
Sampai di lokasi pesta,Yudha menggenggam tangan Zahra dengan tangan kanannya , dan menggandeng Axel dengan tangan kirinya.
Alexa yang masih marah dengan daddy nya tak mau tangannya digenggam Tian. Alya yang melihat itu mengambil tangan Alexa dan menggandeng masuk.
Di dalam ruangan pesta tamu sudah banyak yang hadir. Ketika Tian dan Alya masuk, banyak mata memandang ke arah mereka.
Alya dengan gaun brokat dan Tian dengan jas putih tampak sangat serasi. Terutama mata keluarga besar Sari dan Sandra.
Tian yang merasa diperhatikan, lalu menggandeng tangan Alya dan Alexa. Tian dengan jalan yang pasti tanpa menoleh atau tersenyum pada keluarga Sari ,mendekati Yudha yang telah duduk terlebih dahulu.
Alexa yang merengek meminta es krim,membuat Alya berdiri mengambilnya. Kebetulan di sana ada Sari dan sepupunya.
"Selamat Malam Alya.. lama tak bertemu "sapa Sari
"Selamat malam... "
"Ini Alya.. istrinya Tian"tanya sepupu Sari
"Ya...Alya.. "ucap Alya memperkenalkan dirinya dan mengulurkan tangannya berkenalan. Tapi sepupu sari tak menyambutnya. Karena itu Alya menurunkan tangannya yang terulur tadi.
"Kamu nggak cantik juga.. kaya juga nggak.. mengapa Tian lebih memilih kamu ya.. apa sih kelebihannya"gumam sepupu Sari
Alya mendengar itu hanya tersenyum. Ketika ia ingin melangkah pergi, datang satu wanita lagi sepupu Sari.
"Hai.. ini ya yang namanya Alya. Aku lihat tadi kamu masuk dengan Tian. Aku penasaran dari dulu, ingin tahu wanita mana sih yang mampu membuat Tian melepaskan pertunangannya. Ku rasa nggak juga terlalu istimewa.. masih cantik Sari.. maaf ya.. aku cuma ingin berkata jujur"ucapnya
"Maaf.. aku pamit dulu... "ucap Alya tak menghiraukan perkataan mereka.
"Jadi itu yang namanya Alya.. dilihat dari foto di majalah ketika ia jadi model.. lumayanlah.. tapi dilihat langsung nggak terlalu istimewa "ucap sepupu Sari itu.
"Ya.. aku heran juga.. mengapa Tian bisa jadi tergila gila ya... Sandra yang juga begitu cantik ditinggalkan demi Alya.. "ujar nya sepupu yang lain
"Itu mungkin sudah jadi pilihan Tian... "ujar Sari
"Kamu sih Sari terlalu baik.. jika aku jadi kamu sudah aku jambak tadi rambutnya"
"Aku tak mau lagi berurusan dengan Tian"ucap Sari
"Tapi anak anak Tian.. cantik dan ganteng.. gila banget deh.. mirip bapaknya kali"
__ADS_1
"Ya.. Alya itu cewek yang beruntung aja.. dari upik abu menjadi cinderella.. "setelah itu mereka bertiga tertawa bersama.
Tian dari kejauhan memperhatikan apa yang Alya dan Sari serta sepupunya lakukan, walaupun Tian tak dapat mendengar ucapan mereka tapi Tian yakin, mereka lagi membicarakan Alya.
"Jika aku mendengar langsung kalian membicarakan atau menjelekkan istriku, aku tak akan pernah mengampuni kalian... walau aku pernah janji dengan Alya tidak akan melakukan perbuatan yang salah lagi.. tapi aku tak yakin aku bisa menahan diri jika aku mendengar orang memburukan istriku "
"mommy.. lama banget sih"ujar Alexa
"Tadi mommy kebetulan bertemu teman.. jadi ngobrol sebentar.. maafkan mommy ya sayang.. "
"Iya... "ucap Alexa mengambil es krim dengan cemberut
"Apa yang dikatakan Sari dan sepupunya"tanya Tian
"Nggak ada kak.. cuma sekedar tanya kabar dan kenalan"
"Tapi ia mengabaikan tanganmu.. "
"Itu tak sengaja kak.. karena ia tak melihatnya.. sudah minta maaf kok.. "
"Jangan bohong...jika aku tahu mereka menjelekan kamu.. aku tak akan memaafkan"geram Tian
"Kak... Aku sudah bilang, kakak nggak boleh membuat keributan dipesta orang.. selain itu memalukan, kita juga jadi tak enak karena telah mengganggu kenyamanan tamu yang lain"
"Iya Yud... "
Pembawa acara menyampaikan jika pengantin akan memasuki ruang pesta, diharapkan para tamu memberi kehormatan dengan berdiri ditempat.
Tampak Satria dan Sari yang sama sama memakai baju berwarna putih masuk dari ruang dibelakangnya. Mereka tampak sangat serasi, semua tamu memberi tepuk tangan.
Tian tidak begitu perhatian dengan pengantin, ia mengejar Alexa yang berlari lari diruangan itu. Sedang Axel hanya duduk disamping Yudha
Tian kehilangan Alexa, karena para tamu yang cukup ramai. Ia terus mencari Alexa tanpa memberitahukan Alya jika Alexa hilang dari pandangannya. Ia tak mau Alya menjadi cemas.
Setelah hampir sepuluh menit mencari dari kejauhan Tian melihat Alexa yang lagi bicara dengan seorang wanita. Ia mengulurkan minuman dengan Alexa.
Tian melihat dari kejauhan, setelah ia memastikan wanita itu Sari, Tian berlari cepat sebelum Alexa meminum segelas air pemberian Sari.
Tian langsung melempar gelas yang dipegang Alexa kelantai,membuat Alexa kaget dan menjerit menangis.
__ADS_1
"Daddy jahat... "ucap Alexa
"Sayang.. daddy udah bilang jangan minum air pemberian orang yang tak kamu kenal"
Para tamu undangan banyak memperhatikan mereka. Alya yang menyadari itu Tian langsung menghampirinya. Begitu juga Yudha dan Zahra.
"Apa maksud kamu memberi anakku minum"tanya Tian dengan emosi
"Aku tak ada maksud apa apa Tian.. lagi pula aku tak tahu jika ia anakku, aku lihat ia kehausan jadi kuberi minum. Apa itu salah.. "tanya Sari.
Para keluarga dekat Sari sudah mendekati mereka. Mata Sari tampak mulai berkaca kaca.
"Salah .jika yang memberi minum kamu.. "
"Tian.. kamu keterlaluan.. mengapa aku masih kamu salahkan.. aku benar benar nggak tahu itu anak kamu"
"Kamu nggak bohong. Apa kamu yakin tak tahu jika ia anakku. Apa kamu tak melihat dari tadi ia bersamaku, dan apa kamu tidak pernah melihat majalah yang memuat keluargaku, atau kamu tak pernah melihat televisi ketika mereka mewawancarai aku dan keluarga "tanya Tian emosi
"Kamu jangan kegeeran Tian.. Sari memang tak pernah tahu dan ingin tahu dengan keluargamu.. jadi jika ia berkata tak tahu wajah anakmu itu wajar. Lagi pula apa salahnya ia memberi minum anakmu.. bukan racunkan yang Sari beri"ucap sepupu Sari yang tadi
"Bagaimana aku tahu itu bukan racun.. jika anakku dalam kandungan saja bisa ia racuni, jadi kemungkinan anakku ini juga bisa ia racuni"
"Apa maksudmu Sari meracuni anak kamu dalam kandungan.. "ujar sepupu Sari itu
"Kak Tian sudah.. ayo kita pamit lagi "ujar Alya
"Kamu sudah dibutakan oleh cintamu pada wanita ini.. sehingga begitu bencinya dengan Sari"
"Kamu jangan ikut campur. jika kamu tak ingin aku melakukan sesuatu yang tak pernah kamu bayangkan. Kamu tanyakan dengan sari mengapa aku membencinya..karena ia sudah dua kali ingin mencoba membunuh Alya... "ucap Tian dengan keras membuat tamu undangan kaget mendengarnya.
"Sari.. jangan diam saja.. apa yang dikatakan Tian itu bohongkan"
"Mana bisa ia berkata.. karena itu semua benar"ucap Tian lagi
"Kak.. aku mohon sudah. Ini pasti kesalahan pahaman.. Sari pasti nggak bermaksud apa apa dengan Alexa"
"Aku tak akan membiarkan siapapun yang ingin menyentuh istri dan anak anakku.. jika aku tahu kalian bicara jelek apa lagi melakukan tindakan jahat pada keluargaku, Nyawa kalian jadi taruhannya.. jangan karena selama ini aku sudah diam dan sedikit berubah kalian bisa main main denganku.. jangan membangunkan singa yang tertidur.. ingat itu"
Setelah mengucapkan itu Tian pamit tanpa memberikan ucapan selamat pada pengantin. Dari tempat bersandingnya, Satria dapat melihat keributan itu.
*************************
Terima kasih untuk semua pembaca setia novel ini
__ADS_1