
Bunga tidur dikamar Axel setelah seharian pergi jalan jalan. Mommy juga telah tidur dikamarnya. Alexa pergi ke luar bersama temannya.
Jam sebelas malam, Axel dan daddy baru sampai rumah. Setelah meeting, mereka menjamu para investor dengan makan malam.
Axel menghidupkan lampu kamar yang telah dimatikan. Ia kaget melihat Bunga yang tidur dibalik selimut. Axel tersenyum dan langsung tidur di samping Bunga sambil memeluk dengan posesif gadis itu.
"Mengapa sekarang jantungnya berdetak dengan keras ya jika tidur sambil memeluk Bunga. Padahal bukan hanya sekali dua kali ini kulakukan. Dari kami kecil, kami sudah sering tidur bareng, tapi sekarang ada perasaan beda jika aku berada disampingnya.Apakah aku benar benar telah jatuh cinta saat ini, mungkin ini balasan karena selama ini aku mengacuhkan dirinya. Saat ini aku lah yang menjadi sangat mencintainya"
Karena rasa lelahnya, Axel tertidur dengan masih menggunakan pakaian kerja tadi. Tengah malam Bunga terbangun, dan menyadari dirinya masih tidur di kamar Axel.
Bunga melihat ke samping tampak Axel tidur miring menghadap dirinya. Bunga memang biasa tidur di kamar Axel. Tian dan Alya percaya Axel dan Bunga tidak akan melakukan hal di luar batas. Apa lagi Axel tidak pernah menutup rapat pintu kamarnya jika ada Bunga tidur bersamanya.
"Kak Axel.. aku ingin selamanya ada disampingmu. Aku ingin ketika aku membuka mata,yang pertama aku lihat adalah kamu. Apakah impian aku itu akan menjadi nyata. Aku takut jika perasaan kamu saat ini pada ku hanya untuk sementara karena kamu lagi kesepian"
Bunga menutup matanya ketika Axel menggerakkan badannya. Axel tahu Bunga hanya pura pura tidur, karena ia sempat melihat Bunga mencoba menutup matanya.
Axel makin merapatkan tubuhnya, dan memeluk pinggang Bunga. Ia mengecup seluruh bagian di wajah Bunga.
Bunga menahan nafasnya ketika Axel mengecup wajahnya.
"Nafasnya jangan di tahan sayang, aku tahu kamu pura pura tidur "bisik Axel ditelinga Bunga dan mengecupnya.Bunga yang sudah ketahuan,membuka matanya.
"Kapan kamu datang, pagi tadi cece bilang kamu pulang "ucap Axel dan membawa kepala Bunga agar tidur diatas lengannya.
"Dari pagi ,sesaat setelah kak Axel pergi"
"Hhmm......Bunga, mau nggak kamu menikah denganku"ucap Axel sambil mengecup tangan Bunga
"Kak Axel melamar Bunga"lirih Bunga
"Ya.. tapi nanti jika kamu ingin lamaran yang romantis, kakak akan buatkan"
"Apa tidak terlalu cepat.. "
"Mengapa terlalu cepat, kita sudah lama saling mengenal dan dekat"
"Aku takut kak... "
__ADS_1
"Apa yang kamu takutkan.. jangan katakan jika yang kamu takutkan adalah kak Axel hanya menjadikan kamu sebagai pelarian. Walau kita telah lama dekat, Kak Axel memang mengakui jika kak Axel baru menyadari jika kak Axel sangat mencintaimu setelah kau mulai menjauhi kakak. Tapi Kak Axel tak mau mengakuinya karena saat itu Kak Axel masih terikat dengan Cindy. Tapi percayalah,tak ada niat kak Axel untuk menjadikan kamu hanya pelarian. Makanya kak Axel ingin menikahi kamu agar kamu percaya jika kak Axel benar benar mencintaimu"
"Kak, aku masih kecil, aku takut nanti tak bisa menjadi istri yang baik buat kak Axel"
"Kita nikah, biar tak ada fitnah dan larangan lagi jika ingin melakukan apa apa berdua"
"Aku nggak yakin bisa jadi ibu yang baik nantinya. Jadi anaknya masih tidak baik apa lagi nanti jadi ibu"
"Kita menikah, tapi kita akan menunda dulu memiliki anak, karena kamu harus tetap kuliah. Kamu selesaikan kuliah kamu dulu, baru kita rencanakan memiliki anak"
"Berarti nikah aja kan kak... setelah itu seperti biasa aja ya. Bunga boleh kuliah dan tetap kayak gini"
"Tapi kamu harus tetap menjalani kewajiban kamu sebagai seorang istri"
"Emang nya apa kak kewajiban istri. Harus masak ya buat kak Axel. Bagaimana ya.. bukankah Bunga kuliah di Bandung, bagaimana mau masakin kak Axel. Lagi pula Bunga nggak bisa masak kak. Masak air aja gosong... "
"Kamu tuh bisa aja... bukan hanya memasak loh kewajiban istri"ucap Axel dengan senyum smirk nya.
"Lalu apa lagi kak.. "ucap Bunga dengan wajah polosnya
"Harus melayani kak Axel di ranjang.. "
"Harus mau temani kak Axel tidur berdua dan menidurkan juniornya kak Axel jika ia terbangun"ucap Axel masih dengan senyum smirk nya
"Menidurkan juniornya kak Axel,siapa tuh junior kak"
"Ha.. ha... "tawa Axel sambil mengacak rambut Bunga
"Ditanya kok malah tertawa "ucap Bunga cemberut
"Junior itu adik kecilnya kak Axel"
"Adik kecil... adik kecil yang mana, apa kak Axel ada adik. Kok Bunga nggak tahu, kapan kakak angkat adik "
"Bunga.. polos banget sih"ucap Axel kembali mengacak rambut Bunga
"Kak Axel.. jangan tertawa aja, jawab dulu pertanyaan Bunga. Apa kewajiban di kamar itu selain tidur... "
__ADS_1
"Melayani kak Axel untuk mau berhubungan badan "bisik Axel
"Kak Axel..mesum banget. Kalau itu ya Bunga tahulah, emang Bunga bodoh banget. Mengapa nggak ngomong langsung aja dari tadi pakai ngomong juniorlah,adik kecillah"
"Jadi bagaimana... mau nggak menikah dengan kak Axel"
"Tergantung mama dan papa, jika mengizinkan Bunga setuju aja kak"
"Kakak akan yakinkan mama dan papa kamu untuk mau menerima kak Axel sebagai menantunya"
"Kak.. apa ini nggak kecepatan ya, nanti apa yang orang pikirkan. Pasti mereka akan berpikir yang bukan bukan"
"Jangan pikirkan omongan orang, dari pada lama lama, kak Axel takut khilaf.. "
"Kak Axel mau apa.. "ucap Bunga menjauhkan wajah Axel yang mau mengecup bibirnya
"Sekali saja ya.. kak Axel pengin sekali lagi mencoba bibir manisnya kamu... "
"Nggak mau.. nikah dulu "ucap Bunga lari ke balkon
Axel mengejar Bunga dan memeluknya dari belakang.
"Sayang... aku ingin hidup bersama kamu selamanya. Aku ingin kita menua bersama. Dan menghabiskan sisa hidupku denganmu."
"Sok romantis sih kak, nggak cocok banget"
"Ha.. ha... Bunga. Lu nggak asyik banget sih. Kak Axel sudah dengan susah merangkai kata,malah seenaknya dipatahin, bukannya senang malah ngeledek"
"Bunga nggak perlu kata kata romantis atau indah, Bunga hanya perlu bukti"
"Kalau begitu kak Axel besok langsung melamar kamu sama om dan tante ya. Tapi ingat kamu harus sudah siap kak Axel mangsa... "
"Ternyata cece benar, Kak Axel itu singa"
"Ha.. ha... "tawa Axel lagi. Ia tak peduli jam berapa saat ini. Ia juga tak peduli nanti daddy atau mommy terbangun karena tawanya. Saat ini ia hanya ingin mengekspresikan kebahagiaan dirinya.
***********************
__ADS_1
Terima kasih untuk semua pembaca setia novel ini