
Yudha pergi menemui bunda dengan perasaan gugup. Sampai di panti asuhan tempat Zahra biasa tinggal Yudha sempat ragu untuk turun.
"Mengapa belum turun juga... "tanya Zahra melihat Yudha nggak juga turun dari mobilnya.
"Kamu duluan saja... aku menyusul"
Zahra turun dari mobil dan langsung mengetuk pintu panti.
"Assalamualaikum... bunda"
"Waalaikumsalam nak... kamu datang sama siapa. "
"Aku datang sama adiknya pak Tian... "
"Mana orangnya nak... kok nggak dibawa masuk"
Tak lama terdengar pintu diketuk...
"Masuklah Yud.. "ucap Zahra
"Selamat siang bunda... "
"Selamat siang... silakan duduk"
"Oh ya bunda... saya Yudha.. adiknya pak Tian"
"Silakan minum Yud... "ucap Zahra yang datang membawa minuman.
__ADS_1
"Bunda... sebenarnya aku datang ingin mengenal bunda lebih dekat,aku ingin tahu wanita mana yang telah membesarkan Zahra sehingga ia bisa tumbuh menjadi gadis yang baik "
"Bukan karena bunda yang membuat Zahra tumbuh baik. Tapi memang Zahra pada dasarnya anak yang baik... "
"Bunda... apa aku boleh mengenal Zahra lebih dekat lagi"
"Tentu saja boleh nak... bunda malah tambah senang karena keluarga tempat Zahra bekerja mau mengenal lebih dekat dengannya... dan dari cerita Zahra,bunda tahu keluargamu keluarga yang baik.. karena memperlakukan Zahra seperti keluarga sendiri tanpa membedakan walau ia hanya seorang pekerja"
"Bunda... sebenarnya aku kesini juga ingin memberitahu bunda.. kalau aku ingin berhubungan yang lebih dekat dengan Zahra.. aku ingin berhubungan yang lebih serius"
"Bunda.. setuju saja jika memang Zahra mau mengenalmu lebih dekat.. karena yang akan menjalankan semuanya kamu dan Zahranya.."
"Tapi Zahra akan mau berhubungan lebih dekat lagi denganku jika bunda telah mengizinkan"
"Bunda sangat setuju jika memang kamu ingin berhubungan lebih dekat dengannya nak... karena bunda yakin kamu pasti lelaki yang baik seperti keluargamu yang lain."
"Apa kamu sudah memikirkan baik baik nak.. karena bunda tak ingin nanti dipertengah jalan semua berakhir....karena kamu menyesal telah memilihnya...kalian baru mengenal, apa kamu sudah yakin akan keputusanmu itu"
"Bunda... aku sudah sangat yakin ingin menjalin hubungan lebih serius dengan Zahra. Karena aku melihat kak Tian dan mama yang begitu akrabnya dengan Zahra. Padahal setahu aku, kak Tian dan mama bukanlah orang yang mudah dekat dengan seseorang ,berarti Zahra orang yang baik karena ia bisa diterima dikeluargaku"
"Bunda... hanya ingin kamu tak akan menyesal nantinya. Karena kamu tahukan... Zahra hanya lah anak yatim piatu... sedangkan kamu dari keluarga yang sangat mampu.. apakah kamu nantinya tak akan meninggalkan Zahra nantinya".
"Aku tak akan meninggalkan Zahra bunda... walau aku hanya sebentar mengenal Zahra tapi aku sudah yakin kalau Zahra pendamping yang baik buatku, aku sudah yakin dari pertama aku bermaksud ingin mengenalnya lebih dekat"
"Kalau kamu sudah yakin... ibu hanya bisa merestuinya nak... semoga kamu memang jodohnya Zahra.. ibu sangat senang jika memang kamu berniat menjalin hubungan dengan Zahra. Bagaimana Zahra apakah kamu mau berhubungan yang lebih serius lagi dengan Yudha.. "
"Bunda.... jika bunda memang merasa kalau Yudha lelaki yang baik.. aku juga akan menerimanya"
__ADS_1
"Baiklah nak Yudha... bunda akan menunggu kedatangan dan niat baik keluargamu"
"Terima kasih bunda... karena bunda mau menerima aku ..."
Yudha dan bunda cerita tentang banyak hal.. sampai sore menjelang.
Setelah dari panti Yudha membawa Zahra pergi makan ke salah satu restoran favorit nya.
Setelah duduk dan pesanan datang, sambil menyantap makanannya Yudha dan Zahra berbincang..
"Yud... apa kamu sudah yakin menjadikan aku istrimu.. karena seperti yang pernah aku katakan.. aku tak mau nantinya setelah kita menikah kamu menyesal akhirnya... karena aku hanyalah wanita biasa yang jauh dari sempurna"
"Aku juga bukan lelaki sempurna... tapi aku harap kita saling mengisi kekurangan...dan menjadikan semua kekurangan kita sebagai kelebihan. Besok aku akan kembali ke Jerman... nanti aku akan menyerahkan semua urusan kantor dengan salah satu orang kepercayaan. Dari pertama aku ke Jerman aku pindah kesana karena membawa hati yang luka... aku sudah berjanji jika suatu saat aku memiliki seseorang yang bisa mengisi hatiku lagi... aku baru akan kembali ke Jakarta. Dan entah mengapa sejak pertama melihatmu aku sudah langsung tertarik denganmu... walau pertama bertemu kita tampak tak akur"
"Aku juga mau kita saling percaya... karena tak ada manusia yang sempurna... jadi aku harap kita bisa saling menutupi kekurangan itu. Bunda yang pertama bertemu denganmu saja bisa langsung suka.. jadi itu sudah bukti kamu anak yang baik. Aku merasa bahagia kamu memilihku sebagai teman dekatmu"
Yudha dan Zahra bercerita sampai malam menjelang... Setelah itu baru mereka kembali ke rumah..
***********************
Terima kasih telah membaca novel ini
Mampir juga ya ke novel yang lainnya
-ANTARA AKU, KEKASIHKU, DAN SAHABATNYA
-ELEGI CINTA LANGIT DAN PELANGI
__ADS_1