
Setelah berganti pakaian Alya ikut bergabung duduk di dekat meja makan. Ia duduk disamping Tian.
"Sayang... mau susu rasa apa hari ini... "ucap Tian. Ia memang sengaja membeli susu buat ibu hamil dengan semua varian rasanya. Jadi setiap hari Alya bisa meminum susu dengan rasa berbeda agar ia tak bosan.
"Terserah saja.. kak... "
"Tunggu ya... kak Tian buatkan sebentar"Tian berdiri dan membuatkan susu rasa vanila buat Alya.
"Sejak kapan anak mama bisa buat susu... "ledek mama Mega
"Sejak Alya hamil... "
"Kamu tahu Alya.... Tian dari dulu biasa dilayani... mengambil air minum buat dirinya saja ia tak mau, apa lagi sampai membuatkan minum buat seseorang. Ini perubahan yang sangat membahagiakan mama... kamu telah merubah seorang Tian yang biasanya cuma bisa memerintah menjadi seorang yang mempunyai empati... Dulu Tian masak air saja gosong..... "
"Alya tidak pernah ingin merubah apapun dari kak Tian.. ma. Alya menerima kak Tian dengan segala kelebihan dan kekurangannya. Karena Alya tahu tak ada manusia yang sempurna. Jika menurut mama.. kak Tian sekarang lebih baik... Alya rasa itu bukan karena permintaan Alya ataupun karena maunya Alya... itu semua kak Tian lakukan karena rasa tanggung jawabnya yang semakin besar terhadap keluarga... "
"Mama sangat beruntung Tian mendapatkan pendamping hidup seperti kamu... dan mama selalu mendoakan Yudha mendapatkan pendamping hidup yang baik juga sepeti kamu... "
"Mengapa harus seperti Alya ma... nanti Yudha menginginkan Alya lagi"Tian langsung memeluk bahu Alya
"Maksud mama baik dan pengertian seperti Alya... "
"Pokoknya nggak boleh Alya... masih banyak wanita baik yang lain.. . mengapa harus Alya.. "
"Tiaaannn... memang betul yang dikatakan Yudha... kamu semenjak operasi sedikit error... mama kan bilang cuma seperti Alya.. mengapa ngga boleh... kan hanya seperti Alya bukan Alya nya... "
"Mama sekarang percayakan.. kalau kak Tian itu otaknya sekarang error... besok jika ke rumah sakit lagi mesti di CT scan ulang "
"Memangnya kau kira aku gila... "
"Bukan gila... tapi sinting.... "
"Kau... sekarang berani ya mengatakan aku... karena ada mama.. "
Alya tersenyum melihat perdebatan mama dan kedua anaknya.. Alya bahagia karena ia akhir nya dapat merasakan bagaimana memiliki sebuah keluarga.
Setelah makan mereka berkumpul di taman belakang rumah.
"Alya ...apa yang kamu rasakan selain rasa mual dan muntah.. "
"Terkadang pusing kepala..itu saja ma"
"Mama sudah nggak sabar menggendong cucu.. apalagi bayinya kembar... bagaimana rasanya ya punya cucu kembar... . "
"Masih lama ma.. masih tujuh bulan lagi. Doakan saja kandungan Alya sehat sehat saja sampai hari kelahiran nanti "
"Tian... kamu jangan terlalu memaksa Alya ya buat melayanimu... mengandung anak satu saja capek... apalagi kembar.. "
"Tian tidak pernah menyuruh Alya melakukan pekerjaan apapun sekarang... "
__ADS_1
"Pekerjaan rumah tangga sih nggak tapi melayanimu di kamar... "
"Oh... kalau itu kan memang kewajiban istri melayani suami.. "
"Tapi jangan sampai ganas juga kamunya... Alya... jika kamu lagi nggak mood.. kamu tolak saja kalau Tian minta dilayani "
"Ya... ma"lirih Alya merasa sedikit malu karena ada Yudha diantara mereka.
"Jika aku lagi pengin banget gimana ma... masa harus ditahan... bisa bisa kepalaku yang sakit nanti jadinya"
"Kalau istrimu lagi capek dan kamu pengin... tinggal kamu ikat saja tuh ujung punyamu... biar nggak pengin lagi"ucap mama santai
Alya dan Yudha tertawa mendengar ucapan mama.
"Wuih... ternyata mama kejam... masa adek kecilku mau diikat.. bisa mati rasa nantinya. Apa mama juga berbuat begitu sama papa dulunya"
"Papamu nggak seganas kamu... "
"Berarti lebih hebat dan kuat aku dong... "
"Bukan lebih hebat dan kuat.. tapi kak Tian jauh lebih mesum dari papa.. "ujar Yudha
"Sudah ah... kok jadi ngomongin itu... malu"ucap Alya dengan wajah yang sudah memerah karena rasa malunya
"Sayang... kamu malu ya... mengapa harus malu.. seharusnya kamu bangga punya suami yang kuat dan perkasa seperti kak Tian.. "gumam Tian dekat wajah Alya
"Kak Tiann... ih... nggak ada malunya ngomong gitu sama mama"
"Yudha... "tunjuk Alya
"Oh... iya kak Tian lupa kalau disini ada seorang jomblo... kasihan banget.. "
"Cuihh... kak Tian saja baru menikah diusia dua puluh sembilan tahun... usia ku saat ini masih dua puluh tiga tahun.. kak Tian tuh yang kelamaan jomblo... jadi pas sudah nikah mesumnya tingkat dewa... "
"Hei.. kamu salah bro.. aku menikah diusia dua puluh empat tahun.. pernikahan pertamaku dengan Alya dulu "
"Aku lupa tuh... "ucap Yudha sinis
"Perlu di ketok kepala mu biar ingat... kalau aku dulu pernah nikah dengan Alya"
"Sudah ah... nggak capek apa... setiap bertemu bertengkar melulu.. kamu jadi kembali besok ke jerman Yud"
"Jadi ma... ini aku juga sekalian pengin pamit dengan Alya dan kak Tian... moga moga saja kak Tian mau menambah modal usahaku... "
"Kamu mau minta tambah modal... maaf ....tidak semudah itu ferguso..."ucap Tian dengan gaya telenovela
"Huekk.... jijik aku mendengarnya... "ujar Yudha
"Kamu kalau mau minta tambah modal itu... harus berkata dengan manis ..jangan mengajakku berdebat ..."
__ADS_1
"Aku juga tak memaksamu memberiku modal... paling nanti aku meminjam ke bank dengan jaminan nama kamu.. "
"Jangan coba coba... ya. Bawa bawa namaku...itu sangat memalukan buatku, kamu mau berapa memangnya... "
"Aku terserah kak Tian saja... tapi dengan digit sebelas angka... "
"Itu bukan terserah namanya... tapi paksaan"
"Jadi bagaimana... bisa aku mendapatkan suntikan dananya sekarang... "
"Tunggu... Andi yang mengirimnya nanti... nggak harus hari inikan... "
"Oke... kutunggu beritanya kak Tian yang baik hati"
"Cuih... kalau sudah diberi saja kata katamu manis... "
"Ha.. ha... tadi bilangnya harus berkata manis"
"Sudah berdebatnya... mama sebenarnya kesini juga punya tujuan lain... mama ingin mengajak kamu dan Alya kepesta pertunangan sepupunya Sandra.. "
"Tian malas banget ma.. nggak mau lah hadir. Mama sajalah"
"Mama ingin mengajak kalian... karena ingin menunjukan pada semuanya kalau pernikahan kamu dan Alya sangat baik baik saja, karena mereka selalu mengatakan kalau pernikahanmu tak akan bertahan... "
"Ma... tapi Tian nggak mau melihat wajah wajah orang yang nggak Tian suka... "
"Mama.. mohon datanglah.. tunjukan kalau kamu bahagia dengan pernikahanmu... "
"Kapan pestanya... "
"Minggu depan... "
"Bagaiamana sayang... kamu mau kita pergi"
"Terserah kak Tian saja... "
"Baiklah... kalau begitu kita pergi saja... biar semua melihat bagaimana cantiknya kamu dan bahagia nya kak Tian sejak menikah denganmu"
Mereka terus berbincang sampai siang. Setelah makan siang baru mama dan Yudha pamit pulang.
***************************
Terima kasih untuk semua yang tetap setia membaca novel ini.
Mampir juga di novel terbaruku
-ANTARA AKU, KEKASIHKU DAN
SAHABATNYA
__ADS_1
-ELEGI CINTA LANGIT DAN PELANGI