Aku Bukan Simpanan (Season Satu & Dua)

Aku Bukan Simpanan (Season Satu & Dua)
Bab 126. Pengakuan Zahra


__ADS_3

Tian pulang ketika jam sudah menunjukan pukul dua siang. Ia membuka pintu kamarnya. Tampak Alya yang sedang tidur siang. Disampingnya ada sikembar yang juga terlelap.


Tian memandangi wajah wajah orang yang sangat disayanginya itu. Mereka tampak tidur dengan damai. Tian duduk ditepi ranjang sebelah Alya. Ia mengusap pipi Alya lembut. Setelah itu Tian mengecup dahi, pipi, hidung dan bibir Alya.


Alya membuka matanya ketika merasakan ada yang menyentuh bibirnya.


"Kak Tian... baru pulang"ucap Alya membalikan badannya menghadap ke Tian


"Ya.. kak Tian sekalian bawa klien makan siang tadi. Maaf agak telat pulangnya"


"Nggak apa apa kak.. ini masih siang... nggak telat kok. "


"Kakak sudah janji akan bekerja dari rumah saja, tapi sekali kekantor pulangnya siang"


"Sudah aku bilang.. nggak apa apa, asal jangan pulang larut malam saja. Kalau kak Tian pulang larut malam, baru aku marah dan aku akan mencari kakak sampai ketempat kerja"Alya bangun dan duduk bersandar didada Tian


"Mengapa sampai mencari ketempat kerja kalau kak Tian pulang malam... kamu takut ya kak Tian di rayu wanita lain"goda Tian sambil mengusap pucuk kepala Alya.


Alya menganggukkan kepalanya dan memekuk pinggang Tian.


"Aku nggak mau kak Tian dirayu wanita lain.. kak Tian hanya milikku dan anak anak"


"Nggak ada yang bisa membuat kak Tian berpaling dari kamu dan juga anak anak... percayalah"


"Aku takut.. jika wanita diluar sana tahu bagaimana baik dan perhatian kak Tian, mereka pasti akan berusaha merebut hati kakak"


"Kamu baru sadar ya suamimu ini baik.. "


"Sudah dari pertama nikah aku sadar kak Tian itu lelaki yang istimewa, aku beruntung banget menjadi istri kakak... "


"Kakak juga beruntung memiliki istri seperti kamu"Tian naik keranjang dan duduk bersandar dikepala ranjang. Alya tidur dipaha Tian.


"Nyenyak banget tidur si kembar ya... kak Tian terkadang merasa semua ini mimpi... kak Tian sekarang sudah memiliki anak sepasang"


"Kak... "Alya menengadah kan kepalanya memandang Tian


"Apa... mau dicium"ucap Tian dan mengecup bibir Alya.


"Bukan... aku mau bilang, tadi Zahra kekamarku, ia curhat mengenai penyakitnya.."


"Penyakitnya... memang Zahra lagi sakit apa.."


"Ia dari remaja sudah mengidap penyakit endometriosis.. ia takut jika Yudha tahu ia mengidap penyakit itu, Yudha akan meninggalkannya dan membatalkan niatnya bukan melamar Zahra"


"Memangnya penyakit apa itu... kakak kurang paham"


"Endometriosis itu suatu penyakit dimana jaringan lapisan dalam rahim (endometrium) ditemukan dibagian tubuh lain. Endometrium dapat ditemukan dibanyak tempat.. seperti ovarium , tuba falopi, dinding luar dari rahim, dalam perut, atau sekitar usus dan kantong kemih. Kalau Zahra ditemukan endometrium didinding luar dari rahimnya, yang akan mempengaruhi kesuburannya"


"Jadi maksudnya apa... nggak loading kakak nih.. "


"Ih kak Tian... jaringannya lelet deh.. maksudnya Zahra akan sulit hamil karena mengidap penyakit itu... paham"


"Baru kak Tian paham"


"Capek capek jelasin secara kedokteran ngertinya kalau dijelaskan secara sederhana "rungut Alya


Tian tertawa melihat wajah cemberut Alya. Ia mencubit pelan hidung Alya..

__ADS_1


"Jadi masalahnya dimana.. "tanya Tian sambil tangannya masuk ke baju Alya mengelus perut rata istrinya.


"Kak Tian kok lelet banget sih... Zahra belum memberitahu Yudha jika ia mengidap penyakit itu, ia dilema antara jujur dengan diam saja, aku bilang lebih baik jujur, jika Yudha memang mencintainya pasti ia akan menerimanya.. "


"Itu hanya sulit hamilkan... bukan nya nggak bisa hamil"


"Setahu aku sih sulit hamil saja... bisa diatasi dengan bayi tabung misalnya.. "


"Kak Tian rasa itu tak masalah... tapi Zahra harus jujur dengan Yudha. Nanti bisa dicarikan solusi nya dengan Bumi... "


Tangan Tian yang semula diperut Alya merayap sampai keatas... kedada Alya...


"Kak Tian.. ih tangannya nakal"ucap Alya sambil memukul tangan Tian yang berada didadanya.


Tian lalu membaringkan tubuhnya dan memeluk Alya erat, takut tubuh Alya mengenai si kembar yang masih tertidur.


Tian mengecup seluruh bagian diwajah istrinya dan mulai turun kelehernya, menggigit dan menghisapnya, meninggalkan jejak. Baru saja Tian akan mengecup dada Alya terdengar suara tangis Alexa dan kemudian Axel pun ikut menangis.


Alya dan Tian langsung bangun dan menggendong sikembar.. sementara Alya menyusui Axel,Tian mencoba mendiamkan Alexa.


###################


Malam harinya setelah Zahra memastikan sikembar tidur dengan nyenyaknya, pada jam sepuluh malam, Zahra menghubungi Yudha.


"Hallo.... Yudha. Apa kabar mu"


"Kabarku baik.. kamu"


"Baik juga... bagaimana kerjaannya... apa ada kendala"


"Ada sedikit... mungkin aku agak telat kembalinya kamu nggak apa apakan.. "


"Terima kasih Zahra atas pengertiannya "


"Aku mengganggu nggak nih menghubungi kamu saat ini"


"Nggak kok.. aku juga sudah mau pulang kerjanya.. "


"Kamu sudah makan... "


"Sudah.... cuma makan kamu yang belum"


"Yudha.. aku serius nih tanyanya. Kamu jangan telat makan, jaga kesehatan.. "


"Iya... sayang.. "


Mendengar Yudha memanggil sayang membuat Zahra malu, ia hanya terdiam setelah mendengarnya.


"Zahra... kamu masih disana"


"Iya.. Yud... "jawab Zahra gugup


"Ada apa menghubungiku... kangen ya.. "


"Yud... aku sebenarnya ingin mengatakan sesuatu "


"Apa itu... kalau kamu sangat mencintaiku"

__ADS_1


"Bukan Yud... "


"Jadi kamu tak mencintaiku"


"Bukan itu juga... Yud aku mau jujur...


sebenarnya aku mengidap satu penyakit"


"Penyakit apa... penyakit cinta"


"Yudha... aku serius nih... kamu mau dengar nggak... kalau kamu nggak mau, aku ceritanya besok besok saja... kapan kamu sudah siap"


"Oke... ceritalah... jangan ngambek dong"


"Aku bukan ngambek... jika kamu memang sibuk, aku bisa menundanya"


"Aku lagi nggak sibuk... aku sudah bilangkan,aku mau pulang kerja nih"


"Yudha... aku ini dari remaja mengidap penyakit endometriosis, apakah kamu sudah yakin ingin melamarku... "


"Terus masalahnya apa jika kamu mengidap penyakit itu"


"Kamu tahukan... jika wanita yang mengidap penyakit itu, berarti mereka akan sulit hamil"


"Terus napa kalau sulit hamil"


"Aku mau kamu berpikir lagi, aku ini wanita tak sempurna... aku takut nantinya tidak bisa memberimu keturunan, karena aku akan sulit hamil dengan penyakit itu"


"Zahra sulit hamil, bukan berarti tak bisa hamilkan... kita bisa mengusahakan dengan cara lain.. terapi, pengobatan dan atau bayi tabung"


"Jika semua itu gagal bagaimana"


"Aku menikahimu bukan mengharapkan keturunan, jika kita diberi keturunan itu adalah bonus dari Tuhan. Jikalau pun kamu tak bisa hamil, kita sudah memiliki dua ponakan yang lucu Alexa dan Axel yang bisa kita sayangi seperti anak sendiri"


"Aku takut nantinya kamu menyesal setelah menikah denganku.. "


"Zahra... aku mencintaimu dan aku akan menerima semua kekuranganmu. Aku tak akan menyesal... aku menikahimu bukan karena ingin memiliki anak... tapi karena dirimu... aku mencintaimu apa adanya dirimu.. bisa hidup bersamamu itu sudah dari cukup... "


"Aku harap kamu tidak berubah pikiran setelah menikahiku"


"Aku tak akan berubah jika kamu juga tak berubah... jika kamu yang tak lagi mencintaiku dan tak lagi menginginkan aku ada disampingmu.. barulah aku pergi..."


"Yudha... aku mencintaimu"ucap Zahra sambil menangis.


"Aku juga mencintaimu.. percayalah padaku.. jangan kamu pikirkan hal yang lain... cukup kamu pikirkan diriku yang mencintaimu dengan tulus . Aku akan segera menikahimu setelah semua pekerjaan aku selesai... "


"Terima kasih Yudha atas cinta dan pengertianmu"


"Sekarang kamu tidurlah... mimpikan aku didalam tidurmu.. "


"Kamu juga harus istirahat setelah pulang... jangan telat apalagi sampai lupa makan"


"Iya sayang.. "


Zahra menutup sambungan ponselnya. Ia menangis terharu karena ucapan cinta yang tulus dari Yudha.


************************

__ADS_1


Terima kasih buat semua pembaca setia novel ini.


__ADS_2