Aku Bukan Simpanan (Season Satu & Dua)

Aku Bukan Simpanan (Season Satu & Dua)
Bab 47 Season Dua


__ADS_3

Axel telah membaca berita yang beredar saat ini. Tapi ia tak percaya jika wartawan yang dimintanya itu melakukan hal yang lebih dari ia minta. Wartawan online itu juga mendapatkan foto ketika Cindy dan Anthony berpelukan ketika memasuki kamar.


Axel tak mengira wartawan itu lebih berani dari yang ia pikirkan. Ia bahkan mengikuti sampai depan pintu kamar.


Axel asyik di depan laptopnya mengerjakan sesuatu ketika ia mendengar suara pintu ruang kerjanya dibuka.


Ia melihat Cindy yang masuk dengan wajah sedikit kusam, tampak ia kurang tidur.


"Sayang... aku kangen banget"ucap Cindy dan langsung duduk dipangkuan Axel seperti biasanya


"Ada apa.. kamu kelihatan lagi banyak pikiran."


"Aku dari malam nggak bisa tidur. Pagi aku langsung kembali karena aku sudah nggak bisa menahan ingin bertemu kamu"


"Kenapa... kangen banget ya"ucap Axel


"Tampaknya Axel belum membaca berita online tentang aku dan Anthony, terbukti ia tidak merespon.Jika ia tahu, pasti ia telah marah. Axel kan orangnya cembururan"


"Sayang... kamu percaya kan denganku "


"Tentu saja.. kamu pacar aku, tak mungkin aku tak mempercayai. Lagipula aku yakin kamu tak akan pernah mau membohongi atau mengkhianati aku"


"Sayang.. jika kamu membaca atau mendengar berita jelek tentang aku, jangan langsung percaya ya. Kamu bisa tanyakan denganku langsung mengenai kebenaran berita itu. "


"Aku tak pernah membaca majalah gosip atau berita online atau apa itu, karena aku tahu berita yang mereka sajikan terkadang tidak benar"


"Kamu memang lelaki terbaik. Aku sangat mencintai kamu, aku tak akan pernah membohongi atau mengkhianati kamu. Aku ingin hidup bersama kamu selamanya"ucap Cindy dan bersandar dibahu Axel.


"Sayang... maaf, aku sebentar lagi ada rapat. Lagi pula aku lihat kamu kurang tidur, kamu istirahat saja dulu ya. "


"Aku mau menunggu kamu disini saja. Tiduran di sofa aja.. "


"Cindy.. aku rapat di luar kantor. Kamu nanti bosan terlalu lama menunggu sendirian. Aku rasa lebih baik kamu pulang duluan"


"Biasanya kamu senang jika aku mau menunggu kamu sampai selesai rapat di ruang ini"


"Aku kasihan lihat kamu, kamu tampak kusut. Lihatlah di kaca. Kamu perlu istirahat, nanti aku takut kecantikan kamu hilang jika kamu memaksa menunggu aku di sini"


"Baiklah sayang.. aku pamit dulu Aku tunggu kamu ya di apartemen. Jangan sampai nggak datang, aku mau makan denganmu Dari kemarin aku belum makan. "

__ADS_1


"Mengapa kamu nggak makan.. nanti kamu sakit.. "


"Aku kangen banget denganmu, makanya aku nggak ada selera makan"


"Kasihan banget pacarku ini.. "ucap Axel sambil mengacak rambut Cindy


"Sayang.. aku mau vitamin dari kamu nanti ya. Aku tunggu di apartemen.. ingat setelah rapat langsung temui aku"ucap Cindy ingin ******* bibir Axel tapi ditahan Axel sebelum bibir Cindy sampai kebibirnya.


"Mengapa.. kamu sudah nggak mau aku cium. Kemarin juga begitu ketika di Singapura. Kamu sudah nggak sayang aku lagi ya. Biasanya kamu sangat antusias menyambut ciuman dariku"


"Aku nggak mau kejadian ketika cece Alexa memergoki kita berciuman terulang. Jadi jangan pernah kita melakukan dikantor ya"


"Baiklah.. tapi nanti aku mau vitamin ini ya."ucap Cindy menunjuk bibir Axel


"Kamu mau berapa kali nanti aku layani "


"Serius ya.. "


Cindy lalu berdiri dari pangkuan Axel dan mencium pipinya


"Aku pamit dulu.. jangan lama lama rapatnya. Bibir ini sudah rindu ingin bertemu bibirmu"


"Cindy... aku tahu kesalahan kamu sangat fatal dan tak mungkin aku bisa memaafkan kamu.Tapi tak bisa aku pungkiri dari dalam lubuk hatiku terdalam,namamu masih bersemayam. Aku belum bisa melupakan kamu sepenuhnya. Melihat kamu yang sangat kusut, aku tahu kamu lagi banyak pikiran. Kamu pasti lagi memikirkan berita tentangmu. Tapi aku tak boleh lagi terperdaya olehmu. Aku tak mau lagi dibodohi kamu. "


Sampai sore Axel masih berkutat dengan laptopnya di meja kerja. Ia sebenarnya tak ada rapat hari ini. Ia hanya tak ingin berlama lama dengan Cindy. Ia takut rasa kasihannya mengalahkan rasa bercinta dan itu nanti bisa dimanfaatkan Cindy buat menjebaknya kembali


Sore pulang kerja Axel langsung pulang ke rumah. Ia melihat rumahnya sepi. Biasa mommynya duduk di taman.


Axel mencari mommy nya tapi ia tak melihat keberadaan mommynya.


"Bi.. daddy dan mommy kemana "


"Daddy dari pagi pergi belum kembali den, nggak tahu bibi kemana perginya. Kalau mommy aden, tadi bilang mau menemani tante Ani belanja"


"Oh.. gitu ya.. Kak Alexa belum pulang bi"


" Sudah den.. ada di kamarnya "


Axel berlari menuju kamar Alexa dan membukanya tanpa mengetuk terlebih dahulu. Axel langsung menghempaskan tubuhnya di kasur cece Alexa.

__ADS_1


"Lu mau apa.. kalau gue masuk kamar Lu nggak ketuk pintu, Lu ngomelnya sampai satu buku novel"ucap Alexa melihat Axel yang tiduran di kamarnya.


"Biarin .. emang gue pikirin"


"Emang gue pikirin, mbahmu. Lu tuh kalau ngomong seenak perut Lu aja.. Makanya jangan marah kalau gue masuk kamar Lu tanpa ketuk dulu. Lu mau apa.. tumben pulang kerja langsung cari gue. Jangan bilang kalau Lu kangen, karena gue nggak percaya "


"Siapa juga yang kangen cece. Rendi aja nggak pernah kangenin cece, kasihan deh nasibnya.. "


"Lu ya.. bisanya ngeledek bukannya membantu gue buat kukuhkan hati Rendi. Biasanya yang gue tahu, saudara kembar itu selalu akur, kompak dan saling membantu. Apa salahnya sih Xel, Lu bantu gue buat tambah dekat dengan Rendi"


"Usaha sendiri, nggak zamannya sekarang dicomblangin"


"Sana Lu keluar dari kamar gue.. nggak ada kompaknya dengan saudara kembar "


"Gue kesini juga terpaksa karena nggak ada mommy.Memangnya mommy kemana ce"


"Mommy temani tante Ani, mereka mau pergi menyusul Bunga"


"Maksudnya menyusul Bunga Gimana "


"Lu nggak tahu ya, jika Bunga sudah satu minggu ini di luar negeri ,mencari tempaf kuliah. Jadi Tante Ani dan mommy besoj berangkat menyusul Bunga "


"Jadi Bunga serius kuliah di luar ce"


"Iyalah.. biar dapat cowok bule"


"Ce.. aku boleh ikut mommy nggak ya.. "


"Lebih baik Lu jangan ikut. Gue tak mau Lu nyakiti hati Bunga lagi, lagi pula nanti Cindy bisa cemburu jika tahu Lu menyusul Bunga "


"Gue janji nggak akan nyakiti hati Bunga lagi, ce. Tolong rayu tante dan mommy agar mengizinkan aku ikut ce"


"Ngomong sendiri.. gue ogah ikut campur "


"Bunga.. aku benar benar ingin minta maaf atas semua yang pernah aku lakukan yang membuat kamu sakit hati dan terluka... "


*****************


Terima kasih untuk semua pembaca setia novel ini

__ADS_1


__ADS_2