Aku Bukan Simpanan (Season Satu & Dua)

Aku Bukan Simpanan (Season Satu & Dua)
Bab 8 Season Dua


__ADS_3

Rumah kediaman Alya dan Tian sudah mulai ramai dengan kedatangan sanak keluarga. Mama mengundang seluruh keluarga untuk makan malam merayakan ulang tahunnya yang ke lima puluh lima.


Semua keluarga sudah berkumpul di halaman belakang rumah. Ada yang sedang minum dan mencicipi hidangan pembuka.


"Ani... nanti ada yang mau ketemu kamu"ujar Alya


"Siapa.. kok main rahasia sekarang"


"Kamu lagi ada dekat dengan seseorang saat ini"


"Kebetulan nggak.. mengapa.. kamu mau ngeledek aku kerena belum laku juga diusia aku sekarang. Sedangkan kamu sudah punya dua orang anak"


"Makanya jangan terlalu pilih "


"Bukan aku terlalu pilih.. tapi memang belum ada yang sesuai di hatiku"


Ani dan Alya berteman sejak sama sama meniti karier sebagai model di Singapura. Usia Ani lebih tua dua tahun. Dan ia lebih dulu terjun di dunia model, karena pengalamannya itulah Alya percayakan ia dan Tong yang mengurus agensi nya.


Bumi yang datang dengan setelan jas hitam dan kaos coklat di dalamnya tampak sangat ganteng malam ini.


"Selamat malam Alya... "


"Malam Bumi... "


"Selamat malam Ani.. bertemu lagi kita. Apakah ini kebetulan atau kita memang sudah jodoh ya kok bisa bertemu terus"


"Cuih... jodoh. Siapa bilang jodoh.. memang kebetulan Kak Ani dan kak Bumi di undang mama kok"ucap Yudha yang mendengarnya


"Hai.. bocah.. jangan ikut campur Lu ya"bisik Bumi


"Siapa yang bocah.. gue sudah bisa buat bocah ya..dari pada Kak Bumi jomblo akut"ucap Yudha sengaja dikeraskan biar Ani mendengarnya.


"Gue ini jomblo high quality ya... "


"High quality apa... bilang saja tak laku.. masih berkelit"


"Gue Jitak kepala Lu ya.. "ucap Bumi tanpa sadar


"Kak Ani lihat sendirikan.. kalau Kak Bumi ini suka menyiksa orang jadi Kak Ani harus hati hati kalau Kak Bumi mendekati"


"Jangan percaya An.. Yudha dan Bumi memang tak pernah akur tak sebenarnya mereka saling menyayangi dan perhatian "


"Saling menyayangi... siapa juga yang sayang Kak Bumi.. gue masih normal ya Al.. mending gue sayangi Zahra.. iya kan sayang"ucap Yudha dan mengecup dahi Zahra


"Tapi gue senang kok orang yang suka jail dan lucu kayak Bumi"ucap Ani


"Lu dengar tuh kata Ani... kalau gue ini lucu orangnya"

__ADS_1


"Lucu.. kayak badut.. "


Mama mendekati ke tempat mereka berkumpul.


"Selamat malam mama... selamat ulang tahun wanita tercantik malam ini. Semoga mama selalu sehat.. "


"Terima kasih Bumi.. "


"Lu nggak bawa kado buat Mama.. "tanya Tian yang datang bergabung dengan Alexa dan Axel


"Bawalah... ini ma.. kado buat mama. Aku tahu mama bisa membeli apapun dan bisa dapat apapun dari anak anak mama.. tapi aku hanya ingin memberi ini sebagai rasa sayangku pada mama.. "


"Kak Bumi tumben bawa kado, karena tahu ada Kak Ani ya.. "


"Kamu tuh.. jangan buat malu kakakmu. Suka banget cari masalah. Kamu seharusnya berterima kasih dengan Bumi karena berkat bantuannya Zahra bisa hamil saat ini"ucap mama sambil menoyor kepala Yudha


"Mama... aku ini sudah dewasa... sudah mau jadi bapak.. masih aja diperlakukan kayak anak kecil.. main toyor sembarangan aja"


"Lu memang masih bocah.. untung Zahra mau.. nggak ada yang mau dengan lu"ujar Bumi


"Sudah ah nggak malu apa dengan Ani, bertengkar melulu. Besok besok Ani kapok lagi datang kalau di undang. Bumi.. kapan papi dan Mami kamu ke Jakarta bawa main kerumah ya.. sudah kangen mama dengan mami kamu"


"Oke ma.. "


"Ayo.. kita makan lagi.. semua keluarga sudah menunggu"


Bumi duduk disamping Ani. Mama memang sengaja mengundang Ani setelah mendengar dari Yudha,kalau Bumi suka dengan Ani.


"Kamu sudah lama ya kenal Alya "ucap Bumi membuka pembicaraan


"Lumayan lama.. sejak kami satu agensi di Singapura"


"Berarti cukup lama juga.. kok aku baru lihat kamu ya"


"Aku jarang ada di Jakarta... aku lebih sering di Singapura dulunya. Tapi setahun belakang ini aku sudah menetap di Jakarta, karena ternyata lebih nyaman tinggal di negeri sendiri "


"Apa lagi jika sudah memiliki pacar orang Jakarta pasti kamu lebih betah berada disini"


"Aku ini orangnya gila kerja.. tak ada lelaki yang betah denganku, mereka merasa diduakan dengan kerjakan aku"


"Tentu saja... mungkin mereka berharap sedikit perhatian dari kamu, tapi aku juga masih jomblo hingga saat ini juga kerena mereka mengatakan aku juga gila kerja. Sedang ngumpul tiba tiba harus pamit karena ada pasien mendadak yang harus dioperasi. Dan juga aku tak pernah mau menyentuh alkohol, jika sedang berkumpul. Teman teman bilang aku kurang asyik, padahal aku hanya takut di saat aku mabuk dan ada pasien yang harus aku operasi, itu sangat berbahaya kan. Aku bisa saja membahayakan nyawa mereka. Padahal dulu aku suka minum sebelum jadi dokter"


"Mengapa kamu memilih menjadi dokter kandungan... "


"Teman teman ku pada meledekku ,kalau aku memilih dokter kandungan biar dikelilingi wanita wanita, mereka tak tahu tujuan utamaku menjadi dokter kandungan itu Karena Mami kandungku meninggal saat melahirkan aku. Jadi aku ingin tidak ada lagi nyawa yang hilang karena perjuangan ibu ibu melahirkan putra putri mereka. Walau aku bukan Tuhan, tapi aku akan berusaha semampuku untuk mencegah angka kematian karena melahirkan."


"Cita cita yang mulia.. "

__ADS_1


"Jangan cepat terpesona.. nanti aku nggak ada tantangan dong buat dapatin kamu"


"Kamu bisa aja.. tapi aku memang kagum dengan tujuan kamu menjadi dokter kandungan. Jadi mami yang dibilang mama Tian tadi siapa"


"Mami tiriku. Tapi aku menyayangi ia seperti ibu kandung ku sendiri. Ia yang dari kecil merawatku. Papi menikah lagi saat usia ku baru satu tahun. Sejak itu mami yang sekarang lah yang merawat aku"


"Dimana mami kamu tinggal "


"Mereka menetap di Kalimantan...karena usaha papi ada di sana"


"Kamu mengenal Tian sudah lama"


"Kami selalu satu sekolah dari taman kanak kanak sampai sekolah menengah atas, saat kuliah baru kami beda karena cita cita yang juga beda"


"Pantas kamu sangat akrab dengan mama nya Tian.. "


"Aku tinggal dirumah Tian ketika sekolah menegah atas karena papi dan Mami yang pindah ke Kalimantan.. "


"Kak Bumi.. disini rupanya. Kak...aku serius ya tanya.. memang aku dan Zahra tidak boleh berhubungan badan ya untuk saat ini"


"Ya Yudha.. masih nggak percaya juga"


"Sangat berisiko ya Kak kalau aku berhubungan "


"Ya... dapat menyebabkan keguguran "


"Oke lah... demi calon buah hati aku harus kuat untuk puasa. Kamu pasti bisa.. "ucap Yudha menyemangati dirinya sendiri dan kembali ke Zahra.


"Yudha juga sepertinya sangat dekat denganmu "


"Yudha tuh anaknya manja banget.. ia sangat disayangi mama dan Tian.. . karena saat papanya meninggal Yudha sempat syok dan masuk rumah sakit. Makanya Tian sangat menyayangi adiknya, walau terkadang terlihat ia bertengkar terus tapi sebenarnya ia sangat menyayangi adiknya itu "


"Kamu dan Tian sudah seperti keluarga ...aku senang dapat mengenal kalian semua.. keluarga yang hangat"lirih Ani


Bumi dan Ani terus mengobrol dari tentang keluarga sampai masalah sehari hari yang ringan.


Setelah acara mama selesai,Bumi mengantar Ani pulang. Alya tadi memang tak mengizinkan Ani membawa kendaraan, karena ia memang merencanakan Bumi yang mengantarkan.


**************************


Bonus Visual Bumi dan Ani




Terima kasih untuk semua pembaca setia novel ini.

__ADS_1


__ADS_2