Aku Bukan Simpanan (Season Satu & Dua)

Aku Bukan Simpanan (Season Satu & Dua)
Bab. 38


__ADS_3

Alya mendapat pertolongan pertama di klinik perusahaan. Setelah itu Tian membawanya kerumah sakit yang besar dengan peralatan yang jauh lebih lengkap.


Sudah hampir tengah malam, tapi Alya belum sadarkan diri...


Tian tertidur di sofa dalam ruang rawat Alya.


Ketika sadar... Alya melihat sekelilingnya. Ia melihat Tian yang tertidur di sofa. Alya mengingat semua yang terjadi. Ia melihat tas miliknya di meja samping tempat tidur.


Alya langsung mengambil ponselnya dan menekan nomor Azka.


"Azka... apa kamu sibuk.... "Alya


"Kenapa... kamu kangen ya.... "Azka


"Apa kamu masih banyak kerjaan ya.... "Alya


"Besok aku mau ke Kuala Lumpur... ada pemotretan. Apa kamu ingin aku ke sana... "Azka


"Nggak usah Azka.... aku hanya sedikit kangen. Aku tadi nggak bisa tidur... jadi kuhubungi kamu karena tak ada teman cerita... "Alya


"Tapi... kamu baik baik ajakan Alya. Suaramu sedikit serak... apa kamu menangis... "Azka


"Aku hanya rindu kamu... tapi jangan kamu terlalu pikirkan... nanti kalau udah ada waktu senggang jangan lupa kesini... "Alya


"Pasti... aku juga merindukanmu.... "Azka


"Azka.... "Alya


"Ya... ada apa.... kamu jangan buat aku cemas... kamu kenapa. Kita bisa video call kalau kamu kangen.... "Azka


"Jangan... udah malam. Lampu kamar udah aku matiin.... sudah ya Az... kamu besok mau ke Kuala Lumpur... apa pakaian sudah kamu siapkan. Jangan lupa jaket... siapa tahu ada pemotretan malam hari... "Alya


"Ya... sayang.... Terima kasih udah mengingatkan... "Azka


"Aku tutup dulu ya. Hati hati... jangan telat makan... "Alya menutup pembicaraannya.


Alya tidur membelakangi Tian. Ia tak ingin melihat wajah Tian untuk saat ini.


Tian yang dari tadi telah bangun mendengar semua percakapan Alya.


"Mengapa ia tak jujur dengan Azka. Apa ia takut akan merepotkan dan membuat lelaki itu kuatir. Apa mereka sebenarnya memang pasangan kekasih... "Tian membatin.


Tian memandangi punggung Alya...

__ADS_1


"Apa kamu begitu bencinya padaku Alya. Tidak adakah sedikitpun rasa cintamu... padahal kita pernah hidup bersama... Apa dimatamu aku begitu kejam dan jahat... "kembali Tian membatin


Keesokan harinya sebelum berangkat kerja Tian mandi dan ganti pakaian di kamar rawat ini.


Ia berjalan ke arah Alya. Dan ia melihat Alya masih memejamkan mata. Apa memang ia masih tidur atau pura pura.


"Alya.... aku harus pergi kerja... "Tian mencoba membangunkan Alya. Tapi wanita itu tak juga membuka matanya. Tian tahu Alya pasti berpura pura tidur.


"Alya... aku tinggal kan kamu dulu... Jangan lupa makan dan minum obatnya"Tian


Setelah langkah kaki terdengar jauh... Alya membuka matanya....


Ia memencet bel agar perawat datang ke kamarnya.


"Suster apa bisa bantu saya... "Alya


"Apa yang dapat saya bantu bu Alya... "suster


"Bisa tolong antar saya ke administrasi... saya mau membayar pengobatan saya dan saya mau pulang... "Alya


"Saya rasa anda belum bisa pulang bu Alya. Anda masih butuh perawatan.... "suster


"Saya mau rawat jalan saja.... "Alya


##############


Setelah satu jam berlalu suster itu belum juga kembali. Alya kaget mendengar pintu kamar rawat yang dibuka dengan kasarnya...


"Mengapa kamu ingin pulang... apa kamu mau bunuh diri lagi....."ucap Tian dengan sedikit emosi.


Alya hanya menunduk... tak menjawab pertanyaan Tian.


"Jawab aku Alya... mengapa kamu mau pulang. ......"Tian kembali bertanya. Alya masih membisu. Tak memberi sedikitpun jawaban.


"Alya.... jangan menguji kesabaran ku... kamu tahu kan aku bukanlah orang yang sabar.... "Tian


"Kalau kamu tak mau menjawab juga... jangan salahkan aku akan menghukummu... "Tian


Alya masih menudnduk tanpa ada niat menoleh ke Tian.


"Alya.... aku tak pernah diacuhkan seperti ini ya... "Tian mendekat ke Alya. Menaikan dagunya agar melihat ke wajahnya....


Alya masih saja bungkam.... sehingga Tian pun mencium bibir Alya.

__ADS_1


"Apa yang kamu lakukan tuan Tian. ......"Alya membuang wajahnya kesamping menghindari Tian yang kembali akan mencium bibirnya.


"Aku sudah katakan.... jangan acuhkan aku. Kamu bisa dihukum.... "Tian


"Tuan Tian uang terhormat... saya mau pulang hari ini juga. Saya tak mau lama lama di sini... "Alya


"Mengapa... kamu mau menghindari saya.... "Tian


"Anda jangan salah paham. Saya tidak takut bertemu anda. Saya tidak mau di sini...saya tak mau menambah panjang nilai nominal hutang saya.... "Alya


"Kali ini aku berbaik hati denganmu...biar aku yang membayar semuanya... gratis... "Tian


"Maaf Tuan Tian... aku saja yang membayarnya. Aku akan pindah kamar atau bahkan rumah sakit yang sesuai keuanganku. "Alya


"Kamu pikir aku akan mengizinkan kamu pergi sebelum kamu benar benar sembuh... "Tian


"Aku tak perlu meminta izin padamu.... Terserah aku... mau pindah. Kamu bukan siapa siapa aku... jadi kamu tak berhak mengaturku... "Alya


"Kamu sudah amnesia Alya... kamu lupa kalau aku masih atasanmu... "Tian


Alya hanya terdiam tak dapat bersuara lagi...


Ia harus bagaimana agar dapat keluar dari kamar ini dan menjauh dari Tian.


"Kamu belum makan dan meminum obatmu... Apa kamu menunggu aku untuk menyuapinya... "Tian


"Tak perlu Tuan Tian... aku bisa makan sendiri. Aku mau istirahat... kamu bisa tinghalkan aku sendiri... "usir Alya


"Oh baiklah... aku harus kembali ke kantor. Jangan membuat ulah lagi. Pekerjaan ku jadi terlantar... "Tian


"Aku tak pernah memintamu datang.. ..


"gumam Alya


"Tapi kamu sengaja berbuat sesuatu memancing aku kembali ke rumah sakit.... "Tian


"Kamu jangan pedulikan aku.... Jangan lupa tutup pintunya Tuan Tian terhormat... "Alya


"Mengapa setiap melihat bibirnya... aku ingin melum*tnya. Setiap di dekatnya tingkat kemesumanku bertambah... Dari dulu aku selalu bergairah *bila melihat wajahnya ..."Tian membatin sambil meninggalkan rumah sakit..


*****************


**Jangan lupa like koment dan vote

__ADS_1


Terima kasih***


__ADS_2