
Pulang kerja Alya langsung menuju kamarnya. Ia membaringkan tubuhnya. Mungkin karena baru bekerja lagi setelah sakit, Alya merasa tubuhnya sangat lelah.
Tanpa ia sadari, Alya tertidur diranjangnya. Ketika membuka mata, dilihatnya jam sudah menunjukan pukul 20.00..
Alya bangun dan menuju kamar mandi. Setelah selesai mandi, Alya merasakan perutnya yang lapar. Tadi sebelum pulang ia sempatkan mampir di supermarket membeli mi instan.
"Tadi aku ada membeli mi instan. Biarlah makan itu aja malam ini. Tubuhku masih terasa sedikit capek untuk memasak... "lirih Alya.
Alya mendengar ada suara berasal dari dapurnya...
"Siapa di sana.... mau apa kamu"teriak Alya sedikit ketakutan
Telah menunggu beberapa saat tak terdengar sahutan, Alya beranikan diri melangkah...
"Pak Tian.... lagi ngapain bapak disini... "Alya kaget mendapati Tian yang ada di dapurnya.
"Aku kebetulan tadi lewat sini. Setelah beberapa kali memanggil, tapi kamu tak menyahut... makanya aku masuk aja"ucap Tian datar tanpa rasa bersalah.
"Mengapa bapak bisa masuk... "Alya
"Apa yang tak bisa aku lakukan.... "Tian
Alya berpikir, mengapa Tian bisa masuk apartemen nya. Alya teringat kemaren pulang dari rumah sakit,bukankah Tian yang membuka pintunya... setelah Alya memberitahukan password nya.
"Bapak tidak boleh masuk kediaman orang sembarangan... tanpa izin... "Alya
"Aku tadi sudah memanggilmu... kamu aja yang tak respon.. "Tian berkata sambil duduk.
"Buat apa bapak mengeluarkan mi instan saya dari tempatnya... "Alya
"Untuk di buang... "Tian
"Mengapa bapak membuangnya... itu milik saya... buat makan saya... "Alya
"Buat apa makanan sampah begitu kamu makan. Kamu baru aja sembuh. Apa kamu mau masuk rumah sakit lagi... "Tian
__ADS_1
"Hanya itu yang bisa mengganjal perut saya segera jika saya lapar. Jika membuat makanan dulu, terasa lama... "Alya
"Sudah aku tawarkan kamu tinggal dirumahku.... kamu menolaknya... di sana senua sudah tersedia... "Tian
"Terima kasih pak Tian atas niat baikmu. Tapi aku bukan istrimu... nggak mungkin aku tinggal bersamamu... "Alya
"Kalau begitu jadilah istriku... "Tian
"Ha.. ha... ternyata pak Tian suka bercanda juga... "Tawa Alya mendengar ucapan Tian
"Aku tidak lagi bercanda... maukah kamu menjadi istriku kembali... "Tian
"Cukup pak Tian... aku lagi malas becanda.. perutku lapar"Alya
Alya mengambil satu mi instan yang berserakan di meja.
"Sudah ku katakan... jangan memakannya... "Tian merebut dengan keras mi instan yang ada ditangan Alya. Karena Alya yang masih menggunakan tongkat, membuat tubuhnya limbung. Tian cepat menangkap tubuh Alya sebelum jatuh.
"Maaf... "ucap Tian
"Nggak apa apa pak. Saya aja yang tak bisa menahan bobot tubuh"ucap Alya sambil berdiri tegak kembali, melepaskan diri dari pelukan Tian.
"Bahan makanan... kapan bapak membawa nya dan memasukan kedalam kulkas saya"Alya membuka kulkasnya. Didalam kulkas audah banyak terisi dengan sayuran dan bahan makanan lainnya.. seperti ayam, udang, baso dan lainnya
"Saya tadi kesini dan melihat belum ada makanan. Saya memeriksa kulkasmu juga tak ada diisi... saya pergi ke supermarket didepan beli semuanya... "Tian
"Seharusnya bapak tak perlu serepot ini... saya tadi tak membeli bahan makanan karena lagi malas masak... "Alya
"Jadi kamu ingin menyantap mi instan setiap harinya... "Tian
"Nggak lah pak... saya bisa juga pesan makanan atau membelinya sekalian pulang kerja. Tapi tadi badan saya terasa capek jadi nggak sempat beli makanan... "Alya
Terdengar suara bel. Alya berjalan dengan perlahan bermaksud membukakan pintu. Tian yang tak sabar melihat Alya berjalan, mendahului nya membukakan pintu.
Ternyata pesanan makanan Tian yang datang.
__ADS_1
"Jalanmu aja masih susah begitu... mengapa harus dipaksakan kerja. Kamu besok libur aja lagi.. "Tian menyiapkan makanan ke piring
"Jika saya libur lagi, nanti meja saya diambil lagi dan barang barang saya dibuang... "sindir Alya
"Kupastikan itu tak akan terjadi lagi... "Tian
"Kapan saya melunasi hutang saya jika libur terus pak Tian"ucap Alya.
"Terserahmu aja... dasar keras kepala. Ayo makan, tadi katanya lapar... "Tian menyodorkan makanan buat Alya kehadapannya
"Bapak juga makan.... "Alya
"Kamu pikir cuma kamu yang lapar... saya juga lapar.. "Tian memasukan makanan ke mulutnya.
Setelah selesai makan Alya membersihkan meja.
"Sudah... biar saya saja.. "ucap Tian menepis tangan Alya yang ingin membawa piring kotor .
"Jangan pak.. biar saya saja. Saya jadi tak enak... masa bapak yang harus melakukannya "Tepis Alya
"Jangan keras kepala. Saya juga tidak akan setiap hari mau melakukannya. Ini hanya kebetulan saya mampir. "Tian
Setelah membersihkan piring bekas mereka makan, Tian memasukan mi instan kedalam kantong belanjaan dan membawanya.
"Saya permisi dulu... kamu istirahatlah lagi... "ucap Tian sambil melangkah menuju pintu.
"Mau dibawa kemana semua mi instan itu pak... "tanya Alya
"Mau saya beri sama anak jalanan saja... "Tian
"Pak... terima kasih untuk hari ini. "Alya
"Hhmmm.. saya pamit dulu"Tian meninggalkan Alya yang masih berdiri terpaku didepan pintu
"Mengapa Tian jadi sangat perhatian. Ia seperti bukan Tian yang kukenal... apa maksud dan tujuannya melakukan semua kebaikan denganku... "lirih Alya
__ADS_1
***********************
Terima Kasih telah membaca cerita saya ini.