Aku Bukan Simpanan (Season Satu & Dua)

Aku Bukan Simpanan (Season Satu & Dua)
Bab 46 Season Dua


__ADS_3

Pagi harinya sebelum Cindy terbangun Axel sudah meninggalkan kamar hotel itu. Ia meninggalkan Cindy yang masih tertidur.


Sebelum kembali ke Indonesia Axel menelepon salah satu majalah fashion yang cukup terkenal di Singapura, ia mengatakan jika seorang model Indonesia lagi menginap dengan salah seorang pemilik salah satu majalah.


Axel dari malam telah mencari tahu, siapa sosok yang bersama Cindy. Kebetulan ia mendapat berita dan foto mereka berdua, disana disebutkan jika Cindy merupakan model kebanggaan majalah milik Anthony.


"Kamu akan membayar semua kebohongan kamu selama ini Cindy. Aku akan menghancurkan karier mu secara perlahan. Karier yang selalu engkau banggakan. "


Sampai di Jakarta, Axel tidak langsung ke kantor. Ia pulang ke rumah. Ia ingin bertemu mommy nya.


Ia tiba di rumah dan melihat mommy nya lagi duduk diayunan yang ada di taman belakang rumah.


Axel langsung memeluk mommy dari belakang.


"Mommy.. maafkan Axel"ucap Axel dan mengecup pipi Mommynya


"Sayang... kamu sudah kembali nak. Mengapa sudah kembali. Cepat benar pulangnya, nggak jadi bertemu Cindy"


"Mommy.. tanya satu satu dong. Bagaimana Axel mau jawab"


Axel duduk disamping Alya sambil memeluk pinggang mommynya itu.


"Kamu bisa aja. Apakabar Cindy.. "


"Mommy mengapa dari tadi tanya Cindy terus, bukannya Axel "


"Mommy sudah tahu kalau anak mommy sehat.. mengapa mommy harus bertanya lagi"


"Tapi hatiku saat ini lagi sakit mommy"


"Kamu pasti belum sarapan, masih pagi begini sudah sampai "


"Mom.. aku ngantuk. Aku mau tidur di pelukan mommy "


"Sini tidur di paha mommy nak"


Axel lalu membaringkan kepalanya di paha Alya dan mulai memejamkan matanya. Alya mengusap kepala Axel sampai ia merasa Axel telah tertidur.


Tian yang baru menyelesaikan kerjanya,menghampiri Alya.


"Loh Axel sudah pulang, sayang "


"Iya kak. Aku melihat mata Axel sedikit bengkak. Aku tahu saat ini ia tak lagi baik baik saja. Kak Tian tahukan, jika Axel sudah manja begini pasti ia lagi ada masalah. Apa ia bertengkar dengan Cindy. Aku merasa bersalah karena sempat berdebat mengenai Cindy kemarin. Apa mereka bertengkar karena perkataan aku itu ya.. kak"

__ADS_1


"Kamu tidak salah. Setiap orang tua pasti menginginkan yang terbaik buat putranya. Kamu hanya mengutarakan kekuatiran kamubsebagai mommy nya. "


"Kak, menurut kak Tian apa Cindy wanita yang baik dan pantas buat Axel"


"Aku nggak tahu, hanya Axel yang tahu apakah Cindy memang pantas buatnya apa tidak"


Axel yang hanya berpura pura tidur mendengar semua pembicaraan daddy dan mommynya.


"Aku akan merestui siapapun jodoh Axel, asal ia wanita yang baik.Aku tidak peduli kaya atau miskin. Aku sebagai mommy nya hanya mengharapkan suatu saat nanti yang menjadi pendamping hidupnya adalah wanita yang baik, penyayang dan pengertian. Karena Axel ku anak yang manja.."gumam Alya


"Sayang.. Axel bukan anak anak lagi, kamu tidak perlu terlalu memikirkan tentang dirinya lagi. Kita harus memberikan ia kebebasan, agar ia bisa bertanggung jawab atas dirinya sendiri.Jika memang suatu saat ia melaangkah di jalan yang salah dan kita sebagai orang tua sudah berusaha mengingatkan tapi ia tak peduli, ia harus mau menerima akibat dari perbuatannya. "


"Kak.. apa kak Tian tahu sesuatu tentang Cindy atau keluarganya. Aku tahu pasti kak Tian sudah langsung menyelidiki siapa siapa teman dekat anak anak"


"Kak Tian sudah bilang, mereka bukan anak anak, kita beri aja mereka kebebasan memilih,. Kita orang tua hanya mengarahkan mereka"ucap Tian sambil mengusap kepala Alya.Tian lalu duduk dihadaapn Alya.


"Kenapa masih memandangi kak Tian seperti itu."


"Nggak ada.. "


Axel yang sudah nggak tahan, menggerakkan badannya seolah ia baru bangun tidur.


"Sayang... makan lagi ya. Daddy juga mau makan. Kamu sudah melewatkan sarapan. Ponsel kamu dari tadi berdering, coba lihat dulu siapa tahu penting"


Setelah daddy dan mommy nya pergi Axel menghubungi Cindy kembali.


"Sayang.. kamu dimana. Mengapa kamu tak menjawab panggilan ponselmu dari tadi"


"Maaf ya.. aku ketiduran... "


"Kamu memang nya dimana"


"Aku sudah kembali, aku tadi pagi sudah harus kembali secepatnya karena ada meeting mendadak. Aku tak tega bangunkan kamu, jadi aku pergi aja"


"Kamu membuat aku kuatir.. "


"Kamu masih lama di Singapura"


"Aku pulang lusa nggak apakan... "


"Nggak apa, jika itu karena pekerjaan... "


"Terima kasih sayang, kamu memang paling pengertian. Aku janji nanti setelah kita menikah aku akan mengurangi jadwal pemotretan, aku akan ambil yang di Jakarta saja"

__ADS_1


"Hhhmmmm... aku mau istirahat dulu ya. Aku sedikit kurang sehat "


"Sayang... jangan terlalu bekerja keras, jaga kesehatan juga dan jangan lupa minum obatnya. Aku sangat mencintaimu..Aku juga mau makan siang sekarang "


"Oke.. "


Axel langsung menghubungi wartawan yang dimintanya mengikuti Cindy, ia mengatakan jika Cindy mungkin akan keluar kamar untuk makan siang.


Setelah sambungan ponselnya terputus, Cindy meninggalkan kamar hotel menuju restoran karena Anthony sudah menunggu nya.


Cindy berjalan sambil memikirkan sikap Axel yang ada sedikit perubahan.


"Mengapa Axel tampak sedikit dingin. Ia biasanya tak pernah melewatkan kata sayang, dan juga kemarin ia seperti enggan aku cium. Ia biasanya yang paling sering memeluk dan mencium aku duluan"


Cindy masuk ke restoran menuju tempat Anthony duduk. Mereka tak menyadari ada seorang wartawan yang mengikuti Cindy. Wartawan itu mulai mengambil gambar Cindy secara diam diam.


Axel juga membayar orang suruhan untuk mengikuti Cindy dan mengambil foto sebagai bukti pengkhianatan Cindy, jika nanti ia menyangkalnya.


Setelah merasa cukup dengan gambar yang diambilnya, wartawan online itu langsung keluar dari restoran. Ia tak ingin penyamarannya diketahui.


Sore harinya ketika sedang duduk dibalkon setelah melayani Anthony, Cindy dikejutkan dengan berita yang sedang beredar. Ia langsung membangunkan Anthony.


"Ada apa sayang.. aku masih mengantuk "


"Kamu lihat berita yang sedang beredar ini"ucap Cindy memberikan ponselnya


Anthony membuka matanya dan membaca berita itu. Ia langsung duduk.


"Siapa yang menyebarkan ini. Bagaimana bisa wartawan masuk. Berarti ini menyamar. Lagi pula dari mana ia tahu kamu dan aku menginap disini. Kamu lihat ini foto ketika kita di restoran dan akan masuk kamar tadi"


"Bagaimana ini.. kamu bilang ini hotel yang paling aman. Tak akan ada yang bisa masuk sembarangan. Aku tak mau gara gara ini karier aku hancur. "


"Aku juga tak mau nama baik aku tercemar."


"Kamu pasti takut istrimu tahukan"


"Bukan itu yang aku tanyakan.. aku takut ini dapat mempengaruhi penjualan majalahku. Aku pergi dulu, aku harus menyelesaikan ini"


Anthony segera berpakaian dan meninggalkan kamar hotel itu. Tinggal Cindy sendiri yang termenung di dalam kamar.


"Axel dan keluarganya tidak boleh sampai membaca berita ini. Aku tak mau nanti gara gara berita ini Axel menjauhi bahkan mungkin memutuskan hubungan kami. Aku harus bagaimana agar Axel tidak membacanya "


***************************

__ADS_1


Terima kasih untuk semua pembaca setia novel ini


__ADS_2