
Mobilnya Tian memasuki gerbang rumahnya. Alya yang berada di kursi penumpang tampak sedikit cemberut..
"Jangan pasang muka bete... nanti kak Tian cium mau... "Tian kembali ingin menggoda Alya melihat ia cemberut
"Kak Tian bilang mau ke rumah sakit,kok malah ke rumah kakak"
"Kak Tian malas ke rumah sakit... mendingan ke rumah kak Tian... rumah sehat... biar sehat terus.. ha.. ha.. "
"Nggak lucu.... garing banget... "Alya menahan senyum melihat Tian yang kesal mendengar ucapannya
"Langsung ke kamar kak Tian aja... kakak hubungi dokter dulu"
"Alya di ruang ini kak nunggunya"Alya duduk di sofa ruang keluarga Tian
"Apa kamu mau semua orang melihat tubuhmu ketika dokter memeriksa nanti"
"Kalau gitu Alya di kamar tamu aja... "
"Kamu mau jalan sendiri atau kakak gendong ke kamar kak Tian... "
"Iya... iya... maksa banget sih jadi orang... "Alya mengomel sambil berjalan menuju kamar Tian
Tian yang mendengar gerutuan Alya hanya tersenyum. Ia menghubungi dokter keluarga... yang tak lain adik sepupu papanya... tante Reni
Tak lama setelah dihubungi tante Reni datang. Tian mengajaknya langsung ke kamar nya.
"Siapa yang sakit Tian... "
"Calon istri Tian tante... "Tian membuka pintu kamarnya
"Jangan bercanda... calon istri yang mana. Kamu sudah memutuskan pertunanganmu dengan Sandrakan... "
"Ini benar benar calon istri Tian... calon menantu tante... "
Alya yang mendengarnya,memandangi Tian dengan mata yang membesar.
"Kenalkan tante... ini Alya calon istri Tian... mantu nya tante... cantikan"Tian berucap sambil tersenyum
"Kenalkan tante... saya Alya.. "Alya mengulurkan tangannya berjabat tangan. Ia mencium tangan tante Reni.
"Tante Reni... kamu cantik banget.. . tante harap kali ini kamu serius... tidak boleh main main lagi. "ucap tante Reni dengan Tian
"Tian serius banget tante...jika Alya minta nikah hari ini Tian siap... Tian akan menikahinya langsung... gimana sayang.. kita nikah aja ya hari ini... mumpung ada tante Reni sebagai saksinya... "goda Tian
"Jangan dengar omongan kak Tian.. tante.. Kak Tian cuma bercanda"
"Kak Tian serius sayannngg.. ... "
"Kalau memang kamu serius... tante menunggu undangan pernikahanmu segera. Mana yang sakit Alya... biar tante periksa. "
"Cuma memar di punggung aja tante... nggak sakit banget kok. Kak Tian aja yang terlalu kuatir"
"Tentu aja Tian kuatir tante... karena Tian nggak ingin Alya sakit ataupun terluka"
"Kelihatannya kamu benar benar mencintai Alya.... Tengkurap Alya.. biar bisa tante periksa"Tante Reni membuka baju Alya dan memeriksa memar di punggungnya..
"Kenapa bisa memar begini. Ini seperti kena pukulan benda keras... "
"Alya mencoba melindungi Tian dari tinjuan teman Tian... Alya takut Tian terluka."
__ADS_1
"Benar begitu Alya.. ternyata kamu juga mencintai Tian. Tante kira cuma Tian aja yang mencintaimu.. Tante harap hubungan kalian kekal sampai pelaminan"
"Alya bukan kekasihnya kak Tian tante... tapi.... "
"Tapi calon istri Tian... "Tian memotong ucapan Alya
"Kalian nih... becanda melulu... ini tante resepkan obat salep dan obat anti nyerinya. Langsung oleskan jika sudah di beli obatnya."
"Tian permisi dulu tante... mau minta tolong mamang beliin obatnya"Tian keluar dari kamar mencari mamang
"Tante permisi dulu ya... Alya.. kamu harus sabar menghadapi Tian... karena orang nya moody an banget. Sebenarnya Tian anak yang baik... kalau sudah sayang... dia akan melakukan apapun demi orang yang disayangnya... "ucap tante Reni dengan Alya.
"Ya... tante. Terima kasih"
"Tante sangat berharap kamu wanita terakhir dalam hidup Tian. Walau tante baru ketemu kamu sekali... tante sangat yakin.. kamu dan Tian sangat cocok...Tante menyayangi Tian seperti anak sendiri.. Ia sudah harus bersikap dewasa dan bertanggung jawab terhadap keluarganya sebelum waktunya... masa mudanya terenggut dengan beban sebagai kepala keluarga. Tante harap kamu memahaminya jika terkadang Tian bersikap keras"tante Reni membelai rambut Alya dengan sayang.
"Ya tante... Alya mengerti... "
"Tante pamit dulu.. "
"Hati hati tante.. "Alya mengantar tante Reni sampai pintu utama rumah Tian.
Setelah tante Reni pergi, Alya masuk ke dalam rumah, duduk di sofa sambil menonton televisi
Tian yang melihat Alya duduk di sofa... langsung menghempaskan dirinya disamping Alya..
"Apa yang kamu bicarakan dengan tante Reni"
"Nggak ada... emang Alya mau ngomongin apa. Kenapa kak Tian bilang Alya calon istri kakak"tanya Alya sambil menghadap Tian
"Karena kamu memang calon istri kak Tian. Kak Tian serius ingin menikah lagi denganmu... "
"Tidak... kak Tian akan melamar kamu dengan suasana yang romantis...kamu maunya konsep seperti apa buat kak Tian melamar... "
"Siapa yang ingin dilamar... kak Tian kegeeran banget"
"Oke... kalau kamu belum mau sekarang... tapi jangan lama lama mikirnya. Takut kak Tian nggak sabar.. nanti kak Tian nggak jadi buat acara lamaran langsung nikah aja jadinya... "
"Alya juga senangnya nikah aja langsung... "lirih Alya
"Jadi kamu mau kita nikah langsung sekarang.. "ucap Tian dengan antusias
"Siapa juga yang mau nikah sekarang... sudah ah.. kak Tian bicaranya ngawur dari tadi"
"Kak Tian capek... kita tidur aja ya"
"Tidur... kalau kak Tian capek.. ya tidur aja di kamar. Biar Alya pulang aja.. "
"Nggak boleh... kamu nggak boleh pulang. Kamu harus temani kak Tian.. "Tian berdiri dan langsung menggendong Alya.
"Kak Tian... turunkan... kak Tian mau bawa Alya kemana... "Alya meronta di gendongan Tian
"Jangan banyak bergerak... nanti kita jatuh... apa kamu mau kita jatuh bersama"
Tian membawa Alya ke kamar dan meletakan pelan karena punggung Alya yang sakit.
Tian pun tidur di sebelah Alya.
"Sini buka bajumu... "Tian mendekati Alya dan ingin membuka bajunya
__ADS_1
"Kak Tian mau apa... "Alya memegang erat bajunya
"Mau oleskan salep ini di punggungmu... emang kamu pikir kak Tian mau lakuin apa"ucap Tian menggoda Alya dengan menaikan alis matanya
Alya membuka pakaiannya dan menutup dadanya dengan selimut. Ia duduk membelakangi Tian.
Tian mengoles dengan lembut punggung Alya. Tian yang melihat punggung mulus Alya tidak dapat menahan nafsunya... tubuhnya terasa panas dan kepalanya pusing.
Tian memeluk perut Alya dan meletakan kepalanya dipundak Alya, ia mengecup pipi Alya...
"Alya... jadilah istriku kembali. Aku sangat mencintaimu... "bisik Tian
Alya membalikan badannya menghadap Tian. Ia melihat ke mata Tian. Ia dapat melihat keseriusan dari ucapan Tian.
Tian tidak dapat menahan lagi, ia menarik tengkuk Alya agar kepala Alya mendekat ke wajahnya... Tian langsung melum*t bibir tipis Alya...
Melihat Alya tidak menolaknya... ciuman Tian makin panas, ia memainkan lidahnya dirongga mulut Alya... mereka saling menukar saliva. Alya perlahan mulai membalas lum*tan dibibirnya.. setelah sekian lama mereka bercumbu... Alya merasakan nafasnya sesak... ia melepaskan pagutan dibibirnya. Ia menghirup udara dengan rakusnya.
Tian menangkup wajah Alya dengan kedua tangannya dan mencium dahinya.
"Sekarang kita tidur ya... kamu pakai blues kaos kak Tian aja buat tidur... "Tian berdiri dan mengambil satu blus kaosnya dan memakaikan ke tubuh Alya.
Alya masih tak percaya dengan apa yang ia lakukan. Mukanya memerah mengingat apa yang baru mereka lakukan.
Alya tidur dengan memunggungi Tian. Ia masih malu atas apa yang ia lakukan dengan Tian.
"Gila... kamu sudah gila Alya.. mengapa kamu menikmatinya. Kamu membalas apa yang Tian lakukan.. ..memalukan"bathin Alya
Tian memeluk perut Alya sambil mencium rambuat Alya... sampai akhirnya ia tertidur.
Alya yang dapat mendengar dan merasakan deru nafas Tian... membalikan badannya setelah yakin Tian tertidur. Ia memandangi wajah Tian yang tampak sangat tenang ketika tidur..
"Kak Tian... Alya juga mencintaimu... tapi Alya takut kalau kita nanti bersama ada banyak hati yang terluka... Sari dan Sandra diantaranya. Alya takut kejadian dulu terulang... "lirih Alya sambil mengusap pipi Tian.
Tak lama setelahnya Alya pun tertidur dengan kepalanya yang berada di dada Tian.
Tian terbangun beberapa saat setelah Alya tertidur. Ia kembali menciumi pucuk kepala Alya yang berada dalam pelukannya sambil mengusap punggung Alya yang sakit.
"Kak Tian... sudah bangun ya... "
"Sudah... kamu lapar. Kita makan lagi ya.. ini sudah malam. Kamu mau mandi dulu atau langsung makan... "Tian bangun dan memposisikan dirinya duduk bersandar di kepala kasur.
"Alya pulang saja kak... "
"Kamu nginap di sini... kak Tian nggak suka dibantah... kamu tahu itukan. Jangan takut... nanti kak Tian tidur di kamar tamu.. kalau nggak lagi khilaf kak Tian nggak akan tidur diranjang ini... tapi kalau kak Tian ternyata tertidur di sini berarti lagi khilaf.. ha.. ha.. "
"Kok khilaf direncanakan... "Alya memanyunkan bibirnya
"Jangan menggoda kak Tian... nanti kak Tian khilaf lagi... bibirmu kak Tian lum*t lagi mau.."
"Kak Tian mesum banget.. "Alya menutupi wajahnya dengan selimut...
Tian membuka selimut yang menutupi wajah Alya dan mengecup bibir Alya..
"Sudah mandi sana... kak Tian tunggu di bawah.. kamu pakai piyama kak Tian aja. "Tian bangun dan beranjak dari kasur meninggalkan Alya yang masih terpaku memandangi kepergian Tian.
*************************
Terima kasih karena tetap setia membaca novel ini..
__ADS_1
Mampir juga ya dinovelku CINTA TAK PERNAH SALAH