
Sudah dua bulan sejak Alya sembuh dari sakit. Ia masih bekerja di agensi milik Tian. Tapi Tian tak pernah tampak hadir di agensi ini.
Alya senang karena ia tak harus berurusan dengan Tian..
"Bu Alya.... pak Tian meminta anda ke kantornya siang ini... "ucap Anna asistennya
"Apa tak bisa kamu wakilkan Anna... "Alya
"Pak Tian ingin bicara langsung dengan bu Alya... "Anna
"Baiklah Anna... terima kasih.. "Alya
Siang harinya dengan sangat terpaksa Alya datangi Tian ke kantornya.
"Permisi.....apa saya boleh masuk... "Alya mengetuk pintu ruang kerja Tian.
"Masuklah.... "jawab Tian dari dalam
"Silakan duduk.... "Tian
"Ada perlu apa bapak memanggil saya... "Alya bertanya dengan wajah menunduk
"Alya... aku ingin memindahkan kamu ke kantor ini sebagai sekretaris saya... "Tian
"Tapi pak... saya tidak ada pengalaman kerja sebagai sekretaris... lagi pula saya hanya tamatan SMU... "Alya
"Kamu bisa belajar dengan Dewi.. ia telah lama menjadi sekretarisnya saya.... dan sebentar lagi ia akan resign karena menikah.. "Tian
"Saya tidak bisa pak... saya takut kerjanya saya mengecewakan nanti"Alya
"Saya atasan kamu Alya... dimanapun kamu ditempatkan seharusnya kamu bersedia. Saya tidak akan mencampurkan urusan pribadi dengan kerjaan kamu jangan takut... saya sudah berjanji tidak akan mengganggu mu kecuali urusan pekerjaan... "Tian
"Boleh saya tahu pak... mengapa harus saya yang menjadi sekretarisnya bapak... "Tian
"Agensi itu sudah saya serahkan pengelolaan nya pada teman saya ...makanya kamu saya pindahkan ke kantor ini... "Tian
"Baiklah pak... mulai kapan saya harus bekerja disini... "Alya
"Mulai besok.. ..kamu harus datang sebelum jam delapan pagi. Saya tidak suka orang yang tak disiplin... "Tian
"Baik pak..apa masih ada yang perlu dibicarakan... kalau tidak ada saya boleh permisi... "Alya
"Tidak ada... kamu bisa kembali... "Tian
"Terima kasih pak....."Tian
#################
Sudah hampir tiga bulan Alya menjadi sekretarisnya Tian... sejak kerja di kantor ini Tian tak pernah menyulitkan Alya.
__ADS_1
Alya yang memang sangat pintar bisa cepat belajar bagaimana menjadi seorang sekretaris dari Dewi.
Tian memang tampak berubah. Ia sedikit lembut dan tak. pernah memaksa lagi.
Alya mengetuk pintu ruang kerja Tian.. ingin memberi berkas yang harus ditanda tanganinya...
"Permisi pak.. boleh saya masuk... "Alya
"Masuklah... "Tian
"Maaf pak... saya tak tahu bapak ada tamu... Ini berkas yang harus bapak tanda tangani... "Alya menyerahkan berkas kehadapan Tian
"Oh... kamu Alya... temannya Yudha... "Sandra
"Iya bu... saya Alya.. "Alya
"Sejak kapan Alya kerja disini Tian... kok aku nggak tahu... "Tanya Sandra
"Maaf bu... saya kerja di kantor ini sudah tiga bulan... "Alya
"Oh... napa saya tak tahu ya... apa mama juga nggak tahu Alya kerja disini Tian... "Sandra
"Mengapa mama harus tahu. Ini perusahaan ku... siapa yang harus kerja denganku.. itu keputusan ku... "Tian.
"Ya... aku hanya bertanya.. nggak bermaksud ikut campur. Kebetulan kamu disini.. saya mengundang kamu untuk hadir di acara ulang tahunku sekalian pengumuman pernikahan kami yang akan segera dilaksanakan... "Sandra
"Terima kasih bu Sandra... karena telah mengundang saya... saya mohon pamit... "Alya melangkah keluar ruang kerja itu
"Saya nggak suka urusan kerjaan saya dicampuri... "Tian
"Ini bukan soal kerjaan aja Tian... ini menyangkut hubungan kita.... Aku sudah tahu kalau Alya itu mantan istri kamu. Jadi seharusnya kamu berdiskusi sebelum menjadikannya sekretaris kamu... "Sandra
"Sandra... harus berapa kali saya ulangi... saya tak suka urusan kantor dan perusahaan saya dicampuri orang lain.. "Tian
"Saya ini calon istrimu Tian... bukan orang lain... "Sandra
"Baru calon istri... setelah kamu jadi istri saya pun... saya tak mau kamu mencampuri urusan kerjaan saya... "Tian
"Tian... kamu itu nggak peka jadi lelaki... "Sandra
"Apa maksudmu.... "Tian
"Aku tak akan mencampuri urusan kerjaan atau karyawanmu jika itu bukan Alya. Tapi ini Alya... mantan istrimu... Aku cemburu Tian... kamu setiap hari ketemu dengannya sedangkan ama aku... sekali seminggu pun jarang... Aku takut kamu kembali dengannya. Aku tak mau ia menggoda dan merayumu... "Sandra
"Sandra... apa yang ada dipikiranmu... Alya tidak tertarik denganku... "Tian
"Dari mana kamu bisa menyimpulkan ia tak tertarik denganmu... kamu tampan dan mapan... "Sandra
"Tidak semua wanita berpikiran sepertimu, yang menyukai lelaki hanya karena ketampanan dan kemapanannya... "Tian
__ADS_1
"Jadi maksud kamu... Aku menyukaimu hanya karena kamu tampan dan mapan... "Sandra
"Aku tak tahu isi pikiran orang.... "Tian
"Tian... aku menyukai dan mencintaimu dari kamu masih duduk di bangku sekolah menengah atas. Aku juga terlahir dari keluarga yang cukup mapan.. jadi aku mencintaimu bukan karena itu... "Sandra
"Sudah ku katakan.. aku tak tahu Sandra... aku tak bisa membaca isi pikirinmu... "Tian
"Tian... mengapa kamu selalu berkata yang menyakitiku... apa kamu tidak punya perasaan sedikitpun padaku... mengapa kamu menerima pertunangan kita... "Sandra
"Kita bertunangan karena aku hanya mengikuti maunya ibuku... "Tian
"Kenapa kamu tak menolaknya... "Sandra
"Apa aku bisa menolakmu sekarang... kita bisa membatalkan pertunangan kita... "Tian
"Tian... kamu pikir semua ini hanya permainan. Kamu tidak bisa membatalkan sekarang... . karena semua orang orang sudah tahu kita bertunangan dan akan menikah... Kamu pikirkan... bagaimana malunya aku jika kamu membatalkan semuanya sejarang... jika kamu tak mau.. sebelum kita bertunangan bisa kamu batalkan dulu... "Sandra
"Apa kamu mau menjalankan pernikahan tanpa rasa cinta... "Tian
"Aku tak peduli... kamu harus tetap menikah denganku.... "Sandra
"Kamu yang akan menyesal nantinya jika kamu memaksa menikah denganku... aku tak mencintaimu.... "Tian
"Apa kamu berkata begini... karena Alya... kamu menjalin hubungan lagi dengannya... "Sandra
"Ini tak ada hubungan dengan Alya. Sudah kukatakan ia tak tertarik denganku... "Tian
"Mengapa kamu yakin betul ia tak tertarik denganmu... "Sandra
"Aku sudah pernah mengatakan kepadanya dan ia menolak... "Tian
"Jadi.... kamu benar menyukai mantan istrimu itu... Ini tak benar Tian.. ini tak boleh terjadi. Alya harus keluar dari kantor ini... "teriak Sandra
"Jangan pernah kamu menyentuh Alya... aku sudah berulangkali mengatakan... jangan ikut campur dengan urusan perusahaan ku... "Tian pun mulai emosi
"Kamu akan membayar semuanya Tian... aku tak akan mau melepaskanmu untuk seorang Alya yang tak pantas bersaing denganku... "Sandra meninggalkan kantor dengan emosi
Ketika melewati Alya yang lagi duduk dimeja kerjanya... Sandra menghampirinya...
"Jangan pernah coba coba mendekati Tian... kalau kamu tak mau berurusan denganku... "Sandra berucap dan Segera berlalu.
"Ada apa dengan bu Sandra... mengapa ia mengancamku... apa ia pikir aku akan menggoda tunangannya... "gumam Alya pelan
******************×************
Jangan lupa tinggalkan jejak
Like... koment dan vote
__ADS_1
Terima kasih**