagi kalian akan menikahkan"
"Tentu saja Aku bahagia... "
"Kamu tidak berbohongkan... kalau kamu benar benar bahagia menikah dengan kak Tian"
"Tidak Yud... aku mencintai Kak Tian... tentu saja pernikahan ini membuat ku merasa senang "
"Jika kamu tak bahagia dan kak Tian membuatmu terluka lagi... ingat aku masih menunggumu"
"Yudha... jangan berkata begitu... nanti kak Tian dengar bisa jadi salah paham. Bukankah kita sudah sepakat akan saling melupakan kalau kita pernah menjalin hubungan.. sekarang kamu adalah calon adik iparku.. "
"Alya... terus terang bukan hal yang mudah bagiku melupakanmu... kau cinta pertamuku. Aku dulu memimpikan kita akan membina rumah tangga bersama... tapi pada kenyataan nya aku harus melihat kau menjadi istri kakak ku. Bukannya aku tak merelakanmu bersama kak Tian... cuma semuanya butuh proses dan waktu.. "
"Semuanya akan mudah kamu jalani dan melupakan Aku jika kamu membuka hatimu buat kehadiran wanita lain. Jika kamu sudah menemukan orang kamu cintai, pasti kamu akan melupakan ku"
"Sepertimu yang melupakan aku setelah mencintai kak Tian. "
"Yudha... aku mohon.. mulai hari ini kita jangan bicarakan mengenai perasaanmu lagi... aku tak mau nanti ada kesalah pahaman.. "
"Baiklah... sekarang bagaimana jika kita bicara tentang pesta pernikahanmu saja.. apa kamu akan mengundang teman teman kita"Yudha yang menoleh kesamping melihat bayangan Tian. Ia ingin melihat Tian cemburu. Ia mendekatkan dirinya ke tubuh Alya.. dan berbisik"aku mau permisi dulu.. aku lapar"
__ADS_1
Tian yang melihatnya menjadi sedikit cemburu, ia mengira Yudha ingin mencium pipi Alya. Tian langsung mendekat ke arah Alya memeluknya dari belakang dan menjauhkan wajah Yudha, ia langsung mengecup pipi Alya..
"Sayang... kamu sudah makan"
Alya mendongakkan kepalanya memandang kearah Tian yang ada dibelakangnya. Tian langsung mengecup bibir Alya.
"Kakak... sudah pulang... "
"Sudah... kak Tian nggak mau kamu menunggu sendirian... jika kak Tian tahu ada yang menemani mu... kak Tian tadi pasti nggak akan terburu buru pulang... "
"Yudha baru saja sampai kak.. "
"Hei... bocah nakal... kenapa datang tak beri kabar.. "Tian meninju lengan Yudha melampiaskan kemarahannya melihat Yudha yang tadi mendekat kearah Alya.
"Tinju kak Tian sakit juga... . aku ingin memberi kejutan pada kedua calon pengantin"Yudha berdiri karena melihat Tian yang asyik memeluk Alya sambil mengecup pipinya.
"Kak Tian... ih.. malu"Alya mendorong wajah Tian agar menjauh dari pipinya.
"Aku mau mandi dulu. Kak Tian jangan sering ninggalin calon pengantin wanitanya nanti dibawa kabur baru tahu rasa"gumam Yudha tapi masih terdengar.
"Siapa emangnya yang berani bawa kabur Alya... minta mati namanya"
"Aku... "lirih Yudha pelan sambil berlalu.
"Sayang... masuk yuk. Kak Tian capek, mau tiduran di sofa aja "Tian menggandeng Alya membawanya masuk ke ruang keluarga.
"Nggak ah sempit "
"Yang sempit itu enak... sinilah... "Tian merebahkan Alya di sofa dan ia ikutan rebah disamping Alya. Ia meletakan lengannya dibawah kepala Alya sebagai bantal .
"Alya... seandainya suatu saat kamu tahu kalau aku ini tak sebaik pikiran mu, aku mohon jangan pernah tinggalkan aku "ucap Tian sambil memandangi wajah Alya secara intens. Mereka tidur dengan posisi miring karena sofa yang sempit buat tidur berdua.
"Memangnya kak Tian pernah melakukan apa... nggak sampai membunuhkan"
"Membunuh orang sih kak Tian belum pernah tapi saat ini memang kak Tian rasanya ingin membunuh seseorang"
"Kak... aku mohon jangan pernah lakukan itu... jika memang kak Tian pernah melakukan kejahatan dulu... Aku akan memaafkan asal kak Tian janji tidak akan pernah mengulangnya"
"Semenjak mengenalmu, kak Tian sudah meninggalkan kebiasaan buruk kak Tian yang suka minum dan main perempuan. Kak Tian bersumpah tak pernah melakukan itu lagi... sampai tadi... kak Tian.. "Tian menghentikan ucapannya
"Tadi kenapa kak... apa yang kak Tian lakukan.. kak Tian minum atau main perempuan lagi"Alya mendekat ke mulut Tian dan tubuhnya menciumi baunya.
"Kak Tian nggak ada minum alkohol tadi... jangan mengendus gitu... mau kak Tian lum*t tuh bibir"
__ADS_1
"Lalu apa yang kak Tian lakukan tadi"Alya bertanya ulang.
"Nggak ada... kamu cukup janji.. kamu tak akan meninggalkan kak Tian... kalau kak Tian melakukan kesalahan kamu cukup menghukum kakak tapi jangan pernah pergi..."
"Tapi kak Tian janji ya... nggak akan berbuat jahat pada siapapun walau dengan orang yang pernah nyakiti aku... karena aku akan merasa sangat bersalah kalau kak Tian melakukan kejahatan karenaku... "
"Ya... istriku yang bawel... "ucap Tian dan langsung menciumi bibir Alya.. menggigit bibirnya pelan agar membukakan mulutnya.
Tian mulai memainkan lidahnya dirongga mulut Alya... ia melum*t bibir Alya dengan rakusnya.
Alya yang mulai merasakan nafasnya sesak mendorong dada Tian untuk melepaskan pangutan bibirnya.. tapi Tian makin memainkan lidahnya, Alya akhirnya menggigit lidah Tian.
"Sakit Alya... "ucap Tian yang akhirnya melepaskan pagutan bibirnya.
Yudha yang melihat semua yang dilakukan kakaknya dan Alya mendehem...
"Hhmmmm.... kalau mau mesum dikamar"ucapnya sambil berlalu menuju dapur. Yudha mengambil satu minuman kaleng dari kulkas dan membawanya masuk ke kamar.
"Kak Tian... aku kan malu ama Yudha"
"Mengapa malu... kamu sebentar lagi juga akan resmi jadi istriku"
"Aku mau mandi kak.. gerah nih"
"Sebentar lagi... temani kak Tian tidur dulu"Tian memejamkan matanya sambil mencium kepala Alya.
Di dalam kamar Yudha meremas kaleng bekas minumannya sampai remuk. Ia melemparnya kedinding.. Yudha pun meninju lantai sampai baku tangannya berdarah
"Ternyata merelakan dan melepaskanmu tidak semudah mengucapkannya. Walau aku berkata rela kamu hidup dengan kak Tian tapi hatiku tak bisa dibohongi... jika hatiku sakit melihatmu bermesraan dengan kak Tian.
Tuhan.. bantu aku melupakannya... aku juga ingin hidup bahagia walaupun bukan dengannya... "lirih Yudha dan tak dapat ditahan air matanya mengalir dengan deras.
###########
Sementara itu dirumahnya Sari... ia mandi membasuh tubuhnya yang disentuh sentuh lelaki tadi... Ia mandi dan menyabuni dirinya sampai beberapa kali.
Sari selesai mandi setelah merasakan tubuhnya yang dingin... ia merebahkan dirinya sambil menangis
"Kak Satria... dimana kamu kak... apa yang terjadi kemarin.. aku tahu aku salah... tapi kau Tian... tidak harus membalasku seperti ini... kau pikir aku akan diam saja setelah apa yang kamu lakukan padaku... suatu saat aku pasti membalas perbuatanmu kembali... "teriak Sari.
Mamanya yang berada di Bandung karena neneknya sakit tidak mengetahui apa yang terjadi dengan Sari dan Satria. Sari tidak berani menghubungi ibunya untuk menceritakan semua... ia takut ibunya akan marah jika tahu apa yang ia lakukan pada Alya dan Satria.
*************************
__ADS_1
Terima kasih karena tetap setia membaca novel ini...
Mampir juga di novelku CINTA TAK PERNAH SALAH Dan novel ku yang baru terbit ANTARA AKU, KEKASIHKU DAN SAHABATNYA