
"Tian.. aku mau minta maaf, jika memang kamu masih belum juga memaafkan aku"ucap Satria membuka suara aetelah sekian lama mereka membisu.
"Aku sudah memaafkan.. "ucap Tian datar
"Tapi kamu kelihatan masih canggung, dan tidak nyaman jika ada aku"
"Itu perasaan kamu saja."
"Aku juga mau minta maaf Alya... atas semua sikap aku denganmu dulu"ujar Sandra membuka suaranya
"Sama sama Sandra, aku juga minta maaf jika aku pernah membuat kamu sakit hati"
"Kamu nggak salah... aku memang tak berjodoh dengan Tian. Aku sudah ingin meminta maaf dari kemarin kemarin, tapi aku takut kamu tak mau menerima maaf dariku"
"Mengapa tidak... Tuhan saja maha pemaaf."
"Kamu memang wanita yang baik.. tak salah jika Tian sangat mencintaimu"
"Semua manusia terlahir dalam keadaan suci dan baik. Tapi lingkungan dan keadaan lah yang membuat kita jahat. Manusia memang terakhir tak sempurna, tak pernah luput dari salah"ujar Alya
"Tian.. aku minta maaf karena pernah berbuat salah dengan Alya. Aku tahu sikapku dulu sangat keterlaluan, aku terlalu memaksakan cinta, padahal aku tahu jika cinta tak bisa dipaksakan. Cinta akan hadir dengan sendirinya tanpa kita sadari. Seperti cintaku pada Satria.. aku tak pernah menyangka, akan jatuh cinta dengan Satria. Dan kami akan melangsungkan pernikahan "
"Aku sudah memaafkan semuanya.. "ucap Tian datar
"Terima kasih "ucap Satria dan Sandra serentak
"Ini istri kamu Yud"tanya Sandra
"Ya kak. Kenalkan ini istri aku, Zahra"
"Zahra"
"Sandra.. "ucapnya sambil mengulurkan tangan.
"Kamu sedang hamil ya.. kalah dong kak Sandra sama kamu Yud. Kamu sudah akan memiliki momongan, kakak baru akan melangkah ke jenjang perkawinan"
"Cuma beda setahun anak kita nanti kak.. "
"Semoga anak anak kita kelak menjadi sahabat yang baik"ujar Sandra
"Sat... pestanya diadakan dimana"tanya Bumi
"Di hotel P.. minggu depan, dari siang sampai selesai .... "
"Jangan sampai nggak hadir ya semuanya, terutama siganteng dan secantik ini"tunjuk Sandra pada si kembar
"Om boleh tahu nggak namanya siapa.. "ucap Satria
"Axel om"ucap Axel ramah
"yang cantik siapa namanya"
Alexa tidak menjawabnya, ia memandangi Satria dengan tajam.
"Sayang... om Satria tanya siapa namanya"ucap Alya dengan Alexa
Alexa masih diam dengan tetap memandangi Satria dengan wajah cemberut .
"Nggak boleh cemberut nanti hilang cantiknya"ujar Yudha.
__ADS_1
Mendengar ucapan Yudha, Alexa langsung menangis dengan kerasnya.
"Uncle jahat... "
"Sayang... jangan menangis nanti cantiknya tambah hilang"ulang Yudha
Itu membuat tangis Alexa makin menjadi, Bumi dan Satria tersenyum melihat itu.
"Lu mau mati....bisa bisanya Lu buat anak gue menangis"ujar Tian. Dan langsung memangku Alexa dipahanya
"Jangan menangis... Alexa anak daddy yang paling cantik... uncle tadi cuma bohong.. "
"Alexa tetap cantikan daddy"
"Tentu saja... Tante Ani aja kalah cantiknya malam ini dengan Alexa. Diantara semua wanita yang hadir disini Alexa nomor dua cantik.. "ujar Tian
"Nomor satu siapa daddy"tanya Alexa dengan muka lucu
"Nomor satu cantik mommy dong"
"Hiks... hiks.. "Alexa kembali menangis
"Kok menangis lagi... "
"Daddy jahat.. Alexa nomor satu.. bukan mommy "
"Kalau memang Alexa yang paling cantik berarti Alexa harus cium daddy banyak banyak. Karena mommy sering cium daddy "
"Kak Tian kok ngomong gitu sih"ujar Alya malu
"Kan memang mommy sering cium cium Daddy... apa lagi kalau lagi ada maunya"
Mendengar ucapan Tian semua tertawa. Alya mencubit pinggang Tian gemas.
Alexa lalu menghadiahkan ciuman yang banyak ke pipi Tian.
"Ini belum sayang... kalau mommy sering cium ini daddy"tunjuk Tian pada bibirnya
"Kak Tian.. malu ah"ucap Alya
"Mmuahhh.... "Alexa lalu mengecup bibir daddy nya.
"Axel pernah lihat daddy yang makan bibir Mommy"celetuknya membuat semua yang mendengar tak bisa menahan tawanya.
"Oh ya.. apa Axel sering lihat daddy dan mommy lagi makan bibir "tanya Bumi
"Bumi ih... pertanyaannya ada ada saja"ucap Alya makin malu
"Sering... uncle Yudha juga pernah makan bibir Aunty "ujar Axel polos
"Dasar Lu sama saja... kalian berdua telah merusak mata suci Axel"ujar Bumi
"Alah Kak Bumi juga belum tentu nanti bisa bersembunyi dari anak anak Kak Bumi kelak"ujar Yudha
"Tapi Lu memang mesum banget... dimana tempat maunya nyosor aja dengan Zahra"
"Itu tandanya cinta kak. Betulkan sayang"
Zahra yang ditanya hanya tersenyum sambil tertunduk karena malu.
__ADS_1
Setelah puas berbincang dan mata si kembar sudah tampak mengantuk Tian dan Alya pamit.
"Bro... gue pamit dulu ya. Anak anak gue sudah ngantuk berat"
Tian menyalami Bumi, Ani, Satria dan terakhir dengan Sandra.
"Jangan lupa Tian.. hadir di pesta pernikahan aku dan Sandra minggu depan.. "
"Oke.. jika tak ada halangan.. "
"Tian.. bawa mama sekalian ya"ujar Sandra
"Baik.. nanti aku kabari mama dulu"
"Ani, Bumi selamat atas pertunangan kalian. Semoga semuanya lancar sampai hari pernikahan "
"Terima kasih Alya"ucap Ani memeluk Alya.
"Hei Bro... siapkan hadiah buat gue ya. Sebuah ruko buat gue buka praktik sendiri "
"Memang Lu sudah bosan jadi manajer dirumah sakit "ucap Tian
"Masih betah dong... buat persiapan jika aku tak dibutuhkan lagi di rumah sakit "
"Alasan Lu.. "
"Benar loh bro..lu harus siapin kado spesial buat gue.. "
"Tenang saja... gue akan sediakan obat kuat segudang buat Lu"
"Kalau itu Lu nggak perlu Siapin..gue sudah kuat tanpa minum obat"
"Idih pada ngomong apa sih"ucap Ani
"Dasar otak mesum"gumam Yudha
"Emang Lu tuh otaknya bersih.. Lu lebih mesum lagi"
"Gue masih muda, wajar pikiran gue mesum terus.. kak Bumi dan kak Tian.. udah tua tapi masih saja pikiran nya mesum juga"
"Enak aja Lu.. asal ngomong saja.. mana ada gue tua.. yang tua tuh kayak papi gue. Tapi walau tua ia masih hot"ujar Bumi
"Bumi.. aku dan Tian mau pamit. Nanti tolong bilang sama mama kami pulang duluan. Mama nanti pulang dengan supir aja"
"Nggak usah.. suruh saja supir Lu pulang.. mama biar gue antar. Lihat tuh mama masih asyik ngobrol dengan mami.. bisa sampai pagi kalau ngobrolnya kalau sudah bertemu begitu"
"Baiklah.. terima kasih.. kak Tian kalau diteruskan nggak akan selesai berdebatnya dengan Bumi.. "ujar Alya.. ia lalu mengajak Tian cepat meninggalkan ruang pesta karena Alexa dan Axel yang sudah sangat mengantuk.
Alexa di gendong Tian, sedangkan Axel digendong Yudha. Mereka pulang bareng.
"Gue nggak pernah mengira Tian yang super angkuh itu bisa berubah dengan sangat drastis sejak menikah dengan Alya. Ia tampak lebih dewasa dalam bersikap dan bertindak. Alya memang banyak memberi pengaruh positif di hidup Tian.. "gumam Satria
"Lu benar Sat.. Tian sekarang jika mengambil satu keputusan pasti dipikirkan secara matang, tidak gegabah. Dan selalu berusaha tidak merugikan pihak manapun.Jika dulu ia hanya memikirkan keuntungan pribadinya saja"
"Semoga pernikahan aku dan Sandra juga memberi dampak positif atas sikapku nantinya.. "gumam Satria pada diri sendiri
"Kami juga akan pamit Bum... selamat ya.. semoga sukses sampai hari pernikahan "ujar Sandra dan menyalami Bumi serta Ani.
Setelah Satria dan Sandra pergi, Bumi serta Ani bergabung dengan orang tua mereka.
__ADS_1
******************************
Terima kasih untuk semua pembaca setia novel ini.