Aku Bukan Simpanan (Season Satu & Dua)

Aku Bukan Simpanan (Season Satu & Dua)
Bab 80. Penyesalan Sari


__ADS_3

Satria yang baru sampai dirumahnya mendapat kabar dari pelayannya kalau Sari baru datang dari Bandung.


Ia langsung masuk ke kamar Sari menemui adiknya itu.


"Baru sampai ya... tumben betah banget di Bandung"Satria duduk di tepi ranjangnya Sari


"Kak Satria juga tumben langsung samperin Sari begitu pulang kerja... nggak mandi dulu"Sari bangun dari tidurnya dan duduk menghadap Satria


"Ada yang perlu kakak tanya denganmu... "


"Mengenai Alya... "


"Kamu tahu apa yang ingin kakak tanyakan"


"Tahu... kak Satria ingin tanya... apa benar Sari yang memberi obat buat menggugurkan kandungan Alya... "


"Ya... itu tak benarkan... kamu tak mungkin tega membunuh anak yang tak bersalah. Kamu pasti tak bermaksud melakukan itu semuakan... "ujar Satria


"Benar... Sari memang melakukannya... "


"Apaa.... kamu tega melakukan itu semua"Satria berdiri dari duduknya dan memegang kepalanya yang terasa pusing mendengar pengakuan Sari


"Sari melakukannya karena Sari pikir, Alya lah yang menggoda Tian. Sari takut dengan kehadiran bayi itu akan membuat Tian meninggalkan Sari. Kak Satria tahukan... Sari sudah mencintai Tian sejak pertama kaka Satria membawanya kerumah ketika SMP dulu... Sari selalu ingin dekat dengan Tian, sampai sampai harus mengikuti kemana ia bersekolah. Sari masuk SMU dan perguruan tinggi yang sama dengan Tian agar dapat selalu dekat dengannya... Sampai keberuntungan itu datang... Sari dijodohkan dengan Tian... Itu hari yang paling membahagiakan buat Sari. Impian Sari untuk hidup bersama Tian akan terwujud. Tapi tiba tiba datang penghalang... Alya hadir diantara kami. Sari merasa terancam... Sari khilaf... Sari akui salah... Sari melukai Alya. ...."teriak Sari dengan penuh emosi sambil menangis.


"Tapi itu bukan salah Alya... ia tak tahu kalau Tian sudah bertunangan... mengapa harus Alya yang menerima balasan sakit hatimu... "


"Sari memang salah kak... Sari baru menyadarinya kalau itu semua bukan salah Alya... tapi Tian. Semua sudah terlanjur... Sekarang apa yang harus Sari lakukan agar Alya mau memaafkan Sari"ucap Sari sambil berlutut didepan Satria


"Berdirilah... kamu tidak harus berlutut dihadapan kakak. Kamu bersalah dengan Alya bukan kakak... "


"Tapi pasti gara gara perbuatan Sari, Alya menjauhi kakak.... Sari tahu kak Satria sangat mencintai Alya... Apa yang harus Sari lakukan agar Alya bisa dekat dengan kak Satria kembali... "isak Sari


"Kita akan temui Alya... kamu harus minta maaf. Walaupun kak Satria tahu itu tidak akan membuat Alya mau berhubungan lagi dengan kakak... tapi paling nggak itu dapat mengurangi rasa bersalah kak Satria pada Alya karena kamu pernah menyakitinya"


"Mengapa Alya tidak mau berhubungan dengan kak Satria lagi... Apa Alya begitu marahnya dengan kakak..."


"Bukan begitu... Alya wanita yang baik. Ia telah memaafkan semua kesalahanmu. Tapi harapan buat kak Satria untuk dapat berhubungan dengannya sudah tidak ada. Ia akan menikah dengan Tian kembali... "


"Tidak... Alya tidak boleh menikah dengan Tian... itu tidak boleh terjadi "Sari berdiri dari berlututnya sambil berjalan bolak balik dikamarnya seperti memikirkan sesuatu.


"Mengapa tidak boleh.....mereka saling mencintai... "


"Alya tidak pantas buat Tian... kak Satria bilang Alya wanita yang baik... jadi ia cocok dengan kak Satria bukan Tian.. sekarang kak Satria hubungi Alya... katakan Sari mau bertemu.. Sari akan meminta maaf dan melakukan apa saja agar Alya mau berhubungan dengan kak Satria kembali"

__ADS_1


"Nggak perlu Sari... mungkin memang Alya bukan jodohnya kak Satria... "


"Kak Satria tidak boleh menyerah... bukankah mereka belum menikah... masih ada kesempatan buat kakak... sekarang cepat hubungi Alya... Sari mohon kak... tolong pertemukan Sari dengan Alya... "


"Baiklah... kak Satria coba... tapi kamu jangan memaksa Alya buat menerima kakak. Kak Satria lakukan ini agar kamu bisa meminta maaf secara langsung... "Satria keluar dari kamar Sari dan menghubungi Alya


"Alya tidak boleh menikah dengan Tian... jika aku tak dapat memiliki Tian.. maka tak boleh ada wanita manapun juga memilikinya... "Bathin Sari


####################


Di sebuah Kafe tampak Alya sedang duduk menunggu kedatangan Sari dan Satria.


"Selamat malam Alya... maaf lama menunggu"Satria menyapa Alya begitu sampai di kafe


"Silakan duduk... Alya juga belum lama sampai... Sari.. apa kabar"


"Baik... kamu tambah cantik saja Alya"


"Terima kasih... kamu juga tampak tambah cantik "puji Alya


"Alya... sebenarnya aku tidak pantas bertemu kamu lagi.. aku malu.. "


"Mengapa harus malu... semua yang terjadi sudah lama berlalu... Walau bagaimanapun tak akan dapat kembali. Alya sudah melupakannya.. "


"Sudahlah... Alya sudah memaafkan semuanya...Alya harap itu yang pertama dan terakhir kamu lakukan, jangan pernah melakukannya lagi. Alya juga minta maaf jika kehadiran Alya dulu membuat kamu sakit hati"


"Alya... seharusnya aku tak melampiaskan kemarahanku padamu... yang mengakibatkan kamu harus kehilangan calon bayimu... aku baru menyadari semua ini adalah kesalahan Tian... ia yang pantas menerima kemarahanku bukan kamu... "


"Sari benar Alya... seharusnya yang mendapat balasan atas semua kesalahan Tian bukan kamu... aku sebagai kakaknya Sari juga ingin meminta maaf.... "


"Alya... kamu masih maukan berhubungan kak Satria. Kamu tidak akan menjauhi kak Satria hanya karena tahu aku adiknya kan... "


"Sari... Alya sudah memaafkan berarti Alya harus rela dan mengikhlaskan semuanya. Begitu juga dengan kamu.. Sari.. kamu juga harus melupakan semua yang pernah terjadi, jangan ada dendam diantara aku.. kamu dan kak Tian. Alya tak akan menjauhi Satria..kami masih bisa tetap berteman... "


"Alya... tapi kamu kan kalau kak Satria menyukaimu... ia ingin menjalin hubungan yang lebih dari sekedar teman denganmu... kak Satria sangat..... "


"Sayang... aku sangat mencintaimu... "Tian yang baru muncul memotong ucapan Sari.


"Aku tadi menjemputmu... Aku kuatir kamu tak ada di kantor.. aku pikir kamu kemana"Tian menciumi bibir Alya yang terbuka karena bingung akan sikap Tian


Satria dan Sari yang melihat semua yang Tian lakukan dengan Alya sangat terkejut. Mereka tak mengira Tian akan menciumi Alya didepan mereka. Sari mengepalkan tangannya geram...


"Apaan sih kak Tian... malu maluin aja"hanya itu yang dapat Alya ucapkan karena rasa kagetnya Tian menciuminya didepan Satria dan Sari

__ADS_1


"Mengapa malu.... lebih dari itu saja sudah sering kita lakuin"ucap Tian genit


"Hhhmmmm.... maaf Tian.. masih ada yang akan aku dan Sari bicarakan dengan Alya"ucap Satria menahan rasa cemburunya


"Silakan bicara... anggap aja aku nggak ada..."


"Bagaimana mungkin kami bisa menganggap kamu nggak ada jika sikapmu sangat mengganngu"Sari berkata dengan ketus


"Sikapku yang mana mengganggumu... sikapku menciumi Alya... mengapa kamu merasa terganggu... apa salahnya aku menciumi orang yang aku cintai...atau kamu ingin lihat yang lebih dari tadi... "Tian memegang tengkuk Alya dan mendekatkan ke wajahnya, Tian langsung melum*t bibir Alya dengan rakusnya...


"Kak Tian..Jangan membuat malu Alya. Apa yang kak Tian lakukan. Alya lagi bicara sama Satria dan Sari. Sebaiknya kak Tian pergi dari sini dulu. "Alya mendorong dada Tian agar melepaskan lum*tan dibibirnya


Satria memukul meja dengan kerasnya...


"Cukup Tian... kamu tidak harus melakukan semua ini untuk memperlihatkan kalau kamu sangat dekat dengan Alya... Sari.. kita pulang saja. Lain kali kita bisa bertemu Alya lagi... Alya kami pamit... "Satria menarik pergelangan tangan Sari membawanya menjauh dari Alya dan Tian.


"Kak Tian... apa apaan sih..Kak Tian tak semestinya melakukan itu. . "


"Kamu yang apa apaan. Mengapa kamu bertemu dengan Sari tanpa memberitahu ku.."


"Emang kenapa Alya harus mengatakan kepada kak Tian... "


"Kak Tian takut Sari akan menyakitimu... "


"Sari tidak mungkin menyakiti Alya kak... Alya sengaja bertemu ditempat umum agar lebih aman... "


"Tapi itu masih membuat kak Tian kuatir.. "


"Terima kasih karena telah mengkuatirkan Alya. Tapi kak Tian tidak harus menciumi Alya. Kak Tian bisa bicara baik baik"


"Tapi kamu tak menolaknya kan... "Tian tersenyum menggoda


"Ih... kak Tian ngeselin banget deh sikapnya. Alya tak mau kak Tian mengulanginya lagi "Alya berdiri dan beranjak pergi dari tempat mereka duduk.


"Alya... tunggu... kamu harus temani kak Tian makan... kak Tian lapar"Tian memegang tangan Alya agar tak lari


"Kak Tian belum makan... "


"Belum.... temani kak Tian makan disini atau dirumah kak Tian aja... "


"Baiklah... kali ini Alya temani tapi kak Tian harus janji jangan pernah melakukan hal gila seperti tadi lagi. Di sini aja kita makannya.. ... . "Alya melangkah masuk kembali ke kafe...


*****************************

__ADS_1


Terima kasih tetap setia menunggu kelanjutannya. Jangan lupa mampir juga di karyaku... CINTA TAK PERNAH SALAH


__ADS_2