
Sudah hampir seminggu Tian tak menemui Alya.. Ia disibukan dengan persiapan ulang tahun perusahaan nya yang ke tiga puluh.
Alya tampak sedikit murung, dan merasa ada yang hilang. Jangankan datang ke kantor... buat menghubunginya saja Tian tak ada..
"Kemana kak Tian ya seminggu ini. Mengapa tak ada kabar. Tapi mengapa aku merasa kangen ya... aku merasa ada yang hilang... "bathin Alya
Ketika Alya sedang memikirkan Tian.. terdengar suara ketukan di pintu..
"Maaf bu Alya ada tamu yang ingin bertemu"ucap Maya asistennya Alya
"Silakan saja masuk... "
"Selamat Siang Alya... apa kabar... "ternyata tamu yang datang adalah Tian
"Kak Tian tumben masuk permisi dulu... biasanya main nyelonong aja"
"Lagi pengen sopan aja... "
"Sadar ya kak Tian selama ini nggak sopan.. masuk kantor orang tanpa permisi"
"Aku memang suka masuk tanpa permisi... juga masuk ke hatimu tanpa permisi... jadi kamu harus hati hati ...karena kamu bisa tiba tiba jatuh cinta denganku... "
"Hhmmmm.... iya deh percaya... percaya... Casanova sih... oh ya kak Tian kemana aja seminggu ini... "
"Nggak lagi kemana mana... "
"Kok nggak pernah datang dan hubungi aku"ujar Alya tanpa sadar
"Apa... sayang... kamu tanya apa tadi"ucap Tian pura pura tak mendengar...
"Uuppss... nggak jadi... kak Tian jangan jawab... aku tadi cuma keceplosan "
"Kenapa... kamu kangen ya... ternyata kamu selalu menunggu kehadiran kakak dan menunggu telepon dari kak Tian ya... "ucap Tian sambil tersenyum
"Bukan... kak Tian salah dengar... "
"Telinga kak Tian masih berfungsi dengan baik kok... kenapa malu kalau memang kangen"goda Tian
"Sudah ah... kak Tian ke sini ada keperluan apa"tanya Alya mengalihkan pembicaraan
"Kamu mau tahu kak Tian kemana... kak Tian seminggu ini sibuk mempersiapkan pesta buat merayakan ulang tahun perusahaan malam besok. Sekarang kak Tian mau menjemput kamu buat mencari gaun untukmu hadir di pesta besok"
"Gaun aku masih banyak kak.... "
"Tapi aku mau beliin kamu... Sekarang cepat siap siap... aku tunggu didepan.. lima menit"Tian melangkah keluar ruangan..
Alya cepat cepat membereskan semua pekerjaannya yang berserakan di meja.
Tian membawa Alya ke butik langganan keluarganya.
"Selamat siang pak Tian.. ....ada yang bisa kami bantu"pelayan butik menegur Tian begitu ia memasuki butik itu
"Tolong bantu carikan gaun buat calon istri saya ini.... "
"Baik pak Tian... calon istri anda cantik banget... "
"Terima kasih.. ia memang sangat cantik"ucap Tian sambil memandangi wajah Alya intens membuat Alya jadi salah tingkah.
Setelah sekian lama memilih akhirnya Alya menjatuhkan pilihannya pada gaun hitam dengan bahu terbuka model sabrina.
__ADS_1
Tian juga suka model gaun itu. Tian memilih jas hitam buatnya. Setelah dari butik ,Tian mengantar Alya kembali ke kantornya.
"Maaf... aku harus segera kembali ke kantor. Persiapan buat pesta besok masih belum semuanya beres. Besok aku jemput kamu sore ya... "
"Aku bisa datang sendiri kak... Kak Tian pasti besok sibuk... "
"Untukmu akan aku luangkan waktuku.. sekarang masuklah... cup.. "Tian mengecup pipi kanan Alya sebelum ia keluar dari mobil Tian
"Kak... terima kasih"
"Ya... jangan lupa besok sore aku jemput kamu dari kantor ini saja... "
"Baik kak.. hati hati... "
#####################
Keesokan sorenya Tian menjemput Alya di kantornya. Alya yang telah menunggu langsung dibawa Tian menuju ke aula kantor tempat acara akan berlangsung.
Tian mengantar Alya kesebuah ruangan untuk tempat istirahat.
"Kamu tunggu disini... nanti akan ada perias yang akan membantumu... "
"Kak Tian... Aku bisa merias sendiri. Aku nggak suka dirias sama orang lain... karena aku lebih suka riasan yang alami"
"Kalau gitu kamu mandilah dan berpakaian. Acara akan di mulai pukul tujuh. Nanti aku kesini lagi... "
"Baik kak... "
Tepat jam tujuh Tian mendatangi kamar tempat Alya menunggu.
"Mari... acara akan segera dimulai.. "Tian menggandeng Alya keluar dari ruangan.
"Jangan gugup... kamu kan sudah terbiasa menghadapi orang banyak.. "
Tian memperkenalkan Alya pada teman teman nya dan rekan bisnisnya. Tian lalu membawa Alya menuju tempat keluarganya berada..
"Alya... apa kabar sayang"tegur mama mega dan memeluk Alya
"Kabar baik bu... "
"Jangan panggil ibu... panggil saja mama seperti Tian "
"Iya bu... eh mama... "
"Aku tinggal kamu disini sebentar ya... aku harus menyapa para tamu"
Tian meninggalkan Alya ditengah keluarganya. Ia harus menegur tamu undangan. Alya yang merasa canggung berada diantara keluarga Tian... akhirnya pamit dengan alasan mengambill minum.
Setelah mengambil segelas minum.. Alya duduk di sudut ruangan sendirian... Sari yang juga hadir dipesta mendatangi Alya melihat ia yang lagi duduk sendirian.
"Kenapa kamu duduk sendirian di sini... "Sari menegur Alya.
"Sari... aku kira siapa. Aku lagi pengen menyendiri saja... "
"Bukannya karena Tian mengacuhkanmu. Kamu lihat tuh... Tian ada disana bersama teman teman wanitanya lagi tebar pesona. Alya... Tian tidak akan pernah berubah... lebih baik kamu jangan terayu akan gombalannya."
"Tentu saja Tian harus menyapa semua tamu undangan.. bukankah Tian tuan rumahnya "
"Kamu jangan terlalu naif Alya... Tian bisa saja membawamu sekalian kalau hanya sekedar menyapa para tamu undangan. Tian pasti takut wanita wanita itu menjauh darinya jika tahu ia lagi dekat dengan seseorang "ucap Sari mengompori Alya
__ADS_1
"Aku juga bukan siapa siapa Tian... jadi nggak harus Tian memperkenalkan aku pada para tamu... "
"Bukankah kamu sekarang lagi pacaran dengan Tian... kalau memang kamu tidak ada hubungan apa apa dengan Tian mengapa ia menciummu.. Tapi itu lebih baik... berarti kak Satria masih ada kesempatan mendapatimu bukan... "
"Sari... aku tak punya perasaan apa apa pada Satria. Kami hanya berteman... "
"Kamu bisa jalani dulu sebelum memutuskan berpacaran. Nggak sulit jatuh cinta sama kak Satria... karena ia lelaki baik.. "
Dari podium terdengar Tian lagi berbicara..
"Maaf Sari... acara lagi di mulai... "Alya diam mendengar semua kata sambutan dari Tian.
Setelah mengucapkan kata sambutan Tian turun sebentar. Dan naik ke podium lagi...
Tian mengambil mic kembali...
"Para tamu hadirin sekalian... pada malam hari yang berbahagia ini... saya ingin semuanya menjadi saksi... atas lamaran yang akan saya lakukan untuk wanita pujaan saya... yang lagi duduk disana"
Tiba tiba lampu menyoroti Alya yang lagi duduk dipojok ruangan ditemani Sari...
Sari merasa kaget melihat lampu yang menyinari mereka berdua.
Semua tamu memandang kearah Alya dan Sari karena sinar lampu yang hanya menerangi mereka.. lampu yang lain diruangan itu dimatikan.
Sari dan Alya berdiri melihat Tian yang mendekat ke arah mereka.
Tian berdiri tepat dihadapan Alya membuat muka Sari merah padam menahan malu.
Tian mengambil sesuatu dari saku jas nya. Ternyata kotak perhiasan. Tian membuka kotak perhiasan yang berisi cincin... sambil berkata..
"Alya... hari ini disaksikan semua tamu yang hadir... aku meminangmu menjadi istriku kembali... aku sangat mencintaimu... aku ingin menghabisi sisa hidupku bersamamu..."
Alya yang sangat terkejut tak dapat berkata apa apa... Tian memegang tangan Alya dan memasukan cincin ke jari manisnya Alya.
"Alya... kamu maukan jadi istriku... aku berjanji akan selalu membahagiakanmu... aku mau kita hidup menua bersama... "
Alya hanya menganggukkan kepalanya dan tak sadar meneteskan air matanya. Semua tamu yang hadir akhirnya bertepuk tangan... Tian memeluk Alya...
"Terima kasih mau menerimaku kembali... "
Sari yang berada disamping Alya diam diam mundur dan pergi menjauh dari hadapan mereka. Ia meninggalkan pesta itu.
Tian membawa Alya ke depan podium dan memeperkenalkan pada semua yang hadir.
Mama Mega menangis terharu melihat Tian yang sangat bahagia malam hari ini..
"Mama dapat melihat kebahagiaan mu malam ini.. semoga kau dan Alya dapat secepatnya menikah... jika saja Yudha ada disini pasti ia juga akan bahagia melihatmu.."
Yudha yang saat ini lagi ada di luar negeri untuk mengurus usahanya yang tambah berkembang. Ia tahu mengenai hubungan Tian dan Alya makin dekat. Yudha sangat mendukung Tian untuk menikahi Alya kembali.
Setelah memperkenalkan Alya... Tian membawa Alya duduk dengan keluarga besarnya... Ia ingin Alya dekat dengan keluarganya. Tante Reni yang juga hadir tampak sangat bahagia.
*****************************
Terima kasih tetap setia menanti dan membaca novel ini.
__ADS_1
Jangan lupa mampir juga dinovelku CINTA TAK PERNAH SALAH