Aku Bukan Simpanan (Season Satu & Dua)

Aku Bukan Simpanan (Season Satu & Dua)
Bab 54 Season Dua


__ADS_3

Axel menuju ruang kerja Bumi. Ia mengetuk pintu sebelum masuk.


"Silakan duduk, kamu mau bicara apa Xel"


"Om.. aku minta tolong jangan sampai mommy tahu jika aku datang menjenguk temanku Cindy ini"


"Mengapa.. "


"Aku tak mau mommy sedih, aku tahu dari pertama aku mengenalkan Cindy sebagai kekasihku, mommy tak menyukainya. Dan saat ini, aku lihat mommy sudah kembali gembira sejak tahu aku putus dengan Cindy "


"Kamu putus karena apa, kalau boleh om tahu. Dari yang om dengar, kamu sudah mengenalkan dengan seluruh keluarga dan kamu ingin menikahnya. Bukan karena kamu tahu ia hamilkan, karena kamu juga kaget tadi mendengar kehamilannya"


"Aku melihat sendiri ia berselingkuh om dan ada kok beritanya. Om.. aku menemui om sebenarnya bukan hanya untuk sembunyikan kedatangan aku menjenguk Cindy, ada satu hal yang lebih penting lagi"


"Apa itu.. "


Axel memang bukan hanya kali ini bercerita dengan Bumi. Ia lebih bebas curhat dengan Bumi dari daddy nya sendiri. Itu sudah terjadi sejak ia masih kecil.


"Om.. aku mau minta izin dengan om,aku mau menjalin hubungan yang lebih serius dengan Bunga.. "


"Maksud kamu... "


"Aku ingin menjadikan Bunga sebagai kekasih aku, om"


"Bukan sebagai pelarian.. "


"Om.. apa om tidak mengenal aku. Aku tak pernah melakukan sesuatu dengan main main. Aku selalu cerita apapun dengan om kan,jadi aku yakin om sudah tahu dengan kepribadian aku"


"Apa kamu sudah menyatakan perasaan kamu dengan Bunga.. "


"Belum.. aku tak berani melangkah sebelum minta izin, karena aku menghargai om seperti daddy aku sendiri "

__ADS_1


"Om sebenarnya tidak keberatan. Tapi semua nya tergantung dengan Bunga juga, om tak bisa memutuskannya. "


"Iya om, aku tahu. Aku akan mengatakan secepatnya dengan Bunga. Jadi sekarang aku tak ragu lagi buat melangkah"


"Hanya satu pesan Om, jika kamu mendekati Bunga hanya buat main main, lebih baik urungkan niatmu. Karena Bunga putri satu satunya om. Om tak mau ada seorangpun yang menyakitinya, sekalipun itu kamu yang telah om anggap anak, om tak akan pernah memaafkan jika kamu membuat ia terluka"


"Aku janji om.. aku tak akan main main. Dan ku tak akan menyakiti Bunga. Om.. sepertinya tak ada yang mau aku bicarakan lagi. Aku pamit dulu, karena masih ada kerjaan yang harus aku selesaikan dan aku rasa om juga masih ada kerjaan. Permisi om"ucap Axel dan meninggalkan ruang kerja Bumi.


Axel langsung ke kantor dan menyelesaikan kerjaannya. Ia besok akan ke Bandung. Setiap weekend, ia akan ke Bandung sesuai janjinya.


Malam harinya ketika pulang kerja Axel melihat mommy dan daddy nya yang sedang menonton di ruang keluarga. Axel langsung duduk di samping mommy nya dan memeluk erat.


"Hai.. son, kamu tuh udah besar,mengapa masih manja juga dengan mommy kamu. Sekarang giliran daddy yang harus bermanjaan dengan mommy kamu lagi. Sudah puluhan tahun perhatian mommy kamu terbagi. Jika ingin manja, kamu harus menikah supaya bisa manja dengan istrimu. Jangan dengan mommy kamu lagi"ucap Tian.


"Biarin ,mommy aja nggak keberatan ,tenang aja dad, aku nggak lama lagi akan menikah "


"Daddy yang keberatan jika kamu manja terus dengan mommy mu. Wanita mana yang mau kamu jadikan istri, memang ada wanita yang mau dengan anak manja seperti kamu"


"Apa kamu tak lihat, wajah daddy kamu ini uang jauh lebih ganteng "


"Sudah tua.. ganteng dari mana. Kalau mommy ya, semakin tua semakin cantik"


Axel semakin memeluk mommy nya dan sekarang merebahkan kepalanya dipaha mommy sambil mencium tangan mommynya


"Kau membuat aku cemburu, son. Yang seharusnya dipangkuan mommy kamu itu daddy bukannya kau"


"Mommy.. kalau aku pacaran dengan Bunga apa mommy setuju"gumam Axel mengacuhkan ucapan Tian


"Apa pun yang menjadi pilihan kamu dan itu terbaik buat kamu, mommy setuju saja. Apa lagi jika wanita itu sudah mommy kenal dengan baik"


"Mommy.. mulai saat ini aku tak akan menjalin hubungan dengan wanita yang kurang mommy suka"

__ADS_1


"Sayang.. pada dasarnya tidak ada orangtua yang menginginkan anaknya menderita. Jika mommy kemarin tampak kurang menyukai wanita pilihanmu itu karena mommy inginkan yang terbaik buatmu. Mommy tak ingin kamu tertipu, perasaan seorang ibu itu peka. Ia dapat melihat hanya dengan sekali bertemu, apakah pasangan yang dipilih anaknya itu baik buat anaknya atau tidak. Tapi semua kembali kepada anaknya sendiri, jika ia telah yakin dengan pilihannya. Mommy bisa berbuat apa selain mendukung. Karena jika nanti pilihan anaknya tidak sebaik yang diperkirakan, anaknya yang bertanggung jawab atas pilihannya sendiri."


"Mommy maafkan jika aku kemarin tidak mendengar perkataan mommy"ucap Axel sambil terus mengecup telapak tangan mommynya.


Tian hanya melihat dan mendengar. Ia tak mau ikut campur. Ia pura pura tidak tahu siapa sebenarnya Cindy.


"Mommy.. aku telah minta izin dengan om Bumi untuk menjalin hubungan dengan Bunga, om Bumi sudah mengizinkannya"


"Apakah kamu sudah menyatakan perasaan kamu dengan Bunga, sayang"


"Besok, rencananya aku mau menyatakan perasaan aku, mom"


"Seandainya Bunga tidak menerima pernyataan cintamu bagaimana"


"Aku tak akan menyerah mommy. Aku akan terus memdekatinya dan berusaha membuat ia bisa menerima cintaku"


"Mengapa sekarang kamu mau menjalin hubungan dengan Bunga, apakah kamu sudah putus dan melupakan Cindy. Kamu bukan hanya menjadikan Bunga sebagai pelarian "


"Mengapa pertanyaan mommy dan om Bumi sama. Apakah aku seburuk itu. Aku tak mungkinlah Mom, menjadikan Bunga sebagai pelarian. Beberapa hari dekat dengannya, aku menyadari jika aku menyukainya. Aku tak tahu perasaan ini sebelum kami berpisah kemarin. Perpisahan kemarin membuat aku menyadari cintaku ternyata dari dulu memang buat Bunga. Cuma aku tak pernah menyadari karena kami yang setiap saat bertemu "


"Jika kamu memang ingin menjalin hubungan yang lebih serius dengan Bunga, hanya satu pesan mommy, jangan pernah kamu menyakiti hatinya karena kamu tahu mommy telah menganggap Bunga seperti anak mommy. Tapi jika kamu mendekati Bunga hanya untuk sekadar pengisi hatimu yang kosong, urungkan niatmu untuk mengungkapkan perasaan kamu"


"Mommy.. aku serius dengan Bunga"


"Baguslah ...jika memang kamu bermaksud menjalin hubungan yang serius. Mommy sangat mendukungnya"ucap Alya mengusap kepala Axel


"Jika memang kamu akan menjalin hubungan serius dengan Bunga, mommy sangat senang nak. Itu berarti kamu benar benar telah melupakan Cindy. "


***********************


Terima kasih untuk semua pembaca setia novel ini

__ADS_1


__ADS_2