
KEHILANGAN YANG PALING BERAT ADALAH KENYATAAN BAHWA AKU TERLAMBAT MEMBAHAGIAKANMU.
KITA BISA MENGUCAPKAN SERIBU KATA PERPISAHAN TAPI YANG KITA RASAKAN HANYA SATU YAITU KEHILANGAN
Hari sudah menjelang magrib dan tampak langit akan menumpahkan tangisnya tapi Alya masih enggan beranjak dari kuburan neneknya dan Azka.
Alya masih terus menangis seolah air matanya tak pernah habis.
"Azka... kamu telah banyak mengajari tentang kehidupan... kamu mengajari bagaimana aku berjuang untuk hidup, belajar bagaimana dihargai. Kamu juga mengajari aku bagaimana cara mencintai dan dicintai... tapi kamu lupa Azka... kamu lupa mengajari bagaimana mengucapkan selamat tinggal... Azka... tidakkah kamu tahu kalau RINDU YANG PALING MENYAKITKAN ADALAH MERINDUKAN ORANG YANG TELAH TIADA.. bagaimana dan kemana akan kusalurkan dan kutunjukan rindu ini.... kamu tega Azka... kamu tega membuat aku tersiksa dengan rasa rindu ini... "lirih Alya.
"Sudah Alya.... sekarang kamu harus kembali kerumah sakit... sudah hampir magrib... "Tian
"Pak Tian... aku nggak mau kembali ke rumah sakit.. aku masih mau disini... "Alya
"Alya... kamu masih sakit... apa kamu pikir dengan kamu disini semalaman Azka akan kembali. Dan aku rasa Azka juga tidak akan senang melihatmu menyoksa dirimu sendiri seperti ini... "Tian
"Pak Tian... kamu tidak akan mengerti... aku masih ingin menemani Azka... aku ingin ia tahu aku ada disini... aku juga merindukannya"Alya
"Kamu dan Azka tidak hidup didunia yang sama lagi... kamu hanya bisa mendoakannya... jika kamu memang ingin melihatnya tenang disana... kamu harus bangkit.. buat ia bangga melihatmu sukses. "Tian
"Pak Tian... kamu tidak tahu apa yang terjadi. Ia meninggal karena aku... jika aku tak mengajaknya pergi mungkin kecelakaan ini tak akan terjadi... "Alya
"Semua sudah menjadi takdir... bukan salahmu... "Tian
"Pak Tian... apa kamu tahu... aku selamat dari kecelakaan karena ia mendorongku dari dalam mobil... "Alya
"Itu berarti ia ingin melihatmu tetap hidup dan bahagia... kenapa kamu malah menyiksa dirimu... Azka pasti kecewa melihatmu seperti ini... "Tian
"Sudahlah pak... aku masih mau disini... aku mohon.. tinggalkan aku sendiri... "Alya
__ADS_1
"Terserah.... dasar keras kepala... "Tian
Tian meninggalkan Alya sendiri dan masuk kedalam mobil.
"Kita kembali aja ke kantor Andi... biarkan aja ia disini... mau sampai kapan ia bertahan... "Tian
"Tapi Tuan.... hari akan menjelang malam... Alya tidak memegang uang atau ponsel... "Andi
"Biar kan saja... "Tian
Andi menjalankan mobilnya perlahan. Setelah sampai di lobby hotel terdengar suara petir menyambar di langit. Hujan pun turun dengan deras.
Alya yang masih berada di kuburan... mendengar suara petir menjadi takut. Ia memang phobia ama suara petir. Ketakutan semakin menjadi melihat kilatan dari langit.
Alya mencoba menjalankan kursi rodanya. karena hujan yang sangat deras membuat jalanan becek dan berair. Kursi rodanya jadi makin tertanam kedalam tanah...
Alya jatuh dan ditimpa kursi. Alya mencoba merangkak tapi tak mampu, kakinya terasa sakit...
"Azka... Alya takut... tolong Alya.. "gumam Alya disela tangisnya..
Karena phobianya akan petir... akhirnya Alya tak sadarkan diri.
Tian yang melihat hujan tak juga reda setelah dua jam jatuh ke bumi akhirnya memanggil Andi
"Andi... kita kembali aja ke kuburan... apa wanita keras kepala itu masih akan bertahan... "Tian
Andi menjalankan mobilnya perlahan karena hujan yang sangat deras membuat pandangan mata terbatas.
"Tuan Tian.. .. sepertinya ada kecelakaan... membuat jalanan sangat macet... "Andi
__ADS_1
"Apa tidak ada jalan lain selain jalan yang kita tempuh ini... "Tian
"Tidak ada Tuan Tian... ini jalan satu satunya... "Andi
"Tak pernah tuan Tian mengkuatirkan seseorang seperti ini... apakah tuan Tian benar benar mencintai bu Alya... "bathin Andi
Setelah menempuh perjalanan sekitar tiga jam... akhirnya mereka sampai menjelang tengah malam dikuburan itu. Hujan sudah reda.
Andi menyenteri jalan ke kuburan itu. Tampak kursi roda yang telah terbalik.
"Tuan Tian... lihat itu tampaknya bu Alya jatuh.. kursi rodanya terbalik... "ucap Andi
Tian melihat kearah senter Andi... Ia berlari tanpa memperdulikan sepatu dan celananya kotor karena jalan yang becek dan tergenang air.
"Alya.... Andi tolang saya... "teriak Tian melihat Alya yang pingsan dengan tubuh berlumur lumpur
"Biar saya yang menggendongnya Tuan.... "Andi segera menggendong Alya menuju mobil.
"Alya... bangun Alya... apa yang terjadi... Alya sadarlah... "Tian menepuk nepuk pipi Alya berharap ia sadar.
"Andi... cepat kamu telepon rumah sakit.. buat siap siap... dan telepon polisi setempat supaya memberi jalan kita... aku tak mau telat sampai rumah sakit... "Tian
Andi melaksanakan semua perintah Tian dan setelah itu menjalankan mobil dengan kecepatan yang lumayan tinggi.
**************************
Jangan lupa like... koment dan vote
Terima Kasih
__ADS_1