Aku Bukan Simpanan (Season Satu & Dua)

Aku Bukan Simpanan (Season Satu & Dua)
Bab 44 Season Dua


__ADS_3

Axel akhirnya tertidur di sofa setelah ia puas menangis. Axel terbangun krtika malam sudah mulai menjelang.


Axel pergi ke balkon tanpa menghidupkan lampunya. Ia duduk sambil memandangi langit.


Ia melihat ke balkon samping, betapa kaget dan marahnya Axel melihat Cindy yang lain duduk dipangkuan lelaki lain.


Ia dapat melihat semuanya tanpa takut Cindy mengetahuinya karena ia mematikan lampu balkonnya.


"Dasar cewek mur*han..kau akan membayar semua perlakuan kamu padaku. Aku akan membalas semua perlakuan kamu selama ini padaku"


Dengan menahan amarah, Axel kembali mencoba menghubungi Cindy ketika ia melihat lelaki yang bersama Cindy masuk ke kamar.


Cindy melihat ponselnya yang berdering dan tertera nama Axel.


"Halo sayang.. apa kabar"


"Kabarku kurang baik... kamu "


"Aku baik saja.. kenapa.. kamu sakit sayang"


"Aku kangen kamu Cin.. sudah hampir satu bulan kita nggak bertemu, apa kamu nggak rindu denganku... "


"Tentu saja aku sangat merindukan kamu. Mengapa suara kamu sedikit berbeda.. kamu sakit ya"


"Aku tidak apa apa hanya sedikit kurang tidur. Aku tak bisa nyenyak tidurnya karena kangen kamu"


"Duh.. kasihannya pacarku.. beberapa hari lagi aku pulang,kamu bisa setiap saat ada disampingku.. aku akan beri kamu sesuatu yang lebih dari sekadar ciuman dan pelukan "


"Aku jadi nggak sabar pengin bertemu sayang.. "


"Tahan dulu sayang.. aku juga sudah nggak sabar ada dalam pelukanmu"


"Sayang.. sebenarnya aku sudah ada di Singapura... surprise..... "


"Kamu bercanda ya.. "


"Serius sayang.. aku ketempat kamu menginap ya.. kamu dimana biar aku kesana"


"Aku masih distudio ,kerja sayang.. "


"Kalau begitu kamu beri alamat studio kamu biar aku ke sana"

__ADS_1


"Mana bisa sayang.. nanti jika ada yang tahu aku sudah memiliki pacar, aku bisa didenda.. "


"Kamu tinggal bilang aku sepupuku. Ayolah aku sudah kangen banget nih... aku sudah nggak sabar bertemu kamu"


"Tapi sayang.. kamu benar benar tak bisa bertemu aku. Kamu sekarang cari penginapan saja.. besok atau malam ini aku langsung ke tempat kamu menginap"


"Baiklah, aku akan menginap di hotel X ya, kamu bisa nanti kesana, nanti aku beritahu kamu nomor kamarku"


"Apaa... mengapa harus di hotel X"


"Memangnya ada apa di hotel,mengapa kamu kaget.. "


"Nggak ada apa apa sayang...nanti kamu beri tahu ya nomor kamarmu "


"Oke.. nanti aku hubungi lagi.. sampai jumpa.. i miss you"


Axel mematikan sambungan ponselnya, ia sudah tak tahan dengan sandiwara nya ini.


"Pintar banget kamu berbohong Cin.. kamu telah membodohi aku selama ini"


Sementara itu dikamarnya Cindy tampak gelisah. Ia langsung tiduran kembali.


"Sayang.. aku pergi dulu ya. Besok aku kembali lagi"ucap Anthony


"Mengapa harus pindah, bukankah dua hari lagi kamu harus kembali"


"Hhmmm... aku kurang nyaman disini "


"Mengapa setelah beberapa minggu menginap baru kamu merasa kurang nyaman"


"Sebenarnya... tadi aku melihat ada seseorang membuntuti aku. Aku takut jika ia seorang wartawan atau mata mata istrimu"


"Aku nggak yakin istriku mengirim mata mata karena jika ia tahupun,bagiku tak masalah. Ia pasti akan bisa menerimanya. Aku bisa mengatur semuanya"


"Sayang.. aku hanya takut aja.. "


"Jika itu wartawan, mereka mau bilang apa. Memang kamu ada hubungan kerja denganku, jadi wajar kita sering bertemu "


"hhhmmmm.... hati hati. Sampai bertemu besok"


"Ya.. kenapa kamu tampak gelisah begini. Apa kamu benar benar takut jika wartawan mengetahui hubungan kita.. "

__ADS_1


"Nggak.. aku malahan bersyukur, tadi yang aku kuatirin itu kamu. Aku takut ini akan merusak nama baikmu, tapi jika itu bagimu tidak masalah.. ya aku tak perlu kuatir lagi"


"Baiklah.. aku pamit dulu"ucap Anthony dan mencium bibir Cindy


"Aku harus bagaimana. Aku takut nanti Axel melihat kami berdua. Jika begitu aku tidak boleh keluar kamar. Jika Anthony ingin menemui aku cukup di kamar saja. Tapi Axel pasti akan membawa aku keluar kamar dan jalan jalan. Apa alasan aku dengan Anthony.. Aku jadi bingung... "


Cindy kembali mondar mandir di kamarnya memikirkan apa yang harus ia lakukan. Di saat ia lagi memikirkan cara, ponselnya kembali berdering,terlihat nama Axel memanggil.


Cindy jadi bingung antara mengangkat atau membiarkan saja ponsel itu berdering.


"*Halo sayang.. kamu di mana"


"Aku sudah sampai di hotel. Aku lagi di lobby istirahat sebentar"


"Kamu menginap di kamar berapa.. "


"Aku ada di kamar 543*..."


Mendengar nomor kamar yang disebut Axel, Cindy jadi tambah kaget dan bingung. Ia lalu mematikan sambungan ponselnya.


"Astaga... mengapa ia bisa berada di kamar itu. Berarti kami bersebelahan kamarnya. Jika aku ketahuan bagaimana ini.. aku harus bisa membujuk Axel agar kembali besok. Aku juga akan ikut. Nanti Anthony bisa aku bohong, jika aku ada keperluan mendadak sehingga harus kembali besok ke Indonesia "


Cindy kembali menghubungi Axel. Ia tak ingin Axel nanti menjadi curiga dan marah karena sambungan yang tiba tiba terputus.


"*Sayang.. maaf tadi aku matikan, aku kebelet banget"


"Aku kira ada apa tadi.. kamu bisa menemui aku sekarang"


"Kamu tunggu di kamar ya.. satu jam lagi aku ke kamar kamu"


"Mengapa lama.. kamu masih kerja.. "


"Ya.. sebentar lagi kerjaan aku selesai.. kamu sudah nggak sabar ya bertemu aku.. "


"Ya sayang... aku kangen banget"


"Oke.. tunggu aku ya*"


Kembali sambungan ponsel dimatikan. Axel mengepalkan tangannya menahan marah setelah ia menutup sambungan ponsel itu.


"Gara gara kamu aku telah menyakiti hati Bunga dengan ucapanku. Aku mau menuruti apa saja maumu karena aku sangat mencintaimu. Mengapa kamu lakukan ini. Kalau memang karena uang.. aku juga bisa memberikannya. Aku sudah menawarkan agar kamu berhenti bekerja biar aku yang memenuhi kebutuhan hidupmu... tapi kamu menolaknya.Aku kira kamu menolaknya karena kamu wanita yang terhormat yang tidak mau uang pria yang bukan suami kamu, tapi nyatanya kamu malahan menerima uang dari suami orang lain.. dasar bajing*n kamu Cindy"

__ADS_1


******************************


Terima kasih untuk semua pembaca setia novel ini


__ADS_2