
Sabtu pagi seperti biasanya semua keluarga mengumpul di rumah Tian. Termasuk oma dan Yudha sekeluarga.
Mereka sarapan bersama.Bibi membuatkan sarapan soto medan. Ketika sedang asyik sarapan datang Bunga.
"Pagi semuanya.. daddy.. mommy.. dan Oma yang paling cantik sedunia.. tapi lebih cantik Bunga"
"Ya deh.. wanita yang paling cantik.. sini duduk sini dekat wanita yang tercantik dan terimut dirumah ini.. "ujar Alexa
"Kalau sama cece kalah deh Bunga... tapi kalah umurnya bukan cantiknya"
"Alexa dan Bunga.. cucu Oma yang paling cantik. "
"Yang paling ganteng Barra ya Oma.. "
"Siapa bilang... paling ganteng kak Axel.. tak ada duanya.. aktor korea aja kalah gantengnya"ujar Bunga
"Dasar Bucin.. "gumam Barra
"Sudah.. jangan berdebat. Yang paling ganteng daddy.. tanya sama mommy kalau nggak percaya "ucap Tian
"Iya iya... biar daddy senang... biar tambah saldo rekening gue"gumam Alexa
Axel hanya diam.. tanpa bersuara. Yang lain sibuk mengobrol ia tetap hanya diam.
"Kak Axel kenapa.. sakit.. kok diam aja"
"Biasa Bunga.. sakit malarindu"ledek Alexa
"Rindu sama siapa.. rindu dengan Bunga.. mengapa nggak ngomong kalau rindu. Pasti Bunga akan senang hati datang. Setiap detik, menit dan jam Bunga akan temani kak Axel. "
"Gue mau ke taman.. sudah kenyang"ucap Axel tanpa peduli ucapan Bunga
"Hai.. kualat Lu.. orang ngomong di cuekin.. ntar gue doakan Lu jadi bucin nya Bunga"ujar Alexa
"Cece bisa ngomong yang benar nggak"ujar Axel
"Lu didepan mommy dan daddy aja panggil gue cece,biasanya juga ngomong sembarangan "
"Gue nggak mau berdebat hal yang nggak penting "ucap Axel mau melangkah meninggalkan keluarganya.
"Gue bilang daddy dan mommy ya... kalau Lu banyak foto mesum dengan pacar lu"
"Foto mesum apa Alexa.. "tanya mommy
"Eh.. eh.. itu.. "ucap Alexa gugup karena Axel yang melototkan matanya memandangi Alexa
"Foto apa.. jawab.. 'kali ini daddy yang bertanya
"Daddy percaya aja dengan cece.. kan cece ngomongnya suka asal"
"Siapa bilang gue asal ngomong.. memang Lu banyak foto dengan pacar lu sambil peluk peluk.. ada yang lagi berenang lagi"
"Axel.. duduk diruang keluarga. Jangan kemana mana. Daddy mau bicara"
"Dad.. itu hanya foto biasa. Cece aja yang melebihkan"
Bunga yang mendengar itu langsung terbatuk, menjadi tersedak. Barra langsung menyodorkan minumnya.
"Makannya jangan cepat cepat Unga.. "
"Terima kasih.. "
Oma, daddy, mommy. Yudha dan Zahra sudah pamit duluan untuk berkumpul diruang keluarga. Diikuti Alexa.
Barra masih menemani Bunga makan. Bunga makan dengan perlahan, mendadak selera makannya hilang mendengar semua ucapan Alexa dan Axel.
"Jadi benar kak Axel sudah memiliki pacar. Apa sudah tak ada harapan buatku untuk merebut hati kak Axel lagi. Apa cintaku yang terpendam sudah bertahun tahun ini harus aku kubur selamanya tanpa pernah akan terungkap... "
__ADS_1
Bunga makan sambil melamun. Barra yang melihat itu tahu jika Bunga pasti lagi memikirkan Axel.
"Unga....unga.. . makan jangan sambil melamun. Kemarin ayam tetangga gue makan sambil melamun... langsung dapat pacar"
"Enak aja Lu.. samakan aku dengan ayam"ujar Bunga cemberut
"Makanya jangan melamun.. cepat habisin. Yang lain sudah mengumpul diruang keluarga semuanya. "
"Lu aja.. kesana. Gue kan bukan keluarga.. "
"Sejak kapan Lu punya pikiran begitu, biasanya juga Lu ikut ngumpul bersama. Lu kan sudah seperti keluarga.. "
"Tapi gue nggak mau dianggap keluarga. Karena itu membuat kak Axel tak pernah memandangi gue seprti seorang gadis.. ia hanya menganggap gue sebagai adiknya saja"
"Hai... hai.. Unga.. melamun lagi"
"Sekarang tetangga Lu yang mana lagi mau Lu samain"
"Nggak ada.. cuma kalau Lu melamun tampak tambah cantik.. nanti gue bisa jatuh cinta lagi"
"Gombal recehan... "
Bunga menyudahi makannya dan membereskan semua piring kotor diatas meja membawanya ketempat cucian piring.
Bunga lalu memotong kue bolu yang dibawanya tadi dan meletakkan dipiring buat dihidangkan untuk keluarga yang lagi ngompul.
"Cece.. coba kamu ceritakan apa yang kamu lihat dan dimana cece melihatnya"ujar Tian
"Cece lihat di laptop Axel.. dad. "
"Lihat apa.. "
"Lihat foto Axel lagi pelukan di sebuah apartemen dan juga lagi dikolam renang dengan seorang wanita"
Bunga yang baru sampai tampak gugup, ia meletakan kue diatas meja.
"Terima kasih sayang.. .sini duduk dekat mommy"ujar Alya menepuk kursi di sampingnya.
"Itu hanya teman dad... "ucap Axel pelan
Mendengar ucapan Axel, Bunga tampak tersenyum.
"Jika memang itu hanya teman kak Axel.. berarti sampai saat ini kak Axel belum ada pacarkan.. selama ini juga setahu aku Kak Axel tak pernah membawa satu wanitapun kerumah ini"
"Masih teman aja sudah semesra gitu apalagi nanti jika pacaran.. "gumam Alexa
"Cece ngomong apa"tanya Tian
"Nggak ada dad.. Daddy kalau nanti cece punya pacar.. boleh ya dad"ucap Alexa manja sambil memeluk lengan Tian
"Cece sudah ada yang ditaksir emangnya"tanya Zahra
"Ada aunty.. tapi orang nya juga cuek seperti Axel. Cece selalu aja diacuhkan"
"Siapa yang berani mengacuhkan cece.. bilang dengan uncle"
"Uncle serius mau bantu cece "
"Memangnya uncle kenal"
"Daddy juga kenal... "
"Siapa emangnya sayang... "
"Om Andi... "
"Apaaaa..... "tanya mereka serempak
__ADS_1
"Kamu suka dengan om Andi.. "tanya daddy
"Daddy... makanya dengar dulu ucapan cece.. jangan dipotong aja.. "
"Jadi siapa yang cece taksir.. "tanya Alya
"Cece suka dengan ponakan om Andi"lirih Alexa
"Cuih... cece nggak salah.. "ucap Axel mengejek
"Memangnya kenapa kalau cece naksir Rendi"
"Rendi nggak suka cewek pecicilan kayak cece. Makanya cece selalu diacuhkan"
"Daddy.. mommy... uncle.. bantu cece.. cece mau nya sama Rendi"rengeknya Alexa seperti anak kecil.
"Nanti biar uncle bantu dekatkan kamu dengan Rendi "
"Ye.. ye.. ye.. uncle memang yang terbaik "
"Ternyata cece juga suka sama cowok cool"ujar Bunga
"Sama dengan kamu.. kamu suka Axel kan"ucap Alexa langsung.
Semua memandangi Bunga dan Axel bergantian. Alya langsung memeluk Bunga.
"Bunga suka dengan kak Axel"ujar Alya
Bunga yang ditanya hanya diam dan tersenyum.
"Kalau daddy sih setuju aja Bunga jadi menantu, daddy... "
"Oma juga setuju kamu jadi cucu menantu oma"
"Asyik ya.. banyak pendukungnya"ujar Alexa.
Barra yang mendengar semua orang menyetujui hubungan Bunga dan Axel hanya tertunduk lesu.
"Jangan bercanda deh dad.. mommy juga. Nanti dikira yang dengar benaran pula. Bunga masih ingusan.. nggak boleh pacaran."ujar Axel datar.
"Kamu.. jika ingin pacaran.. bawa kerumah pacarmu. Kenalkan dengan keluarga. Jangan sampai daddy tahu jika kamu diam diam pacarannya. Jadi lelaki harus gentleman"
"Ya dad.. "
"Daddy.. cece yakin yang difoto itu pacarnya Axel. Dia model yang lagi naik daun sekarang dad.. "
"Cece.. jangan mulai lagi deh"ucap Axel
"Siapa sih ce.. "tanya Mommy
"Itu mom..... Cindy Clarissa.. "
"Oh.. model yang pernah cece ceritakan itu"tanya aunty.
"Iya... "
"Pandai juga kamu pilih pacar.. "ucap uncle
"Jadi gebetannya kak Axel.. seorang model yang lagi naik daun itu.. Cindy... "ucap Bunga dihati.
******************
Terima kasih...
SELAMAT TAHUN BARU BUAT SEMUA PEMBACA SETIA NOVEL INI.
SEMOGA DI TAHUN INI KEHIDUPAN YANG KITA JALANI LEBIH BAIK LAGI DARI TAHUN SEBELUMNYA.
__ADS_1