Aku Bukan Simpanan (Season Satu & Dua)

Aku Bukan Simpanan (Season Satu & Dua)
Bab 125. Penyakitnya Zahra.


__ADS_3

Hari ini Tian harus ke kantor untuk menghadiri rapat dengan salah satu perusahaan asing yang ingin bekerjasama dengan perusahaan nya.


Zahra yang telah memandikan sikembar membawanya ke kamar sesuai permintaan Alya.


Ia meletakan si kembar di atas kasur,, setelah Alexa dan Axel berada di kamar orang tuanya, Zahra merapikan dan membersihkan kamar si kecil.


"Anak daddy tambah ganteng dan cantik saja. Daddy harus ke kantor sebentar ya... kalian jangan rewel ya.. kasihan mommy. Daddy janji nggak akan lama, setelah rapat daddy segera pulang"ucap Tian mengajak si kembar berbicara. Si kembar yang diajak ngomong hanya tertawa melihat daddynya.


"Kalian bikin daddy gemas saja... daddy jadi malas nih pergi"


"Daddy nggak boleh malas... semua itu kan buat masa depan Alexa dan Axel"ucap Alya.


"Sayang... kakak rasanya tak bisa berpisah dari sikembar walau sebentar, tambah besar mereka tambah lucu"


"Tapi ini kan cuma sebentar kak.. Andi sudah bilang, mereka hanya mau kerja sama jika kak Tian yang langsung berhubungan dengan mereka tanpa perantara "


"Ya... kakak harus semangat, perusahaan ini juga buat si kembar nantinya"ujar Tian


Tian bermain sebentar dengan sikembar sebelum berangkat kerja. Tampak Alexa sudah tertidur. Axel masih belum memejamkan matanya. Tapi Tian harus segera berangkat kerja.



"Gantengnya daddy... tidur segera ya. Daddy harus berangkat kerja dulu... jangan nangis. "Tian mengecup pipi Axel. Setelah itu ia mengecup pipi Alexa dengan hati hati, takut nantinya membangunkan Alexa.


"Sayang... kak Tian berangkat kerja dulu ya"ucap Tian dan mengecup bibir Alya.


"Ya kak... hati hati"


"Kapan kata Bumi kita bisa bermain kudaan lagi sayang"ucap Tian sambil memeluk pinggang Alya.


"Dua bulan lagi kak... "ucap Alya membohongi Tian. Ia ingin melihat reaksi Tian.


"Hhhaaaa.... dua bulan lagi... lama banget sayang... kak Tian sudah pengen banget nih"ucap Tian sambil mengecup ceruk leher Alya menghirup wangi tubuh istrinya.


"Geli ah kak... "


Tian tak menghiraukan ucapan Alya.. ia menggigit kecil daun telinga Alya dan mengecup sambil menghisap bahu Alya yang terekspos meninggalkan jejak kemerahan.


"Kak Tian.. ih geli"


"Kakak pengen banget sayang... tanya Bumi deh.. pastinya kapan kita bisa berhubungan lagi"ucap Tian sambil memandangi wajah istrinya dari jarak yang sangat dekat. Dan kembali mengecup bibir istrinya.

__ADS_1


"Tahan saja... sebentar lagi pasti sudah dibolehkan.. "


"Kamu tambah cantik saja sehabis melahirkan, membuat kepala kak Tian sakit karena tiap malam harus terus menahan gairah ingin bercinta denganmu "


"Makanya kak Tian jangan berpikiran mesum saja.. "


"Gimana nggak berpikiran mesum, tiap hari kak Tian melihat kamu menyusui sikembar,dan tiap malam tidur dengan mu yang berpakaian seksi dengan badan yang makin bohay sejak lahiran.. bagaimana nggak berpikiran mesum.. kak Tian kan lelaki normal sayang"


Alya menangkup wajah Tian dengan kedua tangannya dan mencium bibir Tian, yang cepat dibalas Tian dengan melum*tnya.


Alya mendorong dada Tian agar melepaskan pagutan bibir mereka.


"Sudah ah... nanti telat kerjanya.. "


"Sayang... I love you"


"Love you too"


Tian meninggalkan Alya dikamar dengan terpaksa. Jika saja ini bukan proyek yang sangat besar, mungkin ia tak akan datang untuk menghadirinya. Ia sudah sangat nyaman berada diantara anak dan istrinya.


Tidak lama setelah Tian pergi, terdengar suara ketukan di pintu.


"Silakan masuk.."ucap Alya.


"Bu Alya... apa ada waktu"


"Ya Zahra... ada apa"


"Saya mau bicara berdua dengan bu Alya,dan ingin mendengar pendapat bu Alya.. "


"Ya silakan bicara... "


"Bu... kemarin Yudha sudah menemui bunda dipanti. Ia mengutarakan maksudnya ingin meminang saya setelah kembali dari Jerman"


"Bagus dong kalau Yudha sudah ada keinginan menjalin hubungan yang lebih serius denganmu.. "


"Tapi bu... saya jadi takut.. "


"Apa yang kamu takutkan... "


"Saya takut nantinya Yudha menyesal karena telah memilih saya sebagai pendampingnya"

__ADS_1


"Mengapa Yudha harus menyesal. Kamu wanita yang baik, siapapun pasti ingin menjadikan kamu pendmping hidupnya jika mereka telah mengenalmu lebih dekat"


"Tapi bu saya mengidap satu penyakit... "


"Penyakit apa Zahra.. "


"Saya mengidap penyakit endometriosis.. "


"Lalu mengapa kamu jadi berpikiran Yudha akan menyesal,jika ia memang mencintaimu berarti ia harus menerima kamu apa adanya.."


"Tapi ibu tahukan jika wanita yang mengidap penyakit endometriosis berarti akan sulit hamil"


"Sulit hamilkan bukan berarti nggak bisa hamil"


"Tapi pernah dulu bunda menjodohkan saya dengan anak temannya, setelah bunda mengatakan jika saya memiliki riwayat penyakit itu, ia langsung mundur. Padahal saat itu ia belum bertemu dan berkenalan dengan saya, hanya melihat foto saya dari bunda "


"Itu berarti ia tidak serius ingin menjadikan kamu pasangan hidupnya. Dan itu juga berarti ia bukan jodohmu... "


"Saya takut Yudha juga akan melakukan hal serupa"


"Buang semua ketakutanmu itu... berarti Yudha belum tahu kamu memiliki penyakit itu"


"Belum bu... saya nggak berani cerita. "


"Menurut saya lebih baik kamu ceritakan semuanya, dari pada ia tahu dari orang lain. Dan saya yakin Yudha bisa menerima kamu apa adanya. Saya mengenal Yudha sudah lama sekali, saya tahu Yudha lelaki yang baik. Kamu tahu Zahra... saya dan Yudha pernah menjalin hubungan selama dua tahun dan selama kami berhubungan Yudha tak pernah menyakiti hati saya.. ia sangat baik. Tapi ia bukanlah jodoh saya... kami akhirnya berpisah"


"Karena saya tahu Yudha lelaki baik, makanya saya takut kehilangannya bu. Lagi pula saya merasa minder berdampingan dengannya. Saya merasa tidak pantas buatnya"


"Siapa yang bisa mengatakan pantas tidaknya hanya Yudha.. kamu sebaiknya jujur. Kita akan mengobati penyakitmu itu dengan dokter Bumi...saya yakin kamu bisa sembuh "


"Bu Alya.. terima kasih karena mau mendengar cerita saya... "


"Kamu tahu Zahra... saya dan Tian banyak mengalami cobaan dan rintangan didalam hubungan kami. Kami dulu menikah ketika usia saya delapan belas tahun. Setelah setahun pernikahan kami sempat pisah dan menikah lagi setelah empat tahun kami berpisah. Selama empat tahun perpisahan itu banyak cobaan yang harus kami hadapi, tapi karena mungkin kami memang berjodoh, semuanya dapat diatasi dan dilalui. Sekarang saya tak pernah menyesali masa laluku...


saya sudah melupakan pahitnya kehidupan dulu. Saya saat ini sangat bahagia memiliki suami seprti Tian. Padahal dulu saya tak pernah membayangkan akan menerima Tian kembali setelah kami berpisah. Tapi karena kegigihan dan perjuangannya meyakinkan saya... akhirnya saya menerimanya... dan sekarang kami rasakan kebahagiaan. Jika Yudha memang jodohmu, apapun itu tak akan menghalanginya. Apalagi hanya penyakitmu itu.. yakin lah itu"


"Baiklah bu... saya akan menghubungi Yudha dan menceritakan semuanya. Kalau begitu saya pamit dulu bu... sekali lagi terima kasih karena sudah mau mendengarkan saya... "


"Sama sama Zahra "


Zahra melihat sikembar sebelum meninggalkan kamar. Setelah tampak si kembar tidur nyenyak barulah ia melangkah keluar dari kamar Alya.

__ADS_1


***********************


Terima kasih banyak buat semua pembaca setia novel ini.


__ADS_2